
"Kau tidak perlu melakukannya karena aku sudah selesai." Fan Hai sudah menyelesaikan transformasi miliknya dan wujudnya sekarang sudah seperti manusia Serigala yang besar.
Fan Hai melesat kearah Han Sen dengan kecepatan yang luar biasa. Han Sen juga melakukan hal yang sama dan tinju mereka saling berbenturan, arena tempat mereka bertarung berguncang dan semua orang sedikit panik.
Tubuh Fan Hai terpental dan membentur dinding sampai menghancurkannya. Namun dia segera bangkit dan tertawa karena tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.
"Hahaha... Han Sen... Keluarga Fan dulu pernah menolong seorang Tetua dari Sekte Langit Iblis, Tetua itu memberikan Pil Roh ini kepadaku dan aku mendapatkan kekuatan yang besar. Kau akan mati sekarang !" Kata Fan Hai dengan Aura membunuh yang gila.
Han Sen merasakan pergelangan tangannya sedikit kebas dan tersenyum, "Kekuatanmu lumayan berkembang. Tapi sepertinya kau tidak akan mampu mempertahankan bentuk itu, paling banyak lima menit lagi kau akan jatuh seperti bayi dan kau masih bisa sombong."
"Lima menit sudah cukup untuk membunuhmu !" Fan Hai terbang keatas langit dan Auranya meledak.
Fan Hai membentuk segel dan meninju kearah Han Sen, Api yang besar membentuk sebuah Serigala yang melesat kebawah. Karena dia tidak memiliki banyak waktu untuk mempertahankan wujudnya maka Fan Hai akan bertarung dengan kekuatan penuhnya.
Han Sen tersenyum dengan puas dan melesat keatas langit. Tangannya diselimuti Qi yang ganas dan dia mengayunkannya, cakar naga yang besar menyapu Serigala Api dan gelombang panas yang kuat menyebar.
"Kita akhiri sampai disini !" Han Sen terus melesat dan tangannya menusuk dada Fan Hai.
Han Sen meremas jantungnya sampai hancur dan darah menetes dari atas langit. Untuk memaksa dirinya menggunakan sedikit kemampuan Jiwa Naga Surgawi itu sudah menjadi pencapaian yang besar.
Bahkan jika dia memiliki kekuatan yang setara dengan Alam Divine Transformasi, fakta bahwa Fan Hai masih seorang Kultivator Alam Nascent Soul tidak akan pernah berubah sekalipun dia meningkatkan kekuatannya dengan paksa.
Han Sen perlahan turun dan mayat Fan Hai dibakarnya menjadi abu. Sejujurnya dia tertarik untuk mengekstrak kekuatan Fan Hai dengan Atribut Kegelapan, tapi Han Sen yakin bahwa nantinya akan mengundang banyak perhatian jika ada orang yang menyadarinya.
"Sesuai dengan perjanjian pertarungan yang sebelumnya. Dia yang menang dapat memiliki segalanya dari yang kalah, mulai hari ini Keluarga Han akan berdiri kembali di Kota Api. Siapapun yang tidak terima dengan hasil ini bisa turun, aku masih memiliki banyak tenaga untuk bertarung !" Kata Han Sen dengan tegas.
Chai Ying merasa sangat senang karena mereka memenangkan pertarungan. Han Sen terbang ketribun Yao Wu dan berhenti tepat didepannya.
"Bagaimana... apakah aku sudah tidak membuatmu khawatir !" Kata Han Sen dengan senyum yang santai.
Yao Wu memalingkan wajahnya dan kedua Pangeran sangat terkejut dengan hal ini, sejak kapan Yao Wu menunjukan ekspresi seperti itu kepada seorang Pria dan Liu Shuang terlihat sangat cemburu.
"Kakak Han... bagaimana kau sejahat itu kepadaku ?" Kata Liu Shuang dengan kesal.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan kepadamu ?" Tanya Han Sen dengan bingung.
"Pikir saja sendiri." Liu Shuang terlihat kesal.
Han Sen melirik kearah Luo Feng dan Qing Yong, dia dapat merasakan tatapan permusuhan dimata mereka seolah ada niat bertarung yang sangat kuat.
Luo Feng tersenyum dengan ganas dan berkata, "Diusia yang muda kau sudah memiliki kekuatan seperti ini. Aku benar-benar ingin mencoba bertarung denganmu dan menentukan siapa jenius yang sebenarnya !"
"Hei... sepertinya kau lupa apa yang terakhir kali aku katakan saat kita bertemu di Gunung. Sampah sepertimu tidak akan mungkin bisa menang melawanku, bahkan jika kau berada dipuncak kekuatanmu aku bisa membunuhmu seperti seekor Semut." Kata Han Sen dengan dingin.
Mata Luo Feng terbuka lebar dan mereka berempat sangat terkejut. Mungkin di Kerajaan ini hanya Han Sen seorang yang berani menyebut Luo Feng sampah, keberanian ini sangat layak mendapatkan pujian.
"Kenapa... apakah kau sangat bangga dengan Jiwa Naga Bumi milikmu. Mungkin menurut standar kalian Jiwa Naga Bumi sangatlah hebat, tapi bagiku itu tidak lebih dari kadal bersisik yang bisa aku injak kapan saja."
Han Sen melanjutkan, "Kau ingin bersaing denganku bukan... lalu bagaimana jika bersaing dalam kekuatan Jiwa Beladiri. Tapi ketika semuanya sudah dimulai aku tidak bisa menjamin bahwa Jiwa Naga Bumi akan masih tetap ada nantinya !"