Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 296 - Baru


Dua setengah tahun Han Sen mengurung dirinya dan melakukan pelatihan tertutup. Lu Che pergi lebih awal karena dia bergabung dengan Tuan Kota maka dia juga harus menikmati sumber daya mereka.


Lu Siyu juga baru menerobos Tahap Awal Tingkat Immortal Bumi, sesekali dia berdiri dikamar Han Sen dan menunggunya keluar. Setelah mengirimkan semua Pil Roh dia mendapatkan biaya penanganan empat juta, setidaknya dia harus membagi setengahnya kepada Han Sen namun untuk menemuinya sekarang tidaklah baik.


Han Sen menggunakan Aliran waktu ditubuhnya dan dipercepat olehnya. Jika dihitung didunia luar maka dia sudah berkultivasi selama dua setengah tahun, namun Han Sen sendiri sudah merasakan ratusan tahun berlalu dengan cepat.


Kemampuan ini sangat efektif baginya dan tidak membuang waktu secara percuma, walaupun umur Han Sen berkurang namun semuanya sepadan mengingat dia juga tidak bisa membuang waktunya lebih banyak.


Lagi pula dia sekarang adalah seorang Immortal Bumi, selama dia tidak memompa Hukum Waktu seperti apa yang terakhir kali dia lakukan maka semuanya akan baik-baik saja.


Dalam satu kali gerakan Han Sen menerobos Tahap Akhir Tingkat Immortal Bumi dengan sempurna. Pil Roh yang dimurnikan oleh Lu Siyu memiliki efek dua kali lebih kuat untuk tubuhnya dan empat juta Kristal Sumber yang dia dapatkan semuanya habis diserap untuk menutup celah.


"Sangat boros... bahkan dengan empat juta dan Pil Roh kualitas sempurna ini aku hanya bisa menerobos sampai Tahap Akhir Tingkat Immortal Bumi. Berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk menerobos Immortal Emas, ini tidak lebih aku mempertaruhkan hidupku untuk sesuap nasi yang habis dalam satu kali makan." Han Sen mengepalkan tinjunya dan energi alam didalam tubuhnya melonjak..


Kemampuan Alkimia dan Penyulingan Han Sen masih terbilang sangat rendah jika mengacu didalam Alam Immortal. Menghasilkan uang itu masih mungkin baginya tapi itu tidak lebih dari sekedar untuk sesuap nasi.


Untungnya Medan Perang Kuno akan dibuka dan sepertinya dia harus membuat masalah, untuk sekarang dia hanya bisa mengambil dari orang lain dan terus membuat masalah.


Lu Siyu mengetuk pintu dan berkata, "Tuan Han Sen... apakah Anda sudah selesai ?"


"Masuklah !" Lu Siyu berjalan masuk dan Han Sen tersenyum ramah kearahnya, "Ada perlu apa kau mencariku ?"


"Kau bisa mengambil semuanya sesuai perjanjian, hilangkan kata Tuan dan kau bisa memanggilku Han Sen. Lagi pula kau sudah membantuku memurnikan Pil Roh yang bagus dan berkatmu aku bisa menerobos Tahap Akhir." Kata Han Sen dengan penuh rasa terimakasih.


"Tapi ini tidak adil !" Kata Lu Siyu yang enggan menerima semua kebaikan Han Sen.


Han Sen berdiri dan memeluknya, "Semua itu sudah adil... tapi jika kau merasa tidak enak maka aku akan berterus terang. Dari pada semua Kristal Sumber aku jauh lebih menginginkan dirimu !"


Lu Siyu berdegup sangat kencang dan merasa sangat gelisah, "Aku takut mengecewakanmu... aku memiliki darah campuran Manusia dan Elves, sebelum Ibuku mati dia mengatakan satu hal bahwa darah campuran tidak akan bisa memiliki keturunan. Awalnya aku tidak memikirkannya namun setelah dewasa aku tahu bahwa hal itu sangat penting, kau terlalu baik untukku dan lebih baik kau mencari wanita lain."


"Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku memiliki lima Istri di Alam Bawah. Bukan hanya itu saja... aku juga memiliki lima orang anak, tentunya dimasa depan mereka juga harus memanggilmu Ibu. Aku dikenal sebagai Kesombongan Surgawi yang sejajar dengan Surga, tidak ada kutukan maupun berkat yang tidak bisa aku langgar. Jika ada cara untuk menutup luka dihatimu paka percayakan saja semuanya kepadaku !" Kata Han Sen dengan pelan.


Hati Lu Siyu merasa hangat mendengar perkataan Han Sen, sudah sejak lama dia diperlakukan dan lindungi seperti ini. Perlahan dirinya mulai luluh dan tersenyum kearah Han Sen.


Han Sen menelan ludahnya dan sangat terpesona, Ras Elves memang terkenal dengan kecantikan mereka dan kali ini dia harus mengakuinya. Han Sen menjentikkan jarinya dan pintu serta jendela tertutup dengan rapat.


Han Sen mencium bibirnya dan menekan tubuh lembut Lu Siyu, perlahan dia melepaskan semua pakaian mereka dan membuatnya berbaring ditempat tidur.


Lu Siyu terlihat malu dan menutup dadanya yang menonjol dengan kedua tangannya, "Tolong perlakukan aku dengan lembut !"


"Giok dengan kualitas terbaik harus dipoles dengan hati-hati." Darah Han Sen mendidih dan nafsunya meledak-ledak.