Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 55 - Pertarungan Arena


Dua hari berlalu dengan sangat cepat dan Arena saat ini penuh dengan banyak orang besar yang berkumpul. Pertarungan dua kabar pertarungan dua Keluarga menyebar dengan sangat luas dan Keluarga Fan memanggil semua Tetuanya untuk datang.


Banyak dari Keluarga besar juga datang untuk melihat pertarungan ini. Terlebih Keluarga Liang, Qing dan Luo yang merupakan Keluarga kelas pertama.


Pernyataan Han Sen ketika sewaktu di Aula Istana sedikit membuat minat mereka. Apakah arogansi yang ditunjukan waktu itu dapat dibuktikan dengan kekuatannya atau tidak maka itu akan terjadi hari ini.


Kedua Pangeran dan Putri ketiga juga datang untuk melihat keseruan pertarungan. Hanya saja sejak awal Yao Wu terlihat sangat gelisah melihat barisan orang kuat Keluarga Fan.


Wu Tian baru saja pulih dari penyakitnya dan Wu Sue sedikit penasaran dengan Han Sen. Jika apa yang dikatakan Liang Yu benar maka kekuatannya mungkin dapat menyaingi Luo Feng sebagai Jenius Muda pertama di Kerajaan, jika dia mendapatkan dukungan dari orang seperti itu maka kesempatannya untuk bersaing dengan Wu Tian akan terbuka lebar.


Liu Shuang juga berada ditribun yang sama dengan mereka bertiga. Sejak awal Wu Sue merupakan Saudara dan Anak dari Bibinya, kerena itulah Keluarga Liu merupakan Keluarga Bangsawan.


"Adik Liu Shuang... kau selalu mengatakan bahwa Kakak Han Sen adalah orang yang hebat. Keluarga Fan akan bertempur habis-habisan dan dengan barisan para Tetua ini, menurutmu siapa yang akan menang ?" Tanya Wu Sue dengan santai.


"Kakak Han tidak akan kalah... walaupun dia cukup sombong namun dia adalah pria yang sangat tegas. Jika dia mampu maka dia akan maju dengan penuh kepastian untuk menang." Kata Liu Shuang dengan santai.


"Lalu bagaimana jika dibandingkan denganku !" Seorang Pria masuk kedalam tribun mereka dan itu adalah Luo Feng bersama dengan Qing Yong.


"Apakah Tuan Luo Feng ingin bertarung dengan Kakak Han, setelah ini selesai aku akan menyampaikannya !" Kata Liu Shuang dengan malas.


"Memangnya seberapa kuat dia itu... Liu Shuang aku sudah mengirimkan surat lamaran ke Keluarga Liu berkali-kali. Aku akan mematahkan kaki Kakakmu itu jika kau tidak segera memberikan jawaban." Kata Qing Yong dengan kesal.


Liu Shuang mengabaikan Qing Yong seperti angin lewat dan tidak ingin menjawabnya. Langkah kaki yang keras terdengar dan Han Sen datang bersama dengan Chai Ying disampingnya.


Mata semua orang berbinar dan tidak menyangka bahwa Han Sen akan berani datang. Semua orang bertaruh dengan Batu Roh mereka dan hampir mereka semua bertaruh untuk Keluarga Fan.


"Berisik sekali." Han Sen mengorek telinganya dan merasa kesal.


Chai Ying melompat ketengah arena dan tanpa pikir panjang dia maju pertama, "Saya adalah Chai Ying dan merupakan Pedang dari Tuan Han Sen, saya naik kearena untuk menantang salah satu anggota Keluarga Fan !"


"Gadis kecil yang berada di Alam Golden Core Tahap Akhir berani naik. Bakat yang bagus tapi sayangnya Tuanmu menginginkanmu untuk mati !" Kata Fan Hai dengan senyum yang lebar.


"Ayah... untuk membunuhnya serahkan saja kepadaku. Kalian tidak perlu merepotkan diri sendiri dan biarkan aku Fan Lim yang mengurusnya !" Kata Fan Lim yang merupakan Putra dari Fan Hai.


Fan Hai sama sekali tidak keberatan dan Fan Lim melompat kebawah. Han Sen duduk dengan santai dan Chai Ying sama sekali tidak gentar, Fan Lim hanya berada di Tahap Awal Nascent Soul dan seharusnya ini akan menjadi pertarungan yang mudah untuknya.


"Gadis kecil... aku akan memberikan contoh kepadamu apa akibatnya dengan menyinggung Keluarga Fan. Aku akan menyiksamu secara perlahan, merobek semua pakaian dan menunjukan tubuhmu kepada para penonton. Setelah itu baru kau akan mati ditanganku !" Kata Fan Lim dengan nada yang arogan.


Chai Ying memegang Pedang dipinggangnya dan berkata, "Tuanku sedang menunggu... tidak perlu banyak bicara dan bisakah kita mulai !"


"Sesuai keinginanmu !" Fan Lim melesat kearah Chai Ying dan meninju kearahnya.


Bayangan Serigala yang ganas terlihat jelas dalam tinjunya. Namun sosok Chai Ying bergerak dengan kecepatan cahaya, Fan Lim dengan panik memiringkan kepalanya dan Chai Ying sudah melewatinya.


Darah perlahan mulai mengalir dan terlihat jelas luka tebasan Pedang dileher Fan Lim. Semua orang sangat terkejut melihat hal ini dan Fan Lim terlihat sangat marah, jika dia terlambat sedikit saja maka kepalanya mungkin akan terpotong.


Han Sen mengerutkan keningnya dan berkata, "Chai Ying... jangan menahan diri dan memberikan belas kasihan. Kau sudah membuang peluang untuk membunuhnya dalam sekali gerakan, aku tahu kalau kau tidak memiliki pengalaman dalam membunuh seseorang. Tapi apakah kau tidak dengar apa yang dikatakannya barusan, jika kau tidak memiliki kemampuan maka nasibmu mungkin sudah seperti apa yang dia katakan. Dalam pertarungan ini kau harus membunuhnya... jika kau tidak bisa maka turunlah dan jangan ikuti aku."