Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 120 - Raja Iblis Es


Raja Iblis melompat keatas langit dan tinjunya dengan mudah menghancurkan gelombang Qi Yun Zhe. Bayangan hitam muncul didepannya dan sosok Han Sen dengan sangat cepat menyelinap mendekatinya.


Tangannya berubah menjadi cakar naga dan Petir Emas yang ganas menyelimutinya, tinju Han Sen yang kuat menciptakan ledakan yang besar dan Raja Iblis Es terkena pukulan telak. Darah menyembur dari mulutnya dan Raja Iblis terpental cukup jauh.


Han Sen mengangguk kearah Yun Zhi dan segera dia mengejar Raja Iblis Es. Yun Zhi melesat kebawah dan melempar Tombaknya kearah empat Iblis Es, dirinya sendiri sudah cukup untuk mengatasinya dan dia akan mencoba yang terbaik untuk membunuhnya dan membantu Han Sen.


*Boom.*


Aura yang sangat kuat meledak-ledak dan area disekitar tempat itu hancur. Raja Iblis Es terlihat sangat marah dan sudah sangat lama dia mendapatkan luka dari pertarungan, jadi entah mengapa dia menjadi sangat bersemangat.


"Manusia... Raja ini menginginkan hidupmu !" Raja Iblis Es mendesak Qi miliknya dan tanah mulai berguncang.


Aura dingin disekitarnya memadat menjadi sebuah Anak Panah Es yang melesat kearah Han Sen. Han Sen mengeluarkan Pedang dan mengayunkannya sekuat tenaga.


Qi Pedang yang diselimuti oleh Api Merah menabrak Panah Es dan menciptakan ledakan yang besar. Kabut menutupi area itu dan Han Sen terpental kebelakang hingga menabrak tanah.


Energi Alam diserap dalam jumlah yang besar dan Cincin Semesta mulai berdengung. Kesenjangan antara Alam Divine Sea dan Divine Transformasi sangatlah jauh, mungkin dia kuat saat melawan Alam Divine Transformasi namun Alam Divine Sea memiliki kekuatan yang mendalam.


Raja Iblis Es mengejar kearah Han Sen dengan tawa yang mengejek. Namun sebuah dinding es mulai terbentuk dan menghalangi jalannya, Yun Zhi berdiri didepan Han Sen dan menghalangi jalan Raja Iblis Es.


"Senior Han Sen... apakah kita memilki peluang untuk menang ?" Tanya Yun Zhi yang sudah siap.


"Peluang itu hanya kita yang mampu menciptakannya, Divine Sea memang sangat kuat namun tetap saja dia bukan makhluk abadi. Aku bisa membunuhnya tapi sendirian akan beresiko, aku butuh bantuan darimu !" Kata Han Sen yang mengangkat Pedangnya.


"Kalau begitu aku akan bekerja keras." Yun Zhi tidak ragu untuk mempercayai Han Sen.


Yun Zhi mendesak Qi miliknya dan gelombang Qi dingin melesat kearah Raja Iblis Es. Kedua energi yang sama saling bertabrakan satu sama lain dan menciptakan badai yang besar.


Raja Iblis Es menangkap pedang itu dengan kedua tangannya, perlahan tangannya mulai terbakar dan darah berjatuhan. Tangan kirinya bergerak dan dua kuku yang tajam menembus bahu Han Sen.


"Domain Jiwa Naga." Mata Han Sen bersinar dan tubuh Raja Iblis Es berguncang hebat.


Sekarang bayangan didepannya ada sepasang mata dan seekor Naga yang mengerikan yang benar-benar membuatnya ketakutan. Perlahan Yun Zhi membekukan tubuhnya dan Han Sen mendorong Raja Iblis hingga membuatnya membentur tanah.


Han Sen menghunuskan Pedangnya dan berteriak, "Sekarang lakukan... Pedang Tak Berbentuk Heaven."


Qi Pedang yang sangat besar menyembur dan ketika Raja Iblis Es ingin lari tubuhnya sudah terikat dengan rantai. Semakin dekat Qi Pedang itu maka tekanan yang dia rasakan menjadi sangat kuat.


*Boom.*


Raja Iblis Es terkena serangan telak dan tubuhnya hancur berkeping-keping. Yun Zhi sedikit terkejut dan seperti apa yang dia pikirkan, Han Sen ini sangat kuat dan mungkin lebih baik dirinya.


Han Sen perlahan turun dan melepaskan pakaiannya, dia mendapatkan luka yang dua tusukan dibahunya dan terlihat cukup dalam. Han Sen menghentikan pendarahannya dan Yun Zhi bergegas membantunya.


"Biarkan aku membantumu !" Yun Zhi merobek sedikit kain dan membantu Han Sen membalut lukanya.


"Ini masih belum berakhir... jika Raja Iblis Es ada disini maka mungkin tidak jauh dari tempat ini terdapat sebuah Desa yang dipenuhi Iblis. Seharusnya tidak akan sulit untuk menghadapi mereka dan untuk mencari lebih banyak informasi maka kita harus pergi kesana !" Kata Han Sen dengan jujur.


"Senior sangat pintar... kalau begitu untuk sekarang aku akan mengikuti arahan dari Senior Han." Kata Yun Zhi yang tidak memiliki pilihan lain.


Han Sen jauh lebih mengerti kondisi mereka sekarang dan sepertinya bersama dengannya mungkin terdapat peluang untuk keluar dari situasi ini. Dunia ini bukan rumah mereka dan tempat ini sangat asing, tidaklah nyaman untuk terus menerus menetap ditempat ini dan lebih baik untuk tetap saling bekerjasama menghadapi semua kesulitan.