Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 151 - Penyerangan


Disisi lain Serikat Alkemis mulai dalam.proses pembangunan. Yao Wu dan Liu Shuang membantu semua hal yang dibutuhkan oleh Cang Yuan.


Posisinya berada tepat disamping Ibukota Kerajaan dan merupakan tanah kosong yang bagus. Cang Yuan sengaja mengambil tata letak ini agar mudah berhubungan dengan Han Sen dimasa depan.


Wudie sendiri diminta Yao Wu untuk kembali dan melaporkan situasinya kepada Han Sen. Liu Shuang juga melihat banyak hal namun tidak ada yang sebagus apa yang dibuat oleh Han Sen.


"Kakak Yao... Pil Roh disini bahkan tidak bisa dibandingkan dengan apa yang Suami kita buat !" Kata Liu Shuang sambil menunjuk beberapa Pil Roh dan Artifak.


Semua Alkemis yang mendengar perkataan Liu Shuang merasa jantungnya tertusuk benda tajam, namun tidak ada yang berani menyangkal perkataannya. Jika mereka berani menanggapinya maka itu artinya mereka menyetarakan dirinya dengan Han Sen, dalam segi apapun mereka tidak akan berani melakukannya dan Yao Wu hanya bisa tersenyum canggung menanggapi ekspresi mereka.


"Adik Liu... lain kali jika ingin membandingkan maka lihatlah situasi. Mereka adalah Alkemis yang bermartabat dan tidak sedikit nyawa yang sudah mereka selamatkan. Walaupun perkataanmu tidak salah tetapi kita harus memberikan wajah kepada mereka yang sudah berjuang dengan keras dalam Alkimia." Kata Yao Wu dengan sungkan.


Liu Shuang menggaruk kepalanya dan tersenyum, "Sepertinya aku terlalu bertindak lancang !"


"Jangan khawatir... apa yang dikatakan Nyonya Liu Shuang itu sangat benar. Raja Han Sen adalah panutan kami Serikat Alkemis... kami orang rendahan tidak bisa disetarakan dengannya dan kami sangat beruntung karena mendapatkan pengajaran langsung dari Beliau." Kata Cang Yuan dengan penuh kekaguman.


*Boom.*


Gelombang ledakan yang sangat besar terdengar sangat keras. Yao Wu dan Liu Shuang segera keluar untuk melihat kearah sumber ledakan, seorang Pria berjubah hitam membantai para Penjaga dan saat ini dia sedang dikepung oleh sekumpulan Master Alam Divine Transformasi.


"Lancang sekali... hanya berada di Tahap Awal Alam Divine Transformasi berani membuat keributan ditempat kami !" Teriak salah seorang Master dengan marah.


"Kalian membuatku kesulitan karena pindah kesini. Tapi karena kalian sudah berkumpul disatu tempat maka hal ini akan memudahkan pekerjaanku." Pria berjubah hitam itu mengeluarkan sebuah Token.


Token itu mulai bersinar dan Array yang besar perlahan mulai terbentuk. Seekor Burung Hitam raksasa keluar dari Array itu dan Auranya berada di Tahap Awal Alam Virtual.


Sekarang Burung Neraka mengamuk dan Auranya terlihat sangat menakutkan. Semua Kultivator Divine Transformasi gemetar ketakutan, hanya mendengar teriakannya saja Jiwa mereka seolah dicabik-cabik dan bahkan melarikan diri adalah sesuatu yang sangat sulit.


*Boom.*


Dua bola cahaya melesat kearah Burung Neraka dan tepat mengenainya. Burung Neraka itu mundur cukup jauh kebelakang, Yao Wu dan Liu Shuang mengambil gerakan terlebih dahulu dan mereka tidak akan membiarkan para Alkemis terluka.


"Kalian semua mundur dan biarkan kami mengurus burung ini. Pastikan kejar Pria yang sudah membuat keributan dan jangan biarkan dia lolos !" Yao Wu dan Liu Shuang pergi dan berniat menghadapi Burung Neraka.


Walaupun Kultivasi mereka hanya berada di Tahap Menengah Alam Divine Sea, namun mereka memiliki modal yang cukup untuk bertarung dengan Ahli Alam Virtual selama mereka bekerjasama.


Armor yang mereka gunakan dapat meredam tekanan kekuatan jiwa Burung Neraka secara maksimal. Hanya dengan diri mereka maka mungkin sulit untuk menggores Burung Neraka, namun mereka memiliki Pedang yang merupakan Artifak Tingkat Virtual yang langsung dibuat oleh Han Sen dengan kecocokan atribut mereka.


"Kakak Yao... kita tidak boleh memberikan Burung itu kesempatan untuk menyerang. Sepertinya sewaktu dia diteleportasikan kemari Burung Neraka terkena efek sampingnya, kita akhiri ini dengan cepat sebelum situasinya menjadi sulit untuk kita berdua." Kata Liu Shuang dengan sungguh-sungguh.


"Ya." Yao Wu melesat keatas langit.


Liu Shuang mendesak Qi miliknya dan Sayap Api Merah muncul dipunggungnya. Segera dia melesat kearah Burung Neraka dan menghunuskan Pedangnya.


Liu Shuang bertransformasi penuh dengan Jiwa Beladirinya dan cakar yang kuat mencengkram tubuh Burung Neraka. Liu Shuang berdiri dibawahnya dan mengayunkan Pedangnya, Pusaran Badai Api Merah yang ganas dan sayatan Pedang yang tajam menembus pertahanan Burung Neraka dan menyeretnya keatas langit.


Semua orang tidak bisa menahan diri untuk tidak kagum kepada Liu Shuang. Kekuatannya sangatlah hebat dan Jiwa Burung Vermilion terlihat sangat indah dimata semua orang, bahkan dengan satu kali serangan Burung Neraka mendapatkan luka yang keras dan sekarang dia diseret dalam pusaran badai api merah yang sangat ganas.