
Pada akhirnya Changfen mengumpulkan Fang Zhe, Hong Wen, Chen Mu, Die Long dan Guan Lao di Istana. Mereka semua sangat memahami bahwa kondisi ini mungkin akan sulit untuk mereka.
Mengingat kembali dulu Han Sen pernah mengatakan bahwa Dunia atas yang disebut Alam Mistik dan mereka dapat menebak bahwa mereka adalah Kultivator dari tempat itu. Fang Zhe akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri dan sisanya mereka menunggu kabar dari Fang Zhe.
Tu Jiu dan yang lainya sedang menunggu dengan tenang ditepi laut. Satu bulan sudah berlalu dengan cepat dan mereka tidak berniat untuk pergi, setidaknya ini adalah kesempatan yang sangat langka dimana mereka tidak akan melewatkannya.
Tu Jiu melirik kearah langit dan tersenyum, "Raja Semut Dunia Fana akhirnya datang juga... turun kemari atau aku yang akan menyeretmu dengan paksa !"
Fang Zhe merasakan niat membunuh yang mengerikan. Untuk kali pertama dalam hidupnya hati beladirinya benar-benar terguncang, hal ini menandakan perasaan bahaya dari mereka semua dan Fang Zhe turun dengan patuh.
"Fang Zhe ini menyapa semua Senior !" Kata Fang Zhe sambil memberi hormat.
"Semut sepertimu sudah mengabaikan kami sejak lama. Jika bukan karena aku terlalu malas untuk datang kepadamu maka aku sudah membunuhmu sekarang juga." Kata Tu Jiu dengan dingin dan semua Murid menertawakan Fang Zhe.
"Mohon maaf untuk masalah itu... tapi ini bukan wilayah saya. Jika saya tahu Senior akan berkunjung maka saya pasti akan menyambut Senior dengan baik. Tapi bolehkah saya tahu apakah Senior lainya berasal dari Alam Mistik ?" Tanya Fang Zhe yang mencoba untuk memberanikan dirinya.
Tu Jiu dan yang lainya sedikit terkejut, "Siapa yang memberitahumu tentang tempat asal kami. Apakah kau juga memiliki kontak dengan orang-orang Alam Mistik ?"
"Secara alami saya hanya mendengarkan informasi ini dari Kaisar yang merupakan penguasa Kekaisaran Pedang ini. Orang itu menyebut dirinya adalah Kesombongan Surgawi Han Sen, jenius sekaligus orang terkuat di Kekaisaran Pedang yang basis Kultivasinya setara dengan saya." Kata Fang Zhe yang mencoba mencari dukungan.
Fang Zhe sangat berharap kalau nama Han Sen akan menggetarkan hati mereka. Lagi pula kekuatan mereka sudah sangat tinggi dan rencana untuk bertarung sama saja dengan menggali kuburan mereka sendiri.
Cerita tentang Kultivator terkuat dimasa lalu yang menyebut dirinya Kesombongan Surgawi sangat terkenal dimasa lalu. Kebenarannya memang benar-benar ada namun sosok Kesombongan Surgawi sangat dibenci banyak orang dimasa lalu.
Kesombongan Surgawi berasal dari Ras Manusia dan menduduki peringkat pertama daftar surgawi yang legendaris. Bahkan tidak ada satupun Kultivator di Alam Mistik yang dapat dibandingkan dengannya.
Sesuai namanya karakter dari Kesombongan Surgawi sangat sombong. Pada masa itu dia tidak mau membuat Ras Manusia menjadi nomer satu dan tetap acuh tak acuh, jadi pada saat itu semua Ras sangat stabil dan dia menerima banyak kebencian dari Ras Manusia.
Bahkan ada rumor mengatakan bahwa tidak sedikit kekuatan besar Ras Manusia yang hancur ditangannya. Apapun yang dia inginkan maka dia akan memilikinya seolah Alam Mistik hanya miliknya seorang.
Setelah kematian Kesombongan Surgawi yang gagal melangkah ke Alam Immortal menuju keabadian. Bahkan Ras Manusia semakin terpuruk karena semua Ras saling memperebutkan tahtanya hingga jatuh kedasar, walaupun masih ada beberapa kekuatan yang tersisa namun dominasi Ras lainya jauh lebih kuat dan pada saat itu disebut sebagai Era Kekacauan besar.
"Sungguh menggelikan karena ada orang yang berani memakai nama itu. Bawa dia kemari... aku akan membunuhnya secara pribadi karena kebodohannya yang berani memakai nama Kesombongan Surgawi. Hari ini aku akan membiarkanmu hidup... namun jika kau tidak segera membawanya kemari maka aku akan mencari dan membunuhmu !" Tu Jiu menjetikkan jarinya dan menanamkan segel jiwa kepada Fang Zhe.
Tu Jiu mengerahkan sedikit kekuatan jiwa miliknya dan Fang Zhe merasakan sengatan yang menyakitkan seolah Jiwanya dicabik-cabik oleh sesuatu. Perlahan Fang Zhe mengeluarkan Array Teleportasi dan menghilang dari sana, kemarahan terlihat jelas diwajahnya dan ini adalah penghinaan yang besar.
Setelah mereka semua berdiskusi akhirnya Fang Zhe memutuskan untuk pergi sendiri ke Benua Misterius. Kedatangannya bukan untuk meminta Han Sen untuk bertemu dengan Tu Jiu melainkan dia ingin Han Sen melepaskan tanda jiwa yang diberikan Tu Jiu dan bertarung dengannya.
Pria tidak menerima penghinaan mereka mungkin dapat mati namun itu jauh lebih baik dari pada dihina. Terlebih kemungkinan Han Sen juga tidak mungkin duduk diam saja melihat wanitanya dalam bahaya, Fang Zhe yakin bahwa ini akan memicu amarah dari Han Sen dan sekali lagi pertarungan akan meledak.