
Han Sen tersenyum puas dan berkata, "Mati... kalian belum memiliki kelayakan untuk membunuhku. Hari ini aku akan menunjukan apa yang disebut dengan kekuatan yang sebenarnya !"
Energi Alam masuk kedalam tubuh Han Sen dan Auranya melonjak dengan gila. Jiwa Naga Surgawi keluar dan meraung dengan sangat keras.
Han Sen menggunakan transformasi Jiwa Naga Surgawi dan ekor Naga Surgawi berayun kearah mereka semua. Tekanan Jiwa yang sangat kuat membombardir area itu dan dalam sekali ayunan tiga orang Murid itu terhempas sangat jauh.
"Binatang Suci Kuno !" Kata semua orang yang gemetar ketakutan.
Mereka bahkan tidak sebanding dengan Kultivator Alam Heaven, sekarang tekanan yang mereka rasakan sangat kuat seolah Naga Sejati sudah ada didepan mereka. Walaupun mereka tidak pernah melihatnya secara langsung namun jelas bahwa tekanan jiwa yang mendominasi ini sudah melampaui hawa keberadaan Ahli Alam Heaven.
Naga Surgawi menerjang kearah salah Murid dan cakar Naga yang dilapisi Qi Alam merobek tubuh mereka. Jiwa mereka ditelan oleh Naga Surgawi dan Han Sen tertawa dengan gila.
Satu persatu mereka semua mati mengenaskan dan bahkan untuk berlari saja sudah sangat sulit, hanya Tu Jiu yang dapat bergerak dengan sedikit kebebasan namun bahkan dengan kekuatannya dia tidak mampu mengatasi Jiwa Naga Surgawi.
Jiwa Naga Surgawi perlahan menyusut dan Han Sen memuntahkan darah dari mulutnya, ini sudah lebih dari batas kemampuannya dan jika dia mempertahankan Jiwa Naga miliknya maka itu akan berakibat buruk baginya.
Ekspresi Tu Jiu terlihat sangat suram dan penuh kemarahan, dibawah perlindungannya semua Murid yang dia bawa mati dan hanya menyisakan dirinya.
"Hehehe... kau mengatakan kalau aku Kesombongan Surgawi Han Sen adalah sebuah lelucon dan dibenci. Aku akan memberitahumu apa alasan kenapa aku dibenci... mereka hanya iri karena tidak memiliki kemampuan untuk melawanku, seperti pengecut yang hanya bisa menahan amarah karena semua kendali hanya ada padaku."
Han Sen tersenyum dengan jijik, "Terutama kalian kekuatan besar dari Ras Manusia... kalian itu lemah dan tidak sekuat Ras lainya tapi kalian mengemis berharap berlindung dibalik nama besarku. Kalian hanya sekumpulan Kultivator yang tidak tahu malu, abaikan soal kebencian dan salahkan sendiri karena kalian lemah."
Dalam kehidupan sebelumnya sebagai Han Xuan, Han Sen tidak pernah mendiskriminasi Ras atau berbuat yang tidak adil. Dirinya hanya tahu bahwa menyinggungnya adalah kematian dan bersikap baik akan mendapatkan berkah.
"Kau... sebenarnya siapa kau ?" Tanya Tu Jiu dengan panik.
"Bukankah aku sudah memberikanmu pengetahuan. Seseorang yang belum pernah berdiri dipuncak apakah layak untuk menunjukan Pedangnya dihadapanku, sudah ribuan tahun sejak aku berkuasa di Alam Mistik dan sepertinya banyak orang bodoh yang lahir. Lelucon bukan... mungkin didunia ini hanya kau yang berani menyebut diriku seperti itu, bahkan dikehidupanku yang dulu kau tidak akan layak untuk berdiri didepanku." Kata Han Sen sambil mengeluarkan Pedang Kekacauan.
Qi Kekacauan yang sangat kuat terasa sangat jelas dan Api Hitam menyelimuti Pedang itu. Tu Jiu tanpa sadar gemetar ketakutan dan dia merasakan perasaan yang berbahaya dari Pedang itu.
"Setiap perkataan yang kau lontarkan kepadaku ada konsekuensi yang harus kau tanggung. Sekarang matilah dengan patuh !" Pedang Kekacauan ditangan Han Sen berdengung dan kobaran Api Hitam meledak.
Kekuatannya memang belum cukup membunuh Tu Jiu, namun akan menjadi hal yang berbeda ketika dia menggunakan Pedang Kekacauan. Tu Jiu dengan penik segera berbalik dan terbang menjauh, Han Sen mengayunkan Pedangnya dan kobaran Api Hitam yang dilapisi Qi Pedang mengejarnya dengan sangat cepat.
Tu Jiu dilahap oleh Api Hitam dan keganasan Qi Pedang menyayat tubuhnya. Dalam sekejap tubuhnya berubah menjadi abu dan langit terbelah karena kekuatan Pedang Kekacauan, Han Sen mengambil semua Cincin Ruang mereka dan memuntahkan darah.
Pedang Kekacauan mengkonsumsi Qi Alam terlalu banyak dan hampir mengosongkan semesta kecil didalam tubuhnya. Untuk memulihkan diri akan membutuhkan waktu yang lama, namun Han Sen sangat puas dengan hasilnya sekarang.
Baginya pertarungan ini sudah seperti harga diri yang dipertaruhkan. Jika dia tidak memberikan kematian kepada mereka maka Han Sen tidak layak dengan gelar Kesombongan Surgawi.
Kesombongan Surgawi bukan hanya sekedar nama atau gelar untuknya. Namun Kesombongan Surgawi adalah jalan beladirinya, gelar itu akan terus mengingatkannya bahwa dirinya adalah orang yang berdiri diatas segalanya dan sejajar dengan Surga.
Ketika ada yang berani untuk menghina nama itu maka itu saja dengan menghina jalan beladiri yang selama ini dia percayai. Han Sen tidak akan pernah memaafkan orang seperti itu dan akan memberikan kematian kepada mereka yang berani melakukannya.