
Han Sen mendengar keributan diluar dan dia mengabaikannya. Luo Feng kemungkinan memiliki dukungan kuat yang membuatnya berani bersikap arogan didepannya, namun dia sama sekali tidak peduli dan biarkan tinju yang berbicara.
Dua hari sudah berlalu dan semua orang diminta berkumpul disatu tempat. Disana hanya dua puluh Kerajaan yang akan bertarung dalam satu tempat, Han Sen sendiri tidak tertarik untuk ikut ambil bagian dan menyerahkannya kepada Qing Yong.
Sekarang setiap kelompok akan bertarung dengan kelompok yang lainya. Semua orang melihat kearah Kelompok Kerajaan Xianjiang dan mereka melihat barisan pasukan yang mewah.
Qing Yong melihat sekelilingnya dan tidak menyangka kalau lima Kerajaan teratas akan memiliki Kultivator Divine. Namun mereka memiliki tiga orang dan Chai Ying juga memiliki kemampuan yang dapat bersaing dengan mereka.
Seorang Pria dengan jubah putih naik keatas panggung dan berteriak, "Pertandingan ini aku akan menjadi Jurinya. Setiap kelompok akan diundi secara acak untuk mendapatkan lawan dari kelompok mereka !"
Semua orang mengangguk dan sudah siap dengan pertarungan. Penentuan Peringkat ini sangat penting bagi mereka, bukan hanya tentang masalah reputasi melainkan untuk mendapatkan Sumber Daya yaitu Kristal Divine. Qing Yong mendapatkan urutan kedelapan dan lawannya tidak terlalu kuat menurutnya, mereka pergi ke tribun dan harus menunggu.
Banyak perwakilan dari Kerajaan mereka masing-masing datang, untuk perwakilan Kerajaan Xianjiang itu diisi oleh Wu Sue dan Yao Wu. Namun Yao Wu tidak tertarik untuk melihatnya dan segera pergi menemui Han Sen.
Han Sen sudah menunggunya didepan ruangannya dan memeluk Yao Wu dengan sangat erat, "Aku sangat merindukanmu !"
"Sepertinya bukan hanya aku yang berpikir seperti itu." Yao Wu berkata dengan jujur dan dia sangat merindukan Han Sen.
Han Sen membawa Yao Wu kedalam dan dia tidak berniat melepaskan pelukannya. Perlahan dia mencium Yao Wu dan mendorongnya ketempat tidur, Yao Wu sama sekali tidak memberikan penolakan dan membiarkan Han Sen untuk bertindak semaunya.
Mereka bercinta dengan penuh kasih sayang sampai sore hari. Han Sen merasa dirinya sudah puas dan Yao Wu bersandar didadanya dengan senyum yang menawan.
Han Sen mengeluarkan sebuah Pedang Tingkat Divine dan memberikannya kepada Yao Wu, "Kenapa kau tidak ambil bagian dalam pertarungan ini, apakah pertarungan antar Kerajaan tidak menarik bagimu ?"
"Aku memiliki panggung milikku sendiri... Turnamen ini ditujukan untuk melihat bakat semua orang. Jika aku bergabung lebih awal takutnya mereka akan takut terlebih dahulu, walaupun aku jahat tapi aku tidak seburuk apa yang orang lain pikirkan."
"Lalu kau bisa menyebutku sebagai Kesombongan Surgawi." Han Sen memeluk Yao Wu dan menikmati momen bahagia mereka.
"Baiklah Tuan Kesombongan Surgawi... bolehkah Gadis kecil ini menanyakan satu hal, bagaimana hubunganmu dengan mereka berdua ?" Tanya Yao Wu dengan penasaran.
"Gadis kecil... dengan dada besar yang lembut seperti itu kau mengatakan dirimu Gadis kecil ?" Han Sen sedikit menggoda Yao Wu dan menenggelamkan kepalanya didadanya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." Kata Yao Wu dengan kesal.
"Tenang saja... hubunganku baik-baik saja dengan mereka. Apakah kau memiliki pendapat lain ?" Tanya Han Sen dengan gugup.
"Tidak... sejak awal aku sendiri yang mendorongmu untuk memberikan kesempatan kepada mereka. Tidak peduli berapa banyak wanita yang akan kau miliki, pastikan mereka nantinya adalah orang yang benar-benar menyayangimu." Kata Yao Wu dengan jujur.
Han Sen tersenyum dan berpikir kalau dia adalah Pria yang buruk. Entah itu Yao Wu ataupun Shui Jing sifat mereka sangat mirip hingga saat ini.
Dulu Han Sen juga memiliki banyak sekali wanita cantik disekitarnya atas dorongan Shui Jing, dia adalah Master Sekte Bulan dan tidak akan bisa terus menemani Han Sen.
"Kau dapat yakin bahwa dirimu adalah orang yang paling spesial untukku. Jalan yang aku pilih itu sangat sulit... dimasa depan apa yang aku hadapi jauh lebih kuat dan aku sangat yakin itu. Apapun yang terjadi ingatlah satu hal... aku Han Sen adalah Kesombongan Surgawi dan Pria yang berdiri sejajar dengan Surga. Aku tidak akan pernah kalah ataupun mati tanpa keinginanku sendiri." Kata Han Sen dengan pelan.
"Jangan bicarakan soal kematian... aku sangat percaya padamu. Terlebih aku sangat menantikan dimana kita bisa hidup bersama-sama, memiliki banyak keturunan dan bermain bersama mereka." Kata Yao Wu dengan jujur.
Han Sen menciumnya dan sekali lagi mereka melanjutkannya. Han Sen tidak bisa menahan diri dan sangat berterimakasih kepada Surga karena mempertemukan mereka lagi.