
Han Sen berjalan dengan santai dan Auranya meledak dengan gila. Jurang itu berguncang dengan momentum besar Han Sen dan Qi Alam yang ganas berkumpul.ditinjunya.
Semua Beast Alam Virtual merasakan tekanan yang luar biasa, tidak peduli apakah itu diTahap Awal atau Akhir. Sekumpulan Beast itu merasakan kengerian dari sosok Han Sen, dia meninju dengan keras dan gelombang cahaya penghancur yang besar berubah menjadi seekor Naga yang melahap semua Beast.
*Boom.*
Tanah berguncang sangat hebat dan setiap jalur serangan Han Sen pemandangannya hanya terlihat seperti kehancuran total. Han Sen menyentuh tanah dan kegelapan menyebar kesegala arah, semua sisa mayat Beast diserap olehnya dan kekuatan fisiknya benar-benar sangat kuat.
Semua Tulang Beast dan Inti Beast dia ambil dan nantinya dia akan membuat Artifak yang bagus untuk mereka. Lagi pula sangat sedikit Artifak Tingkat Virtual dan sekarang ketika dia menjadi Kultivator Alam Virtual maka tidak ada seorangpun yang dapat menghentikan momentumnya. Han Sen terbang keatas langit dan segera terbang untuk kembali.
....
Disisi lain ketegangan Pertempuran antar kedua Benua sendiri sudah sedikit mereda. Semua orang dari Kekaisaran Pedang diperintahkan untuk mundur tapi semua ini sama sekali belum selesai dan tidak menutup kemungkinan kalau Perang akan terjadi lagi.
Serikat Alkemis merasakan pukulan telak karena kehilangan Han Sen sebagai Alkemis terbaik, namun semua bisnisnya sekarang beralih kepada Kerajaan Xianjiang.
Penjualan Pil Roh yang dapat meningkatkan kekuatan jiwa diserahkan kepada Yao Wu, dia menerima hasil dari bagian Han Sen yang berupa batu roh dalam jumlah yang sangat besar.
Kekayaan dari Kerajaan Xianjiang yang sekarang sangalah hebat. Lima tahun yang lalu fondasi mereka yang rusak sekarang sudah menjadi lebih kuat dibawah kepemimpinan Ratu Yao Wu.
Mereka memiliki empat orang Ahli Alam Divine Sea lapisan pertama yaitu Yao Wu, Liu Shuang, Chai Ying dan Wudie. Keluarga kelas pertama lainya juga mengambil terobosan besar, sumber daya menjadi lebih mudah didapatkan melalui perdagangan dan banyak Kultivator Alam Divine Transformasi yang lahir.
Yao Wu mengatur pemerintahan dibantu dengan Wudie, sedangkan Chai Ying pergi ke Kota Api untuk mengatur tugas yang ditinggalkan oleh Han Sen.
Yun Zhi sesekali datang dan menyapa namun dia juga memiliki kewajiban di Sekte Embun Beku dan tidak bisa tinggal lebih lama. Liu Shuang sendiri sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Han Sen, namun Yao Wu selalu meyakinkan dirinya bahwa Han Sen akan kembali.
Liu Shuang berlatih dengan sangat keras di Keluarga Liu dan berharap dia akan memiliki pencapaian besar. Andai saja dia memiliki kekuatan maka Han Sen tidak akan meresikokan dirinya untuk datang dan menyelamatkan mereka, hidup dan matinya masih belum diketahui dan setiap hari dia selalu mencemaskannya.
Yao Wu berada diAula dan melihat pemangan Ibukota Kerajaan dari jendela. Singgasana masih tetap kosong sampai saat ini dan dia sengaja melakukan hal ini.
Yao Wu selalu menegaskan kepada semua Petinggi Kerajaan bahwa Han Sen adalah orang yang nantinya akan menempati singgasana sebagai Raja. Didalam hatinya dia sudah mengakui Han Sen sebagai Pria sekaligus Pria yang akan bersama dengannya, jadi tidak adapun satu orang yang berani melawan keputusan Yao Wu.
Dirinya sudah berlatih sangat keras dan sudah hampir dua belas tahun tidak ada kabar sedikitpun dari Han Sen. Memikirkannya membuat hatinya sangat terluka dan air matanya perlahan menetes.
"Hiks... bukankah kau mengatakan bahwa dirimu tidak akan mati, bahkan jika sekalipun kau mati kau hanya akan mati didalam pelukanku. Segeralah kembali... hidupku sama sekali tidak ada artinya tanpa dirimu !" Yao Wu mengusap air matanya dan ekspresinya dipenuhi dengan kerinduan serta kesedihan yang mendalam.
Kilatan cahaya melesat masuk dan Yao Wu sedikit terkejut, ketika dia berbalik untuk melihatnya ekspresinya perlahan menjadi sangat kaku. Tentunya apa yang dia lihat sekarang adalah Han Sen, dia tidak tahu apakah ini mimpi atau bukan namun didalam hatinya dia sangat bahagia hingga air matanya tumpah.
Han Sen tersenyum dan perlahan dia memberikan pelukan hangat untuk Yao Wu, "Aku Han Sen akan menepati janjiku terutama kepada kalian. Maaf sudah membuatmu khawatir sampai saat ini... aku kembali dan selamanya akan bersama denganmu !"
Yao Wu memeluk Han Sen dengan sangat erat dan menangis dengan keras. Hatinya merasa sangat lega seolah batu besar yang menindihnya sudah hancur berkeping-keping, Han Sen akan menunggunya sampai selesai dan menerima semua dukanya.