
Hei Huan dan Lu Ye sedikit merasa khawatir dengan kekuatan tempur Han Sen yang jauh melebihi Kultivasinya.
"Majulah kalian berdua... satu orang di Tahap Menengah dan sisanya di Tahap Akhir Alam Dao Fusion yang cacat. Tapi khusus untukmu aku akan memberikan kesempatan !" Han Sen menunjuk kearah Lu Ye.
"Apapun penawaranmu tidak akan membuatku tertarik sama sekali. Aku lebih suka bertarung dengan orang kuat sepertimu sampai akhir." Kata Lu Ye dengan penuh niat bertarung.
"Jangan menolaknya terlebih dahulu... pikirkan baik-baik ini bagaiman jika apa yang aku tawarkan adalah keluar dari tempat ini. Bagaimana menurutmu ?" Tanya Han Sen dengan santai.
Hei Huan dan Lu Ye sangat terkejut mendengar pernyataan Han Sen. Setelah Kultivator dikirim ke Wilayah Pembuangan mereka tidak akan bisa keluar sama sekali, namun pernyataan Han Sen ini terlalu arogan namun sedikit memberikan harapan yang besar untuk mereka.
"Apa buktinya kalau kau bisa keluar dari tempat ini ?" Tanya Lu Ye dengan sungguh-sungguh.
"Dalam hidupku aku tidak pernah mengatakan omong kosong. Aku Han Sen bersumpah kepada Surga dan Hati Beladiriku bahwa apa yang aku katakan adalah kebenarannya." Han Sen mengangkat tangannya dan bersumpah.
Sumpah yang mengatasnamakan Surga dan Hati Beladiri adalah sesuatu yang tabu bagi Kultivator seperti mereka. Jika mereka berbohong maka orang itu akan mendapatkan hukuman Surga dan Kultivasinya tidak akan pernah meningkat, sekarang Lu Ye yakin bahwa Han Sen tidak akan membodohi dirinya dengan kebohongan.
Han Sen memiliki rencananya sendiri dan setiap langkah yang akan dia ambil harus memiliki peluang besar untuk menang. Menghadapi dua orang sekaligus akan merepotkan untuknya, terlebih Lu Ye juga memiliki kegunaan kedepannya dan Han Sen akan memberikannya sedikit kesempatan.
"Jangan percaya dengannya Lu Ye... dia hanya bermaksud mengacaukan kita." Teriak Hei Huan dengan penuh ketidakpercayaan.
Lu Ye menatap Han Sen dan berkata, "Apakah kau ingin memintaku untuk bekerjasama membunuhnya ?"
"Memangnya kau mampu... penawaranku adalah kau menjadi Budakku selama 200 tahun. Jika kau tidak mau maka jalan satu-satunya adalah membunuh kalian semua !" Kata Han Sen dengan penuh niat membunuh.
Lu Ye menatap kearah Su Chen dan sekarang dia mengerti mengapa Su Chen sangat melindungi Han Sen. Kemungkinan apa yang dikatakannya adalah kebenaran dan dia tidak bisa melepaskan peluang ini.
Dua ratus tahun mungkin bukan waktu yang sedikit tetapi baginya yang sudah terkurung dineraka hidup ini dalam waktu yang sangat lama adalah hal kecil.
"Sudah kuputuskan." Lu Ye maju dan berlutut didepan Han Sen, "Mulai hari ini saya adalah Budak Tuan. Apapun perintahnya Lu Ye ini akan melakukan yang terbaik !"
"Pengkhianat." Teriak Hei Huan dengan marah.
Han Sen melesat kearah Hei Huan dan tinjunya menciptakan gelombang kejut yang kuat. Hei Huan mendesak kekuatan Jiwanya dan sosoknya berubah menjadi Elang Darah.
*Bang.*
Sayap Elang Darah menahan gelombang tinju Han Sen dan Hei Huan merasakan sedikit rasa sakit, Qi yang dimiliki Han Sen terasa sangat kuat dan aneh. Namun untuk sekarang dia tidak ingin memikirkan apapun dan fokus dengan pertarungannya.
Gelombang kekuatan yang berbeda saling berbenturan diatas langit dan pukulan demi pukulan saling beradu. Tetesan darah mulai berjatuhan, entah itu Hei Huan atau Han Sen mereka mendapatkan luka.
Banyak orang yang dapat merasakan gelombang pertarungan hebat ini. Han Sen sendiri sangat bersemangat dan dia ingin merasakan sensasi pertarungan ini lebih lama, sangat jarang menemukan lawan yang sesuai dan Hei Huan sedikit membangkitkan semangatnya.
"Cukup sudah !" Hei Huan memuntahkan segumpal darah dan membentuk segel.
Gumpalan darah itu berubah menjadi Burung Elang yang besar dan menerjang kearah Han Sen dengan Aura yang mengerikan. Han Sen mendesak Qi Alam dan mengangkat satu jarinya.
Jari Telunjuk Dewa Kematian yang sangat besar muncul, tekanan yang mengerikan membuat ruang disekitarnya berguncang dan kedua serangan ini saling berbenturan.
Gelombang Aura yang ganas menciptakan badai yang sangat besar. Han Sen melakukan tranfosmasi Naga Surgawi dan menerobos paksa badai didepannya.
Naga Surgawi mencengkram tubuh Hei Huan dan menyeretnya kebawah. Tekanan yang dirasakan Hei Huan sangat menyiksanya seolah dia sedang berhadapan dengan Binatang Suci.
*Bang.*
Han Sen membenturkannya ketanah dengan sangat keras dan kembali kewujud aslinya. Han Sen mencengkram leher Hei Huan dan meludahkan darah dari mulutnya, Api Hitam perlahan membakar tubuh Hei Huan dan rintihan kesakitan terdengar sangat keras.