Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 274 - Penguasa Alam Mistik


Han Sen merasa sangat bangga dan pada akhirnya dia mendapatkan apa yang sudah dia impikan sejak lama. Kelima Istrinya juga sangat senang karena melihat Han Sen selamat dan dalam kondisi yang baik.


"Disini bukan tempat yang bagus untuk mengobrol dengan santai, tunggu sebentar !" Han Sen menatap mereka semua dan berkata, "Aku tahu kalian penasaran dengan hal ini, intinya mulai hari ini aku adalah seorang Immortal dan Penguasa Alam Mistik. Aku tidak tertarik dengan kehidupan kalian atau membuat aturan yang tidak perlu, tapi aku dapat memastikan satu hal bahwa mereka yang mengganggu kehidupan damai Keluargaku maka aku tidak akan segan untuk menghapus keberadaannya dengan kendali Prinsip Dunia !"


Petir menyambar kesegala arah dan peringatan Han Sen ini membuat mereka semua dipaksa untuk patuh. Aura Han Sen mungkin tidak terlihat sama sekali namun hanya dengan sedikit perkataan dan suasana hati saja dia sudah dapat membuat perubahan di Alam Mistik.


Bahkan sekalipun mereka tidak setuju dengan Kesombongan Surgawi yang mengklaim dirinya sebagai Penguasa Alam Mistik, mereka tetap tidak bisa berbuat apa-apa. Sumber Prinsip Dunia sudah berada dibawah kendali Kesombongan Surgawi Han Sen, melawannya sama saja dengan mencari kematian.


"Penguasa Kesombongan Surgawi Han Sen... bisakah Penguasa memberikan kami pencerahan untuk mengikuti jejak untuk menjadi seorang Immortal ?" Tanya Bei Mo dengan hormat.


"Aku bukan orang yang pelit untuk berbagi wawasan dengan kalian semua. Gu Feiyan sudah mendapatkan pengetahuan ini lebih awal, atas perintahku dia bisa berbagi informasi dengan kalian semua. Bisa atau tidak itu tergantung dari pamahaman kalian sendiri, aku memiliki urusan penting dan kalian semua bisa bertanya kepadanya !" Han Sen melambaikan tangannya dan mereka berenam menghilang dalam sekejap mata.


Semua mata tertuju kepada Gu Feiyan dan kali ini mereka tidak bisa melewatkan kesempatan besar didepan mata mereka. Gu Feiyan hanya bisa mengutuk Han Sen karena melemparkan dirinya kedalam keributan ini.


Han Sen dan yang lainya muncul dikamar dan mereka berlima terlihat terkejut. Jarak mereka dari Wilayah Phoenix memang tidak terlalu jauh, namun tidak seharusnya sesingkat ini bahkan jika Han Sen memaksa merobek ruang untuk berteleportasi.


"Jangan bingung... aku menggunakan kekuatan Penguasa untuk berpindah kemari. Selama itu masih di Alam Mistik maka aku dapat pergi dan melihat apapun." Kata Han Sen yang sedikit pamer.


Qing Lian sedikit curiga dan menyipitkan matanya, "Jadi kau tidak akan menggunakan kekuatan ini untuk memuaskan kebiasaan burukmu bukan seperti mengintip Gadis mandi. Kau sekarang adalah seorang Ayah dengan lima orang Anak, jika kebiasaan burukmu menular kepada Anak-Anakku maka aku akan menendangmu keluar dari Istana ini !"


"Bagaimana mungkin aku melakukannya." Kata Han Sen dengan malu.


"Tapi Suamiku... kenapa kami tidak bisa merasakan fluktuasi Aura darimu yang sebelumnya terasa sangat luar biasa ?" Tanya Yun Zhi dengan penasaran.


"Oh... aku sengaja membuat Anting ini untuk menekan basis Kultivasiku. Walaupun ini tidak akan bertahan selamanya tapi aku juga ingin menemani kalian semua sebentar sebelum aku dipaksa naik ke Alam Immortal." Jawab Han Sen dengan jujur.


"Berapa lama ?" Tanya Liu Shuang dengan penasaran.


"Entahlah... aku terlalu meremehkan keberadaan Immortal. Tapi aku akan mencoba yang terbaik untuk bertahan disini sebentar." Kata Han Sen dengan tegas.


"Kalau begitu jangan memaksakan diri dan semakin cepat kau berangkat maka semakin cepat pula kau menjemput kami nantinya setelah menjadi kuat." Mereka semua tersenyum dan sependapat.


Yao Wu sudah mengatakan kepada mereka tentang kegelisahan Han Sen, walaupun mereka sebenarnya sedih karena harus berpisah dengan cara seperti ini namun mereka juga tidak bisa egois.


Han Sen sudah banyak berkorban untuk kebaikan mereka semua, walaupun kekuatan mereka tidak bisa disejajarkan dengan Han Sen tapi setidaknya mereka bisa mendukung sebagai Istri yang baik dan mendorongnya untuk terus maju.


Han Sen mengangguk dan dalam hatinya dia berjanji akan memprioritaskan kekuatannya, apa yang dia butuhkan adalah pijakan yang kuat di Alam Immortal.


Dimanapun tempatnya kekuatan selalu dijunjung tinggi, terlebih Han Sen juga khawatir dengan perkataan Bei Limo. Buku Rahasia Alam yang menyimpan Divine Dao Alam adalah sesuatu yang dia curi dari seorang Master Domain, dia mengakan kalau Han Sen tidak boleh mengekspos Divine Dao ini atau dia akan mendatangkan murka.


Han Sen tidak akan pernah melupakan peringatan ini dan dia tidak tahu apapun mengenai tingkatan Alam Immortal. Namun dapat dia pastikan ketika Han Sen tiba disana nantinya maka semuanya akan kembali dari nol.