
Han Sen dan Dewa Iblis terjebak didalam Ruang Hampa yang sangat kacau, mereka berdua terombang-ambing bersama namun Han Sen tidak membiarkan Dewa Iblis untuk lari dari pandangannya.
Aura mereka saling berbenturan satu sama lain dan terlihat seimbang. Kekuatan mereka sudah berada diatas seorang Master Domain dan menjadi keberadaan teratas diantara makhluk hidup lainya.
Han Sen mengambil bentuk manusia dan duduk sambil menatap Dewa Iblis dengan ekspresi yang dingin. Dewa Iblis juga melakukan hal yang sama dan saat ini mereka bersaing dalam hal kekuatan pemahaman Divine Dao.
"Bertarung dengan Naga Primordial Penguasa Ruang dan Waktu, sekalipun kau mati disini kau akan tetap bereinkarnasi dengan sendirinya. Aku tidak menyangka mendapatkan kesempatan bersaing dengan salah satu keberadaan mengerikan sepertimu !" Kata Dewa Iblis dengan penuh niat membunuh.
"Omong kosong... kemampuanmu juga sangat mengerikan. Tapi sayangnya hanya ada salah satu dari kita yang akan tetap hidup." Kata Han Sen dengan tegas.
Membiarkan Dewa Iblis maka dimasa depan dia akan menciptakan bencana lebih besar dari apa yang Duan Jian ciptakan. Kali ini karena mereka sudah dipertemukan maka Han Sen harus menghilangkan ancaman ini untuk selamanya.
"Ruang Hampa ini sudah kacau karena benturan Divine Dao kita. Sekalipun kau memiliki pencapaian dalam Hukum Ruang namun kau akan terjebak disini bersama denganku, untuk apa kau memperdulikan orang-orang lemah seperti mereka. Kultivator di Alam Immortal adalah Nutrisi terbaik untuk mengembangkan kekuatan." Kata Dewa Iblis dengan percaya diri.
"Menghancurkan kehidupan sama saja kau menghancurkan Dunia. Mereka yang disebut Kultivator adalah orang-orang yang menentang jalan surga, kita buktikan saja siapa diantara kita yang akan dapat sejajar dengan Surga !" Han Sen membentuk segel ditangannya.
Jiwa Naga dan Pedang melesat bersamaan kearah Dewa Iblis. Penindasan kekuatan jiwa Han Sen sangatlah kuat, Dewa Iblis tersenyum dan tidak melakukan gerakan bertahan sama sekali.
*Boom.*
Jiwa Dewa Iblis meledak dan gumpalan hitam melesat lurus kearahnya. Han Sen tidak memiliki peluang untuk menarik kembali kedua Jiwanya dan gumpalan hitam itu masuk kedalam tubuhnya.
Gumpalan hitam itu merupakan esensi daru Jiwa Dewa Iblis, dia berada di Semesta didalam tubuh Han Sen dan sangat terkejut sekaligus senang.
Han Sen membentuk segel dan Bintang Elemen didalam tubuhnya bersinar, ledakan energi lima elemen yang kuat mengarah langsung kepada Dewa Iblis dan Akar Pohon Dunia juga bergerak sesuai kendali Han Sen.
Dewa Iblis mendesak Qi miliknya dan mengayunkan tangannya. Semua serangan yang tertuju kepadanya dihancurkan oleh Qi yang mengamuk dengan ganas.
Avatar Jiwa Han Sen terbentuk dan berhadapan langsung dengan Dewa Raja Iblis, "Kau ingin merebut tubuhku dan menghancurkan jiwaku, kau pikir sekarang kita ada dimana.... Alam Semesta ini berada didalam Dantianku dan segala sesuatunya berada dibawah kendaliku. Kau pikir siapa dirimu sampai berani menyelinap masuk kedalam tempat ini ?"
"Aku adalah Dewa Iblis yang Abadi... tidak ada orang yang mampu membunuhku bahkan sampai saat ini." Kata Dewa Iblis dengan penuh percaya diri.
Han Sen terlihat bingung dan menghela nafas panjang, Hukum Waktu, Ruang ataupun yang lainya tidak bisa menundukkan Dewa Iblis. Sekarang pilihannya adalah satu yaitu mengeluarkan kartu as yang sudah dia simpan.
Han Sen membentuk segel dan Domain miliknya berdengung. Qi Kekacauan yang sudah dia simpan disisi lain Semesta kecilnya bergerak kearahnya dan berkumpul dalam jumlah yang besar.
Sebuah Teratai Hitam Kekacauan perlahan mulai terbentuk dan Dewa Iblis tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya. Menyingkirkan Qi Kekacauan itu masih hal yang memungkinkan tapi menggunakannya adalah sebuah tindakan yang mustahil, sifat dari Qi Kekacauan sangat ganas dan tidak ada makhluk yang bisa menggunakannya.
Namun sekarang terdapat orang yang mampu melakukannya, hal ini sama saja dengan Han Sen tidak akan pernah bisa dikalahkan. Sialnya sekarang dia tidak bisa lari dan masih dalam bentuk jiwa, jika dia terkena sedikit saja Qi Kekacauan maka itu benar-benar akan berakibat buruk.
Han Sen mendesak Qi miliknya dan berkata, "Jika kau bisa menahan serangan ini maka itu akan menjadi kekalahanku... Teratai Hitam Kekacauan."
Teratai Hitam Kekacauan melesat kearah Dewa Iblis, tentunya dia berniat untuk lari namun Han Sen dengan cepat membekukan aliran waktu. Teratai Hitam meledak tepat didepan Dewa Iblis dan Qi Kekacauan yang ganas menyerang jiwanya.
Dewa Iblis mulai menjadi sangat gila karena rasa sakit dari siksaan Qi Kekacauan, Han Sen mengurungnya kedalam ruang dan menahan amukan Dewa Iblis. Setelah beberapa waktu Jiwa Dewa Iblis hancur dibawah keganasan Qi Kekacauan dan Han Sen segera mengambil kendali penuh untuk menyingkirkan Qi Kekacauan.