Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 118 - Dunia Tersembunyi


Han Sen pergi dan berniat kembali untuk beristirahat sebentar sambil menunggu hari esok. Han Sen melawati Zhi Xin dan berhenti sebentar untuk mengatakan beberapa hal.


"Aku hidup hanya dalam pertarungan hidup dan mati, aku ini orang dewasa yang tidak suka melakukan permainan anak-anak untuk menentukan siapa yang terbaik. Pengecut... mungkin di Dunia ini hanya kau yang berani mengatakan hal itu kepadaku. Tidak perlu Jiwa Naga Surgawi ataupun Sumber Qi, menahan satu gerakan Pedangku saja kau tidak akan memiliki kemampuan untuk itu." Han Sen berkata dengan dingin dan bergegas kembali.


Zhi Xin sedikit tertekan dengan niat membunuh Han Sen, dia sudah melihat gerakan Pedang Han Sen dan Qi Pedang itu bukanlah sesuatu yang bisa dia tahan.


Sekarang dia sadar bahwa Jenius tak tertandingi itu diberikan tanpa sebuah alasan. Sejak awal Turnamen itu seperti hanya permainan untuknya dan dia layak dengan arogansinya.


Sehari sudah berlalu dengan cepat dan Han Sen pergi sendiri ke Lembah Badai Es. Merasakan fluktuasi Aura dinginnya saja sudah membuat Akar Spiritual elemen airnya berkembang, sepertinya datang kemari adalah pilihan yang benar.


Han Sen melihat banyak gadis yang mendekatinya dan ini sedikit mengganggu, segera dia masuk kedalam lembah dan mencari tempat yang lebih jauh. Sesekali dia berhenti untuk memperkuat Akar Spiritualnya dan setelah itu dia melanjutkan untuk masuk lebih dalam lagi.


Han Sen dengan cepat berhenti dan merasakan sesuatu yang bergerak kearahnya. Aura Beast yang sangat ganas terlihat cukup menakutkan dan penglihatannya sekarang ditutupi oleh Salju yang cukup lebat.


Seekor Kera Salju yang bertubuh besar berlari kearah Han Sen, pukulannya langsung ditujukan langsung kepada Han Sen. Segera dia menahan serangan Kera Salju dengan kedua tangannya dan membuatnya mundur beberapa meter kebelakang.


"Mengagetkanku saja !" Han Sen melesat kearah Kera Salju dan menghindari tinjunya.


Han Sen mengambil Pedangnya dan memotong kepala Kera Salju dengan sangat mudah. Han Sen menggunakan elemen kegelapan dan mengambil semua manfaat Kera Salju ini, dia melanjutkan kembali dan tetap waspada dengan sekitarnya.


Selama perjalan masuk lebih jauh Han Sen menemukan beberapa jenis Beast, namun semuanya mati dibawah kekuatannya dan Han Sen memikirkan cara yang lebih baik. Membunuh Beast jauh lebih efektif untuk menyerap Atribut mereka dan hal ini jauh lebih baik dari pada harus berhenti untuk sementara waktu.


Kali ini tubuhnya seolah sedang ditarik kembali seperti arus ombak, Aura dingin ditempat ini sangat menusuk bahkan dirinya yang memiliki fisik yang kuat masih dapat dengan jelas merasakan hawa dinginnya.


Han Sen kehilangan pijakannya karena Salju yang menjadi pijakannya tidak stabil, tubuh terseret lebih dalam dengan paksa. Han Sen mendesak Qi miliknya dan Jiwa Naga Surgawi melindunginya dari hawa dingin.


Han Sen melihat sebuah lubang hitam didepan dan dengan jelas merasakan aliran kekuatan ruang, kali ini didepannya adalah bahaya yang sesungguhnya dan Han Sen mencoba yang terbaik untuk tidak masuk kedalam lubang hitam.


"Ugh." Han Sen tidak memiliki kemampuan untuk melawan arus dan tubuhnya dipaksa masuk kedalam lubang hitam.


Aura dingin yang menyembur menyapu tubuhnya seolah dia dapat membeku kapanpun itu. Kepalanya mulai terasa sangat pusing akibat efek kekuatan ruang yang tidak stabil.


Han Sen terjatuh disebuah tempat yang hampir mirip dengan Lembah Badai Es. Namun dia dapat merasakan bahwa kekuatan Dunia ditempat ini jauh lebih buruk dan kemungkinan dia sudah dikirim ke Dunia yang berbeda dimana Dunia itu masih dalam pembentukan.


"Sialan !" Han Sen perlahan berdiri dan menahan dingin disekujur tubuhnya.


Perlahan matanya melihat kearah sekitar dan dia terkejut melihat seseorang wanita yang sudah menjadi balok es. Jika dilihat dari pakaian yang Gadis itu gunakan kemungkinan besar dia adalah salah satu Murid dari Sekte Embun Beku.


Kesadaran Ilahi Han Sen mencoba memeriksanya dan dia dapat merasakan sedikit kehidupan dari tubuhnya. Han Sen menghancurkan Balok Es dan membawa Gadis itu bersama dengannya, lagi pula dia sudah menerima hal baik dari Master Sekte dan menyelamatkan seorang Murid bukanlah masalah besar untuknya.


Han Sen melihat sebuah tebing es dan meninjunya dengan keras. Dengan paksa dia membuat sebuah Gua dan memasang penghalang agar hawa dingin yang menyiksa diluar tidak masuk, Sumber Qi miliknya terbuang percuma dan prioritasnya sekarang adalah menyelamatkan nyawa Gadis yang sudah diujung tanduk ini.