
Kilatan cahaya itu merupakan setetes darah dan melesat kearah Pangeran Wu Tian. Setetes darah itu masuk kedalam kepalanya dan rasa sakit yang kuat tiba-tiba sangat terasa diseluruh tubuhnya.
Wu Tian berguling kesakitan dan tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Pada akhirnya dia dibawa kedalam untuk mendapatkan perawatan dari Alkemis Istana.
Han Sen menghela nafas dan berkata, "Cacing darah yang dapat memakan umur dan jiwa. Metode yang digunakan untuk mencelakai Anda bukanlah sesuatu yang biasa, jika ini dibiarkan lebih lama maka tubuh dan jiwa akan benar-benar mengering."
Han Sen mengangkat Wu Dao dan membantunya untuk berbaring, Wu Dao masih terlihat sangat lemas namun perasaan menyakitkan ditubuhnya sekarang sudah hilang dan membuatnya sangat lega.
"Wudie... pergilah untuk mencari tahu Pangeran mana yang sudah melakukan ini. Jangan lakukan tindakan apapun, cukup cari tahu dan laporkan padaku !" Kata Wu Dao dengan ekspresi yang lemas.
Sie membakar cacing darah itu dan memberi hormat, "Terimakasih karena Tuan Han sudah menyembuhkan Raja... jika ada sesuatu yang bisa kami lakukan maka kami akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya !"
"Aku sudah mendapatkan apa yang aku butuhkan, Raja masih belum sepenuhnya sembuh dan nanti aku akan memberikan resep obat kepadanya untuk menyingkirkan racun dan memulihkan kondisinya. Paling lama dalam waktu seminggu seharusnya Raja sudah pulih sepenuhnya." Kata Han Sen dengan jujur.
"Terimakasih... untuk sekarang aku ingin beristirahat. Sie... kau bawa Tuan Han Sen ke Gudang Harta Istana dan Xuan jemput Putri ketiga dan bawa dia untuk bertemu dengan Tuan Han. Katakan saja situasinya kepadanya dan pastikan agar dia tidak menolaknya." Kata Wu Dao dengan jujur.
Sie dan Han Sen segera pergi ke Gudang Istana, benar saja disana terdapat Artifak dan Bahan Obat yang sangat bagus. Namun Han Sen hanya bisa mengambil satu dan semua Harta ini sudah terdaftar, maka dia harus memilihnya dengan cermat dan mengambil Harta yang paling baik.
Han Sen memejamkan matanya dan Kesadaran Ilahinya menyebar. Perlahan dia membuka matanya dan berjalan kesebuah loker, dia menemukan sebuah Kotak dan melihat Giok Kaisar didalamnya.
"Bagiku ini sudah cukup... mereka yang disebut Kultivator harus benar-benar tahu apa yang bermanfaat bagi tubuh mereka. Percuma memiliki Harta yang bagus jika tidak memaksimalkan potensinya, memang kebanyakan orang lain memiliki kecocokan satu atau dua elemen. Namun aku memiliki Akar Spiritual lima elemen yang membuatku dapat menggunakan segala macam elemen dan atribut. Ditanganku Giok Kaisar adalah harta yang memainkan peran dalam menunjang Kultivasiku !" Kata Han Sen dengan jujur.
Sie mengangguk dan memuji, "Kebijakan serta bakat Tuan Han Sen sangat luar biasa. Penjaga Tua ini benar-benar sangat mengaguminya, mungkin dalam sejarah hanya Anda yang memiliki Akar Spiritual lima elemen. Semakin banyak kecocokan dalam elemen dan atribut maka akan semakin banyak juga Sumber Daya yang diperlukan."
Sie melanjutkan, "Keluarga Fan memiliki 8 orang bersama dengan Fan Hai yang berada di Tahap Akhir Alam Nascent Soul. Apakah Tuan Han yakin sanggup menghadapi mereka ?"
"Mereka tidak lebih seperti Anjing yang memohon untuk mati. Ditingkatan yang sama aku sama sekali tidak terkalahkan... jika aku melakukan latih tanding denganmu maka jelas aku akan kalah. Tapi itu akan berbeda cerita jika pertarungan hidup dan mati, aku mungkin bisa menggunakan semua yang kupunya untuk menyeretmu mati."
Han Sen melanjutkan, "Apa yang paling menakutkan adalah bentuk ketidaktahuan. Kau mungkin berpikir kalau orang dihadapanmu itu lemah, namun kau tidak tahu pasti apa yang disembunyikan dibawah lengan bajunya. Mungkin saja ada Pedang terbang Tingkat Divine Sea dan ketika kewaspadaanmu lemah maka Pedang itu akan memotong lehermu."
Sie mengangguk dan sependapat dengan apa yang Han Sen katakan. Berbicara dengannya sangat menyenangkan seolah dia sedang berbicara dengan Kultivator hebat yang memiliki segudang pengalaman dalam pertarungan.
Dirinya akan mengingat baik-baik percakapan ini dan menjadikannya sebagai pelajaran. Entah siapapun yang dia hadapi maka jangan pernah menurunkan kewaspadaan atau mungkin dia akan mati dalam kondisi yang mengenaskan.
"Karena Tuan Han sudah selesai memilih maka mari kita pergi menemui Tuan Putri Yao Wu, saya pikir Xuan sudah mengaturnya." Sie membawa Han Sen pergi dari sana dan berniat mengunjungi kamar Tuan Putri.