Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 110 - Membayar Rasa Terimakasih


Setelah dua hari mengamati Fang Zhi terlihat jauh lebih baik. Yao Wu dan Liu Shuang mengalami lonjakan besar dan sepertinya mereka dapat menerobos Tahap Menengah Divine Transformasi kapan saja.


Han Sen tidak akan menetap lebih lama dan menyerahkan semuanya kepada mereka berdua. Lagi pula dia harus melihat Kelompoknya dan sepertinya pemenang sudah ditentukan sekarang.


Han Sen keluar dan meregangkan ototnya, setelah semuanya selesai dia meminta Yao Wu dan Liu Shuang untuk kembali dan sekarang dia akan kembali terlebih dahulu untuk mengecek situasi kelompoknya.


Jaraknya tidak terlalu jauh dan hanya dalam waktu beberapa menit Han Sen sudah tiba. Chai Ying bergegas menemui Han Sen dan menceritakan masalah tentang Duan Tongtian, jadi Han Sen mengatakan kepadanya kalau semua itu adalah perintahnya.


Saru persatu dari mereka keluar dan Han Sen dikejutkan oleh Wu Dao. Raja sendiri datang bersama dengan Luo Yun dan untuk memenuhi panggilan dari Leluhur.


Luo Yun terlihat sangat pucat dan berkata, "Leluhur Chen Mu sudah mengatakan semuanya kepadaku tentang Teknik Penanaman Jiwa, dia berkata kalau kau lebih berpengetahuan darinya dan tolong katakan yang sebenarnya padaku !"


Wu Dao sendiri juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada Luo Feng. Han Sen menjelaskan semuanya kepada Luo Yun dan tidak menutupi kebenaran apapun.


Luo Yun sendiri tidak tahu harus menunjukan ekspresi seperti apa. Kemarahan dan kesedihan didalam dirinya kini bercampur aduk, tidak heran Luo Feng sangat terampil dalam hal apapun dan kebenarannya adalah tubuh Putranya sudah direbut oleh orang lain.


Han Sen menghela nafas dan berkata, "Aku mengatakan semua ini bukan untuk menutupi kebenaran bahwa aku adalah orang yang membunuhnya. Aku tidak peduli apakah kau ingin membenciku atau membalas dendam, tapi untuk kali ini dengarkan baik-baik apa yang aku katakan padamu !"


Han Sen melanjutkan, "Sesaat setelah aku menangkap Jiwa Anjing itu... aku mendengar seseorang yang jelas berterimakasih kepadaku. Jika harus menebaknya maka itu mungkin adalah sisa kehendak Jiwa dari Putramu yang ditekan oleh Bajingan itu, dia mungkin berterimakasih karena sudah merasa dibebaskan."


Semua orang menutup mulut mereka dan tidak ada sedikitpun suara. Mungkin semua ini terdengar konyol namun kebenaran ini dikonfirmasi langsung oleh Han Sen dan kedua Leluhur Sekte Awan secara langsung.


Tekanannya sangat kuat dan semua orang dengan jelas dapat merasakannya. Namun dibawah kendali Han Sen Jiwa Naga Bumi itu sudah seperti ular kecil yang sama sekali tidak ada artinya.


"Terimakasih atas kebaikannya... tapi akan jauh lebih baik jika kau yang menggunakannya, aku sepenuhnya percaya kepadamu dan tidak alasan mengapa kau harus bertindak kejam kepada kami." Kata Luo Yun dengan penuh kehormatan.


"Hah... aku tidak membutuhkannya... jika dibandingkan Jiwa Beladiri milikku Naga Bumi itu tidak akan sebanding. Terimalah... aku akan membayar rasa terimakasih Anakmu dengan benar." Han Sen membentuk sebuah Array dan berjalan kebelakang punggung Luo Yun.


Secara paksa dia menanamkan Jiwa Beladiri Naga Bumi kedalam tubuhnya. Urat ditubuh Luo Yun terlihat sangat jelas dan darahnya seolah mendidih, Jiwa Naga Bumi itu menghancurkan Jiwa Beladiri miliknya dan sepenuhnya menggantikannya.


Han Sen sangat terkejut dan tidak menyangka kalau hal ini akan berjalan dengan mudah. Umumnya hal ini mungkin akan membuat Luo Yun merasakan rasa sakit beberapa hari dan mungkin saja dia bisa mati, namun Jiwa Naga Bumi ini sama sekali tidak menolaknya dan menerimanya.


Namun semua hanya hanya berlangsung dalam hitungan menit dan Jiwa Naga Bumi sepenuhnya menyatu dengan Luo Yun. Seorang Pria dengan jubah putih segera masuk kedalam dengan kepala yang terangkat, namun ketika dia melihat Han Sen kesombongannya langsung hilang dan dia memberi hormat kepadanya.


"Salam untuk Tuan Han Sen !" Kata Pria itu dengan sopan.


"Ada perlu apa kau datang kemari dan siapa yang menyuruhmu ?" Tanya Han Sen dengan dingin.


"Leluhur Chen Mu... Beliau ingin mengundang Raja Wu Dao dan Luo Yun pergi menemuinya." Kata Pria itu dengan jujur.


"Ho... Tuan Luo Yun... sepertinya waktu untuk membalas dendam sudah tiba. Aku sengaja menangkap Jiwa itu dan berniat untuk membuatmu memutuskan kehidupannya, dia adalah manusia yang berhati keji. Bahkan dia tega melakukan hal ini kepada Anakmu yang baru saja lahir, jika kau mendengar saranku maka lebih baik untuk meminta Senior Chen Mu membunuhnya. Tapi jika kau ingin melampiaskan dendam... menyiksanya perlahan juga tidak terlalu buruk sepertinya." Kata Han Sen dengan santai.