
Han Sen berendam didalam Kolam dan menyerap manfaatnya. Hanya dalam beberapa hari dia sudah menyerap setengahnya dan Kultivasinya terus menerus melonjak.
An Miao baru saja menyelesaikan tugasnya dan setelah tinggal beberapa hari bersama Han Sen dia cukup terkejut. Penyerapan yang dilakukannya sudah diluar batas wajar dan dia masih bertahan cukup lama sampai sekarang.
"Sudah selesai ?" Han Sen perlahan membuka matanya dan berbalik.
"Iya Tuan." An Miao melemparkan Cincin Ruang yang berisi semua Anggrek tujuh warna.
Han Sen menyimpannya dan berkata, "Tahap Awal Alam Dao Fusion... kemarilah dan berendam didalam Kolam ini. Aku akan mencoba yang terbaik untuk tidak menghabiskannya sendiri sampai kau menerobos !"
"Kalau begitu permisi !" An Miao tidak berniat untuk menolak hal baik ini dan melepaskan semua pakaiannya.
An Miao merasa sangat gugup dan beberapa pikiran aneh terlintas dikepalanya. Tangannya menutupi dadanya dan wajahnya terlihat sangat merah, namun melihat ekspresi Han Sen yang tenang sepertinya dia tidak tertarik sama sekali.
"Bolehkah saya bertanya mengapa Tuan sangat baik memberikan saya kesempatan. Kita berasal dari Ras yang berbeda dan sebelumnya Tuan memiliki konflik dengan Tuan Gong Sumu ?" Tanya An Miao yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.
"Hah... manusia, iblis dan monster memang apa bedanya. Kita hanya Kultivator yang sama-sama mengejar Martial Dao, dalam hidupku aku hanya memegang satu prinsip. Mereka yang berbuat baik harus dibalas dengan sikap yang baik pula, namun jika mereka berniat untuk membunuhku maka aku pasti akan membunuh mereka. Termasuk Gong Sumu... jika aku bertemu dengannya lagi maka itu akan menjadi akhir baginya." Han Sen berkata dengan tegas.
An Miao mengangguk dan paham dengan maksud Han Sen, dia sama sekali tidak mementingkan Ras atau lainya. Sangat jarang melihat orang seroyal ini dan An Miao mulai mengingat kisah yang terkenal dikalangan Ras Iblis.
"Tuan Han sudah seperti orang yang digambarkan Kesombongan Surgawi. Dulu Iblis Langit sangat tangguh dan mendominasi dibawah Pimpinan Raja Iblis Langit Bei Yan. Tuan Bei Xuan adalah keturunannya dan cerita ini cukup terkenal karena ditulis langsung di Prasasti Istana Raja Iblis." Kata An Miao dengan penuh kekaguman.
Bei Yan berasal dari Klan Iblis Langit dan berada satu generasi dengannya. Bei Yan menempati posisi kedua dari daftar surgawi dibawahnya, kekuatannya juga mengerikan dan mereka adalah musuh yang saling menghormati satu sama lain.
"Lalu apa yang dikatakan Raja Iblis Bei Yan tentang Kesombongan Surgawi ?" Tanya Han Sen dengan senyum yang santai.
"Walaupun Kesombongan Surgawi dikenal buruk dan banyak kebencian yang tertuju kepadanya namun Raja Iblis tidak berpikir seperti itu. Dalam hidupnya dia hanya mengagumi satu orang dan sangat menghormatinya dalam rivalitas walaupun dia sama sekali tidak sebanding dengan Kesombongan Surgawi."
An Miao melanjutkan, "Dalam prasasti yang menceritakan kisah Raja Iblis tertulis bahwa Kesombongan Surgawi tidak sepenuhnya apa yang digambarkan. Pemikirannya sangat sederhana dan mirip dengan Tuan Han Sen, didalam otaknya hanya berisi tentang bagaimana caranya menjadi kuat dan dia merupakan penggerak dari generasinya. Namun ada beberapa hal yang mencatat bahwa Kesombongan Surgawi adalah orang mesum yang suka mengambil ****** ***** Ratu Iblis Penggoda."
Han Sen terlihat malu dan mau tidak mau dia memang melakukan hal itu dulu. Bukan karena dia adalah orang mesum melainkan dia kalah taruhan dalam permainan catur dengan Bei Yan, pada akhirnya dia harus mengambil resiko mengambil ****** ***** Ratu Iblis Penggoda.
Bagaimanapun juga dia tidak menyesal dan semuanya layak ketika dia melihat kecantikan telanjang Ratu Iblis yang terkenal. Sayangnya semuanya hanya menjadi masa lalu dan tidak mungkin bisa terulang kembali.
"Lalu bagaimana saat-saat kematian Bei Yan ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Setelah perang yang sangat panjang untuk menduduki kursi yang ditinggalkan Kesombongan Surgawi akhirnya Raja Iblis memutuskan untuk mengikuti jejaknya karena umurnya yang akan habis. Namun pada akhirnya dia berakhir sama seperti Kesombongan Surgawi." Kata An Miao dengan jujur.
"Hahaha... dia hidup seperti selayaknya seorang Pria. Bei Yan layak mendapatkan kehormatan sebagai yang terkuat di Ras Iblis dan disetarakan dengan sosok Binatang Suci dibawah Kesombongan Surgawi. Aku Han Sen sangat mengaguminya dengan tulus." Kata Han Sen sambil tertawa dengan puas.
Seperti itulah apa yang seharusnya Kultivator lakukan, takut dengan kematian bukanlah pilihan yang bijak. Apa yang paling tidak diinginkan seorang Kultivator adalah mereka yang tidak bisa menempa diri mereka lebih jauh lagi, bahkan jika kegagalan sama saja dengan kematian maka semua itu layak untuk dicoba.