Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 309 - Terlampaui Sulit


Han Sen mengakhiri latihannya dan semua persiapan untuk menjelajah Wilayah Misterius sudah siap. Pedang yang dia tempa dengan Api Petir Hitam memancarkan Aura yang mengerikan dan hampir mendekati Artifak Tingkat Immortal Emperor.


Han Sen mengajak Lu Siyu untuk jalan-jalan keluar namun dia menolaknya. Alasannya dia tidak ingin meninggalkan Lu Che disini sendiri dengan kondisi yang tidak sadarkan diri, Han Sen juga tidak ingin memaksanya dan merasa sangat senang.


Lu Siyu dipenuhi dengan kasih sayang yang luar biasa, keputusannya dalam memilih wanita memang tidak salah dan Han Sen tidak memiliki komentar lain.


Han Sen mengusap wajah Lu Siyu dan berkata, "Kalau begitu aku akan berangkat... waktu penginapan sudah akan habis dan pemilik penginapan akan menerobos masuk jika tidak ada jawaban."


"Tunggu sebentar !" Lu Siyu mengeluarkan Buku Hitam dan memberikannya kepada Han Sen.


Fluktuasi kekuatan jiwa sangat terasa dari Buku itu dan Han Sen tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, " Apa ini ?"


"Buku Kontrak Jiwa yang berada ditingkat yang tinggi, ini bisa mengikat Ahli Immortal Emperor dimana mereka bisa membuat perjanjian Kontrak denganmu. Aku yakin suatu hari kau akan berhubungan dengan para Ahli kuat, jadi entah kapan suatu saat nanti pasti kau membutuhkan ini !" Kata Lu Siyu dengan jujur.


"Kalau begitu aku akan menyimpannya." Han Sen menyimpannya dan bergegas keluar.


Setelah mengurus semua persiapannya Han Sen berangkat sendirian. Han Sen menggunakan Kapal Kecilnya dan terbang dengan santai tanpa hambatan.


Setelah beberapa bulan perjalanan akhirnya Han Sen mencapai Wilayah Misterius yang masih tertutup penghalang. Han Sen menghela nafas lega karena acara disini masih belum dimulai, jadi dia masih memiliki banyak kesempatan untuk berpartisipasi.


Han Sen bergabung dengan kelompok Kultivator Independen lainya dan tidak melakukan gerakan apapun. Aura yang kuat sangat terasa dan beberapa Kelompok muncul, disana ada beberapa wajah yang dia kenal ketika waktu di Medan Perang Kuno.


Chi Wu, Tian Ming, Xiao Die mereka bersama anggota Sekte mereka. Tentunya bukan hanya mereka saja yang datang, masih banyak kekuatan besar lainya yang tidak kalah hebat dari Sekte mereka.


Tian Ming melihat kearahnya dan tersenyum, "Kenapa bisa ada banyak Kultivator Immortal Emas, apakah mereka tidak sadar bahwa mereka tidak mungkin bisa bersaing dengan kita !"


Tian Ming memiliki pikiran jahat dan mengangkat tangannya, Qi yang sangat kuat meledak dan tekanan yang luar biasa sangat terasa. Qi yang membentuk telapak tangan raksasa menerjang langsung kearah mereka semua.


Han Sen merasakan rasa penindasan yang luar biasa, namun tidak ada dari mereka yang berniat untuk menyerah. Setiap orang mendesak Qi mereka dan menghadang serangan Tian Ming.


*Boom.*


Ledakan Qi yang dahsyat menyapu kesegala arah dan memaksa mereka semua mundur. Han Sen menjaga jarak yang aman dan niat membunuh tertuju kearah Tian Ming, dia tidak menyangka seratus orang lebih hanya mampu menghentikan serangan Tian Ming.


Han Sen benar-benar harus berpikir lebih keras dimana perbedaan kekuatan dari Immortal Emas dan Immortal Emperor tidak bisa diukur. Peluang untuk mendapatkan Sumber Prinsip ini sangatlah kecil, namun mundur sekarang bukan pilihan untuknya.


"Selamat... kalian semua sudah melewati tes kelayakan. Jadi jangan sampai mati didalam ya !" Kata Tian Ming dengan geli.


Mereka semua menatap Tian Ming dengan niat membunuh tapi tidak ada yang membuat gerakan, perlakuan seperti ini sudah sering terjadi dan keagungan kekuatan Sekte Langit.


"Berhentilah bermain-main Tian Ming." Kata seorang Pria yang berdiri disampingnya.


"Maafkan aku Tetua... aku tidak tahan melihat sekumpulan orang lemah saling berkumpul." Tian Ming berkata dengan santai.


Han Sen menatapnya dengan dingin dan tersenyum, dia akan mengingat hal ini dengan baik dan ketika ada kesempatan maka dia akan membalasnya.