
Dalam tiga hari ini upacara pernikahan digelar dengan sangat megah. Semua orang berpesta dan Han Sen bersama dengan keempat Istrinya menyambut semua tamu.
Shi Feng yang merupakan wali dari Han Sen merasakan kepuasan terbesar. Walaupun Han Sen tidak berasal dari Keluarga Shi namun dia sudah seperti Putranya sendiri, Keluarga Shi hanya bisa menyesal bahwa mereka tidak tahu tentang masa depan Han Sen yang sangat cerah.
Namun Han Sen tidak menutup mata kepada mereka. Shi Feng sekarang ditunjuk sebagai Tuan Kota Api menggantikannya, tentunya Keluarga Shie juga naik sebagai Keluarga kelas pertama dan banyak orang yang bersulang untuk Shi Feng.
Shi Feng menyentuh pundak Han Sen dan berkata, "Sekarang kau sudah menikah dan memiliki tanggung jawab. Kau memiliki empat orang Istri yang sangat sempurna dan sangat mencintaimu, pastikan kau bersikap adil kepada mereka !"
"Anak ini akan mengingat baik-baik pesan dari Paman." Han Sen berkata dengan sungguh-sungguh.
"Ya... sekarang pergi dan temui mereka... jangan buat mereka menunggumu !" Kata Shi Feng sambil melambaikan tangannya.
Han Sen mengangguk dan pamit kepada semua tamu. Segera dia pergi menuju kamar pengantin secara acak, tentunya ada empat kamar pengantin dan Han Sen harus menghabiskan satu malam ditempat mereka.
Namun Han Sen bukan orang yang bodoh, hanya karena sebuah dinding bukan berati dia tidak bisa melihat kedalamnya. Dirinya akan pergi ke Kamar Liu Shuang, Han Sen akan mengambil urutan yang tepat. Malam pengantin sangat panjang dan semua orang sedang bersenang.
....
Disisi lain di Kekaisaran Pedang Tian Yan duduk disinggasananya. Mendengar laporan bahwa Han Sen sudah kembali dan menerobos Alam Virtual membuatnya sangat murka, semua petinggi disana terlihat sangat ketakutan dan tidak ada yang berani berbicara.
Luka dalamnya masih belum benar-benar pulih sepenuhnya, serangan putus asa dari Han Sen benar-benar melukainya dengan keras. Jika bukan karena perlindungan Pedang Dewa maka dirinya pasti akan mati pada saat itu juga.
Ramalan itu memang bukan sebuah omong kosong, Naga yang dimaksud akan menghancurkan Kekaisaran Pedang adalah Han Sen itu sendiri. Jika dia dalam kondisi Primanya maka mungkin sekarang dia akan pergi kesana dan membunuh Han Sen, membiarkannya tumbuh akan menjadi masalah serius nantinya.
"Kaisar tidak perlu turun tangan... membunuhnya secara langsung pasti akan sulit. Tapi jika kita melemahkan kekuatannya itu akan menjadi hal yang mudah." Kata Bai Lie dengan santai.
"Ho... coba katakan apa yang kau rencanakan ?" Tanya Tian Yan yang sedikit tertarik.
"Singkat saja Kaisar... mereka tidak sama seperti kita yang satu kesatuan. Fang Zhe mungkin sangat kuat namun dia tidak pernah menyatukan semuanya dibawah kendalinya." Kata Bai Lie dengan jujur.
Tian Yan mengangguk dan berkata, "Aku tahu benar apa yang dipikiran Pria itu, aku sudah bertarung dengannya beberapa kali dan orang tua itu adalah penggila pertarungan yang sebenarnya. Namun jika dihitung pada tingkat bahaya maka Han Sen jauh lebih berbahaya dengan semua potensi hebatnya."
"Maka dari itulah saya dapat mengambil kesimpulan. Kerajaan Xianjiang dan Sekte Awan sama sekali tidak bisa disentuh... 19 Kerajaan dan keempat Sekte adalah mangsa kita, dengan Artifak itu kita bisa membuat kerugian besar disana !" Kata Bai Lie dengan senyum yang licik.
Mengincar Han Sen secara langsung adalah hal yang mustahil mengingat dia banyak pengawasan yang tertuju kepadanya. Terlebih mereka sendiri tidak memiliki keyakinan besar untuk membunuh Han Sen tanpa adanya Tian Yan.
Jadi Bai Lie sudah menyiapkan beberapa rencana yang bagus. Seorang Jendral tidak akan hebat tanpa pasukan yang terorganisir dibelakangnya, jadi selama mereka menghancurkan Pasukan itu maka kekuatan Jendral itu akan melemah dengan sendirinya.
"Aku tidak menyangka dalam waktu yang singkat kau bahkan bisa memikirkan semua rencana hebat itu. Semua pengaturan aku serahkan kepadamu... sebentar lagi aku akan pulih sepenuhnya dan ini adalah permainan waktu, dalam perang mengambil semua peluang untuk menang adalah tindakan yang bijak."
Tian Yan melanjutkan, "Fang Zhe itu adalah idiot dalam pertarungan sedangkan Han Sen memang luar biasa namun tidak berpengalaman. Aku akan mengajari mereka apa itu Hukum dari Medan Perang !"
"Sesuai apa yang Kaisar perintahkan... saya akan mundur terlebih dahulu kalau begitu." Bai Lie memberi hormat dan segera pergi untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kali ini mereka akan membuat gerakan besar dan dia tidak sabar melihat Han Sen menderita, setelah dia dipermalukan waktu itu Bai Lie masih memiliki dendam besar yang harus dia bereskan.