
Tu Jiu dan yang lainya masih menunggu dengan tenang, tiba-tiba saja Aura membunuh yang sangat kuat ditujukan kepada mereka. Fang Zhe dan yang lainya bersembunyi cukup jauh, walaupun hal ini sangat memalukan namun ini adalah perintah yang Han Sen berikan.
Han Sen menunjukan sosoknya dan berkata, "Kalian semua ikut denganku... tempat ini terlalu sempit untuk kita ?"
Han Sen tidak ingin mengambil resiko dengan bertarung ditempat ini. Jika jalan keluar Dunia Surga dan Bumi hancur maka dia tidak akan tahu masalah macam apa yang terjadi nantinya, segera dia terbang sendirian dan Tu Jiu mengikutinya.
Mereka berdua berhenti ditengah lautan yang luas dan Aura membunuh Tu Jiu terlihat sangat mengerikan. Han Sen tersenyum dan tidak menyangka kalau Tu Jiu akan sangat berani menghadapi dirinya seorang diri.
"Kau yakin tidak ingin memanggil mereka ?" Tanya Han Sen dengan senyum yang mengejek.
"Melawanmu itu sama saja dengan melawan seekor semut. Apakah aku masih membutuhkan mereka !" Kata Tu Jiu yang memprovokasi Han Sen.
"Semut kah... sepertinya kau sudah salah paham akan satu hal. Aku tidak ingin membuang banyak waktu dan langsung membunuh kalian sekaligus disini, kau menganggapku sebagai lelucon bukan maka aku ingin melihat seberapa hebat dirimu !" Han Sen melesat kearah Tu Jiu dan tinjunya diselimuti Petir Emas.
"Trik sampah." Tu Jiu mendesak Qi miliknya dan menciptakan penghalang.
Han Sen meninju penghalang itu dengan keras dan dalam sekali pukul penghalang Qi itu hancur berkeping-keping. Tu Jiu sangat terkejut dengan kekuatan Han Sen dan sudah meremehkannya, dadanya dipukul dengan sangat keras dan petir emas membuat rasa sakitnya menjadi sangat parah.
*Boom.*
Tu Jiu terpental kebelakang dan masuk kedalam air, Aura membunuhnya meledak dan menciptakan ombak yang sangat tinggi. Sudut mulutnya mengeluarkan darah dan bodohnya dia sudah lengah karena mengira Han Sen itu sangat lemah.
"Hee... bagaimana rasanya pukulan dari semut yang kau anggap sebagai lelucon. Tapi sebenarnya lelucon itu adalah kau sendiri bukan !" Kata Han Sen sambil mengejek.
Aura Tu Jiu meluap dan dia melesat kearah Han Sen seperti anak panah. Han Sen memadatkan Pedangnya dan menahan pukulan Tu Jiu yang sangat kuat, sudut mulutnya mengeluarkan darah dan Han Sen terdorong mundur.
"Argh." Teriakan keras dari Tu Jiu menciptakan gelombang suara yang sangat kuat.
Han Sen merasa telinganya sangat sakit dan tulangnya mulai bergeser. Jiwa Beladiri Tu Jiu memanfaatkan gelombang suara yang hebat dan itu masih cukup langka.
Pedang ditangan Han Sen hancur dan dia terkena pukulan telak. Han Sen mendarat diatas permukaan air dan tersenyum sambil menahan rasa sakit.
"Sungguh memalukan karena diriku harus membunuhmu dengan bantuan Jiwa Beladiriku." Kata Tu Jiu dengan marah.
"Kau baru sadar bahwa dirimu adalah orang yang tak tahu malu !" Han Sen sedikit menggoda Tu Jiu.
"Pintar berbicara juga tidak akan membuatmu lolos dari kematian." Tu Jiu menerjang kearah Han Sen dengan penuh kemarahan.
Han Sen juga melompat kearahnya dan bertarung diatas langit. Cakar Naga yang keras saling berbenturan dengan serangan Tu Jiu dan walaupun Han Sen kalah dalam kekuatan dia masih mampu mengimbangi gerakan Tu Jiu.
Benturan dari kekuatan mereka menciptakan gelombang kejut yang besar. Semua orang dapat merasakan sensasi dua Aura yang saling bertabrakan dan air laut terus menciptakan ombak yang besar.
Tu Jiu sekarang benar-benar dipermalukan oleh Han Sen. Mungkin dia unggul dalam kekuatan namun fakta dia berusaha keras untuk menghadapi Han Sen adalah hal yang memalukan, Kultivasi mereka berjarak sangat jauh namun Han Sen dengan pasti dapat menahan serangan mereka.
Namun tiba-tiba sebuah pita berwarna merah muda menjerat kedua tangan Han Sen, gelombang Qi ditembakkan kesegala arah dan menciptakan ledakan yang besar. Laut disekitar mereka berguncang sangat hebat dan kesembilan Murid akhirnya masuk dalam pertarungan.
Han Sen terlihat babak belur namun dia masih tersenyum dengan percaya diri, "Hehehe... pada akhirnya sampah tetaplah sampah. Pada akhirnya kalian juga datang dan melakukan serangan secara tiba-tiba. Sungguh lelucon yang menggelikan sebagai Kultivator Alam Dao Fusion yang mengeroyok Kultivator Alam Virtual, bukankah ini lelucon yang bagus jika diketahui oleh orang lain !"
"Memangnya siapa yang akan tahu selama kau akan mati. Aku mengakui bahwa kau itu kuat namun hidupmu akan berakhir disini sekarang juga. Dalam pertarungan hidup dan mati segala cara dapat digunakan selama itu memungkinkan untuk menang." Tu Jiu dan yang lainya tertawa dengan keras.