
Setengah tahun berlalu dalam waktu yang singkat, Han Sen menerobos Tahap Menengah Tingkat Immortal Bumi. Sumber dayanya kali ini benar-benar sudah habis, ditangannya hanya tersisa lima belas ribu Kristal Sumber dan hal ini membuatnya pusing.
"Sudah waktunya bagiku untuk keluar !" Han Sen berdiri dan merapikan dirinya.
Segera dia pergi kegerbang Teleportasi dan melewatinya, disana terdapat beberapa Penjaga dan Han Sen berjalan kearah mereka.
Penjaga itu menatap Han Sen dan berkata, "Nama ?"
"Han Sen... aku sudah mengumpulkan dua ratus ribu Kristal Sumber, apakah aku sudah bisa mendapatkan kebebasan ?" Han Sen meletakkan Cincin Ruang diatas meja dan Penjaga itu memeriksanya.
Penjaga itu mengangguk dan memeriksa Kontrak Jiwa Han Sen, dia sangat terkejut karena hanya dalam waktu setengah tahun saja setelah naik ke Alam Immortal Han Sen dengan cepat mengumpulkan Kristal Sumber sebanyak ini.
Tidak terhitung berapa lama Kultivator selain Han Sen yang tinggal dan masih tetap menambang, jika benar maka kekuatan Han Sen mungkin tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Kau mendapatkan kebebasan setelah menambang setengah tahun, takutnya hanya kau seorang saja yang bisa melakukannya. Katakan dengan jujur metode apa yang kau gunakan ?" Tanya Penjaga itu dengan sungguh-sungguh.
"Junior hanya beruntung... sekelompok orang bekerjasama untuk membunuh Beast yang berada dilapisan terdalam. Junior ini diam-diam mengikutinya dan mengamati situasi, pada saat-saat terakhir Beast itu meledakan dirinya sendiri dan tidak ada orang yang selamat disana. Hasilnya aku mendapatkan panen yang besar dan dapat mengumpulkan semua Kristal Sumber untuk diriku sendiri." Han Sen sedikit mengarang cerita.
Penjaga itu hanya bisa menghela nafas dan tidak curiga sama sekali. Mereka hanya menganggap Han Sen sebagai orang yang beruntung dan tidak lebih, Kontrak Jiwa itu perlahan terbakar dan Han Sen merasa kalau rasa tidak nyaman didalam dirinya hilang.
"Sekarang kau sudah bebas dan bisa pergi kemanapun yang kau mau." Kata Penjaga itu dengan santai.
"Sebelum itu bisakah Senior memberikanku petunjuk dimana Kota terdekat selain tempat ini, Junior ini masih awam dan kurang tahu tentang Domain Kematian ?" Tanya Han Sen dengan sopan.
"Terimakasih Senior." Han Sen mengepalkan tinjunya dan segera terbang menuju kearah selatan.
Penjaga itu tersenyum dan menahan tawa, "Bodoh sekali orang-orang yang baru naik, bahkan jika ada Gerbang Teleportasi disana membutuhkan banyak Kristal Sumber untuk menggunakannya. Aku penasaran bagaimana ekspresinya ketika sampai disana nanti !"
Han Sen terbang dengan cepat dan keluar dari Tanah Suci. Han Sen melewati sebuah hutan yang cukup lebat, Alam Immortal menang sangat berbeda dengan Dunia Bawah dimana Auranya sangat padat.
Bahkan setelah memasuki Hutan dia dapat melihat banyak Tanaman Obat, kali ini tujuannya adalah mempelajari Divine Dao yang dia butuhkan. Kemungkinan besar dia juga harus mempelajari Divine Dao yang benar-benar cocok untuk kelima Istrinya.
Kesadaran Ilahi Han Sen merasakan keberadaan tiga orang, segera dia membungkus dirinya dengan kegalapan dan dia terbang kearah mereka.
Disana dua orang Pria dan seorang wanita muda berada disebuah Kolam dengan air yang berwarna hitam. Han Sen dapat merasakan Yin Qi yang sangat padat dari tempat itu dan ditengah Kolam terdapat sebuah Tanaman Hitam yang memancarkan Aura yang sangat kuat.
"Senior... kita sangat beruntung karena menemukan Tanaman Obat Tingkat Immortal Bumi dengan kualitas yang tinggi. Aku yakin jika kita menjualnya maka kita akan mendapatkan banyak Kristal Sumber yang sangat banyak !" Kata Wanita itu sambil memeluk lengan Pria disampingnya.
"Dari pada menjualnya aku lebih suka memberikannya untukmu. Jika kau memurnikannya maka hanya masalah waktu sampai kau menerobos Tingkat Immortal Bumi seperti kami." Kata Pria itu dengan senyuman yang hangat.
Pria yang lainya merasa tidak senang dengan hal ini, namun dia tidak bisa membantah Seniornya dan berpikir kalau Seniornya sangat bodoh karena ditipu oleh Wanita ini.
Kecantikannya memang menggoda namun dia tidak lebih dari ****** licik yang memanfaatkan situasi. Bahkan wanita ini pernah bercumbu dengannya dan dia hanya bisa mengatakan bahwa Seniornya sangat bodoh karena dimanfaatkan.
Han Sen memperhatikannya dan bergumam dengan pelan, "Ceroboh... harta berharga seperti ini seharusnya memiliki penjaga. Tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan Beast, tempat ini juga mencurigakan karena tidak ada Beast yang lewat. Tidak mungkin semua ini hanya karena kebetulan belaka, takutnya mereka akan mendapatkan masalah jika berani mengambil sesuatu yang dijaga oleh Beast itu."