Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 224 - Merendah Itu Mustahil


Mereka berdua terlihat sangat marah dan pada akhirnya mundur. Tang Ru tidak tahu apakah hal ini buruk atau tidak, namun pastinya jika Han Sen benar-benar datang maka itu akan menjadi hari kematiannya.


Bei Xuan menatap Han Sen dan berkata, "Kau yakin tidak ingin memintaku untuk membunuh mereka, aku yang sekarang sangat mampu untuk melakukannya ?"


"Jika aku tidak bisa mengatasi mereka dengan tanganku sendiri maka aku tidak memiliki kelayakan menganggap diriku sebagai Kesombongan Surgawi." Kata Han Sen dengan tegas.


"Kau memang penuh dengan kejutan... untuk kali ini aku memang bukan lawanmu. Tapi saat aku mendapatkan pencapaian besar nantinya aku pasti akan mencarimu dan pada saat itu mari kita buktikan siapa yang lebih unggul ?" Kata Bei Xuan yang berusaha menyemangati dirinya.


Baginya Han Sen adalah lawan yang tidak layak kalah dalam cara yang licik. Ras Iblis memang pandai dalam membuat siasat ataupun strategi pertarungan, namun Bei Xuan juga memiliki kebanggaannya tersendiri dan dia menginginkan pertarungan adil.


Han Sen tidak menanggapinya dengan serius dan baginya Bei Xuan tidak lebih dari seorang Junior yang baru tumbuh. Pencapaian yang dia miliki tidak akan jauh dari Leluhurnya, jika Leluhurnya tidak berdaya melawannya memang apa artinya Bei Xuan baginya dimasa depan.


Bei Mo menghela nafas dan berkata, "Kau memiliki potensi yang hebat. Bahkan ketika kau berada di Alam Dao Fusion kau dapat mengalahkan Ahli Alam Heaven, tapi kau juga harus belajar merendah atau kedepannya dirimu akan bernasib buruk."


Han Sen merasakan Aura yang kuat dari sosok Bei Mo dan dia harus mengakui kalau Bei Mo adalah orang kuat yang berada di Tahap Akhir Alam Mistik.


"Aku hanya bertindak secara alami... mereka yang baik kepadaku maka aku akan memperlakukan mereka dengan baik. Untuk urusan menahan diri hal itu sama sekali tidak diperlukan, sejak kapan aku menundukkan kepala didepan musuhku." Kata Han Sen dengan tegas.


Bei Mo menggelengkan kepalanya dan tidak ada lagi yang bisa dia katakan. Han Sen memiliki karakter yang buruk dengan keberaniannya yang tidak kenal rasa takut bahkan didepannya sekalipun.


Suatu saat hal ini akan menjadi pedang bermata dua yang akan melukai dirinya sendiri. Setelah itu Han Sen meminta Nyonya Guo memberikannya tempat untuk berlatih, pada akhirnya mereka kembali ke Paviliun Sendai dan Han Sen memulihkan dirinya lebih lama.


Wilayah Laut Hitam yang dulunya dikuasai oleh Ras Manusia sekarang jatuh ketangan Ras Iblis, namun Bei Xuan menjadikannya Wilayah Netral dimana semua Ras bisa tetap tinggal.


Nama Han Sen menyebar sangat luas terutama dikalangan Ras Manusia seperti badai. Han Sen menyebut dirinya sebagai Kesombongan Surgawi yang baru dimana hal itu merupakan sesuatu yang dibenci.


Tidak ada yang tahu asal usulnya dan tiba-tiba Han Sen muncul dengan momentum yang sangat besar. Menyatakan Perang dengan Keluarga Tang yang tidak lain adalah salah satu Keluarga yang sangat berpengaruh di Aliansi Ras Manusia.


Sebuah Kapal besar mendarat tepat di Wilayah Laut Hitam. Sudah hampir setahun sejak Bei Xuan menjabat sebagai Tuan Dunia, disisi lain semua mata tertuju kepada seorang wanita yang sangat cantik.


Sosoknya samar memancarkan Niat Pedang yang sangat kuat namun sangat anggun. Wanita itu adalah Chai Ying dan tidak ada mata Pria yang bisa menahan diri untuk tidak melihatnya.


Basis Kultivasinya berada di Tahap Menengah Alam Dao Fusion, ketika dia mendengar kabar bahwa Suaminya Han Sen berada disini Chai Ying memutuskan untuk datang.


Banyak hal yang sudah dia lalui selama beberapa tahun ini dan Chai Ying juga memiliki petualangannya sendiri. Ketika mereka berpisah karena Ruang yang runtuh untungnya dia bertemu dengan dermawan tua yang mau merawatnya.


Chai Ying sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Han Sen dan pergi kearah Paviliun Sendai. Apa yang ada dipikiran Chai Ying sekarang adalah dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Han Sen.


Seorang Pria menatap kearah Chai Ying dengan pikiran yang kotor dan menghadang jalanya, "Nona ini... maukah bergabung denganku, kita bisa berbincang direstoran dengan nyaman !"


Niat membunuh Chai Ying meledak dan perlahan dia melewatinya, "Aku adalah wanita yang sudah memiliki suami. Kau beruntung karena aku dalam suasana hati yang baik, jika tidak aku akan memotong lehermu disini "!


Pria itu dihempaskan oleh Aura Chai Ying dan tersungkur ditanah, hal ini bukan pertama kali untuknya dan Chai Ying juga harus tegas agar hal tidak menyenangkan seperti ini tidak terulang.