Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 85 - Siapa Yang Akan Terima ?


Bayangan hitam muncul ditengah-tengah mereka dan itu adalah Wudie. Merasakan gelombang Qi sebelumnya membuatnya dia paham dengan situasinya, melihat tangan Yao Wu yang terdapat luka bakar membuatnya sangat mengerti.


"Tidak tahu malu... dua orang Pria menyerang seorang Gadis bersamaan. Terlebih Gadis itu adalah Adik kalian sendiri !" Teriak Wudie dengan penuh kemarahan.


"Jaga bicaramu... kau tidak lebih dari seorang Penjaga Kerajaan." Teriak Wu Tian dengan marah.


Wu Sue membungkuk dan mengambil inisiatif, "Tolong maafkan kami... awalnya kami hanya bermaksud menguji kemampuan Adik karena basis Kultivasinya lebih tinggi. Tapi kami tidak menyangka kalau elemen api dan angin milik kami akan menyatu dan melukainya."


Yao Wu mencoba menenangkan dirinya dan berkata, "Sudahi semua ini !"


Segera Yao Wu pergi dari tempat itu dan tidak memperdulikan mereka. Semarah apapun dirinya mereka tetaplah Saudaranya, jika saja mereka bukan Saudaranya maka Yao Wu tidak akan sungkan untuk membunuh mereka berdua.


"Aku memanglah seorang Penjaga Kerajaan dan sudah bersumpah setia kepada Raja. Tapi Bocah kecil seperti kalian tidak akan layak untuk mengaturku, jangankan menjadi seorang Raja dimasa depan. Kalian tidak akan memiliki kesempatan untuk itu, bahkan jika salah satu dari kalian menjadi seorang Raja maka kami ketiga Penjaga akan mundur." Wudie perlahan menghilang dan berniat melaporkan masalah ini kepada Raja.


Tentunya kabar Putri ketiga yang dilukai oleh kedua Pangeran menyebar dari mulut ke mulut, entah itu Penjaga atau Pelayan semuanya mendengar kabar ini.


Keesokan paginya gelombang kejut yang sangat kuat menyapu kamar Pangeran pertama. Ledakan yang hebat terdengar cukup keras dan Wu Tian terlempar keluar halaman.


Disana banyak orang yang sedang beristirahat untuk seleksi besok. Beberapa Penjaga mulai keluar dan tidak tahu keributan apa yang sebenarnya terjadi.


Wu Tian terlihat babak belur dan ekspresinya menunjukan ketakutan yang mengerikan, Han Sen terbang kearahnya dan dia mencengkram leher Wu Sue dan melemparnya kebawah.


"Apakah kalian berpikir diri kalian sudah sangat hebat... jika kalian merasa mampu mengapa kalian berdua tidak melawanku sekarang. Dua Pria dewasa menyerang Adik mereka dan melukainya, apakah kalian pikir jika di Istana aku tidak berani membalasnya ?" Han Sen berkata dengan dingin dan niat membunuhnya diarahkan langsung kepada mereka berdua.


Han Sen berniat untuk mengambil gerakan dan menghabisi mereka berdua. Namun segera Yao Wu menghadangnya dan memasang badan untuk mereka berdua.


Han Sen menurunkan tangannya dan perlahan terbang kearahnya, dia memeluk Yao Wu dengan erat dan sorot matanya masih penuh dengan niat membunuh.


"Ini terakhir kalinya... aku tidak akan peduli dengan apa yang akan kalian lakukan. Tapi jika kalian berani menyakitinya bahkan sehelai rambutnya saja, aku tidak akan segan-segan menghancurkan semuanya." Kata Han Sen dengan tegas.


Han Sen mendapatkan pesan lewat kesadaran ilahi Wu Dao, dia meminta Han Sen untuk memberikannya sedikit wajah dan masalah ini akan berakhir dengannya.


Tentunya Wu Dao akan menghukum mereka dengan keras. Apa yang mereka lakukan kepada Yao Wu memang tidak bisa dimaafkan begitu saja tanpa adanya hubungan, bahkan seekor Serigala sekalipun tidak akan memangsa Anaknya.


Han Sen setuju dengan permintaan Wu Dao dan membawa Yao Wu kembali. Semua orang yang melihat nasib kedua Pangeran hanya bisa merasa kasihan.


Han Sen menghajar mereka berdua ditempat mereka sendiri dan keberaniannya memang layak untuk diapresiasi. Ketika kabar ini menyebar keluar maka mereka berdua akan kehilangan wajah mereka.


Han Sen dan Yao Wu kembali kekamarnya dan Liu Shuang masih tidur dengan nyaman. Han Sen memeriksa tangan Yao Wu dan dia merasa lega karena sudah sembuh berkat obat di Istana.


"Ini hanya luka kecil... apakah kau harus berlebihan seperti ini ?" Yao Wu sedikit heran dengan kekhawatiran Han Sen yang berlebihan.


"Bagimu ini memang sebuah luka kecil... tapi bagiku ini jelas penghinaan yang melukai harga diriku. Seumur hidupku aku akan menanggung rasa malu jika orang lain tahu kalau aku tidak bisa menjaga Wanitaku dengan benar." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.


Yao Wu memeluk Han Sen dan merasa sangat senang, "Aku janji... lain kali aku tidak akan mengalah kepada mereka dan membuatmu turun tangan. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku... aku mencintaimu."


Han Sen mengusap wajahnya dengan lembut dan mencium bibirnya. Apapun yang terjadi Han Sen tidak akan membiarkan dirinya kehilangan untuk kedua kalinya, dia akan benar-benar menjaganya dan membuat Yao Wu menjadi Ahli yang hebat.