Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 57 - Kesenjangan


Fan Hai dan delapan Tetua lainya melompat ketengah, mereka semua mengepung Han Sen dan Aura membunuh yang kuat meledak-ledak dari mereka disertai dengan gelombang Qi yang kuat.


"Bunuh Bocah sialan ini sekarang !" Teriak Fan Hai dengan penuh amarah.


Ketika perintah ini sudah keluar maka delapan Tetua bergegas menembakkan Qi mereka. Sebuah Formasi terbentuk diatas langit dan Petir lima warna mulai menyambar kearah Han Sen.


*Boom.*


Semua orang terkejut dan berpikir kalau Keluarga Fan terlalu berlebihan. Formasi Petir lima Elemen adalah kartu tersembunyi Keluarga Fan, bahkan Ahli Tahap Akhir Nascent Soul tidak akan mampu bertahan dari Petir lima warna dan semua orang berpikir kalau Han Sen sudah mati sekarang.


Namun tiba-tiba sebuah gelombang Qi yang sangat besar menyembur keatas langit. Han Sen meninjunya dengan keras, formasi diatas langit hancur dan gelombang ledakan menyebar.


Han Sen terlihat masih berdiri diposisinya dan tidak bergeser sama sekali. Hanya pakaiannya yang sedikit rusak dan Aura membunuh meledak dengan gila.


Fan Hai mengerutkan keningnya dan berteriak, "Sebenarnya apakah Bocah ini seorang Monster... bahkan Petir lima warna dapat ditahan sekaligus menghancurkan formasi dengan satu serangan !"


"Kenapa kalian bingung... bukankah jawabannya sudah jelas, itu yang disebut kesenjangan kekuatan diantara kita !" Kata Han Sen dengan senyum yang puas.


Han Sen membentuk segel ditangannya dan Api merah tercipta diatas langit. Api merah menyebar dan jatuh seperti hujan, Fan Hai dan semua Tetuanya sibuk untuk menghindar dan Han Sen dengan sangat cepat mencengkram kepala Fan Hai dan mendorongnya sampai membentur dinding.


Fan Hai mengeluarkan Pedang dari Cincin Ruangnya dan berusaha menebas kearah Han Sen, namun tangan kirinya segera menangkap lengan Fan Hai dan mematahkannya.


Han Sen membenturkan kepalanya ditanah dan mematahkan kedua kaki Fan Hai. Dantiannya disegel dan kondisi Fan Hai saat ini terlihat sangat menyedihkan.


Semua orang berpikir kalau Han Sen sangat kejam dan tidak berperasaan. Namun mengingat Keluarga Han yang sudah dibantai dan hanya menyisakan dirinya, Keluarga Fan juga layak mendapatkannya.


Niat Pedang yang sangat kuat meledak dan Pedang ditangan Han Sen diselimuti dengan Qi Pedang yang ganas. Udara terasa dingin karena hawa membunuh yang luar biasa yang terpancar dari Han Sen.


Han Sen mengayunkannya sekuat tenaga dan Qi Pedang yang ganas menyembur kearah semua Tetua menjadi sebuah bilah. Dibawah tekanan yang kuat mereka sama sekali tidak bisa bergerak, semua Artifak pertahanan digunakan namun tidak ada yang mampu untuk menahan Qi Pedang itu.


Qi Pedang yang ganas membelah tubuh mereka semua menjadi dua bagian. Bahkan Pelindung Qi yang digunakan diarena hancur dan momentum Han Sen sama sekali tidak bisa dihentikan.


"Argh... Bajingan... kau membunuh mereka semua, aku akan membawamu mati bersama denganku !" Teriak Fan Hai dengan penuh amarah.


Tangan kirinya memegang sebuah Pil Roh berwarna hitam. Segera dengan sisa kekuatan Fan Hai menelannya, auranya melonjak dengan gila dan semua lukanya kembali diperbaiki.


Tubuhnya dipenuhi oleh bulu dan itu merupakan bentuk tranformasi jiwa beladiri yang dilakukan dengan paksa. Han Sen yakin bahwa efek sampingnya pasti tidaklah sedikit dan Aura yang sangat kuat meledak-ledak dari tubuh Fan Hai.


Sosoknya kini sudah seperti Serigala Merah dan sangat menakutkan. Fan Hai merasa kalau dirinya dapat melakukan apapun dan niat membunuhnya sekarang tertuju kepada Han Sen seorang.


Luo Feng mengerutkan keningnya dan berkata, "Kekuatan fisik Han Sen ini memang sangat luar biasa... sekarang musuhnya menjadi sangat kuat dan setara dengan Kultivator Alam Divine Transformasi. Bahkan aku sendiri tidak akan mampu menanganinya dengan diriku yang sekarang, ini akan menjadi akhir dimana kedua belah pihak akan mendapatkan kerugian."


Qing Yong mengerutkan keningnya dan berkata, "Bahkan Saudara Luo yang memiliki Jiwa Naga Bumi tidak mampu melawannya ?"


"Aku yang sekarang dapat mengalahkan Ayahku dan Kepala Keluarga yang lain. Tapi Alam Nascent Soul tetaplah Alam Nascent Soul... walaupun aku kuat tapi masih terdapat perbedaan disetiap Alam dan untuk melewati kesenjangan itu maka akan sangat sulit untuk dilakukan." Kata Luo Feng dengan jujur.


Yao Wu dan Liu Shuang sedikit khawatir dengan keselamatan Han Sen, namun ekspresi Han Sen terlihat sangat senang seolah menunggu momen ini dari awal.


"Selesaikanlah... Aku akan menunggumu sampai selesai. Sejak awal seharusnya kau melakukan ini agar menyenangkan, aku bisa berjanji kalau aku tidak akan mengganggu perubahanmu !" Kata Han Sen dengan percaya diri.