Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 53 - Lembaran Baru


Han Sen membuka matanya dan menangis sejadi-jadinya. Untuk pertama kalinya dia berterimakasih kepada Surga karena memberikan kesempatan kedua untuknya.


Surga membuat Shui Jing terlahir kembali sebagai pribadi yang baru yaitu Yao Wu. Mungkin dia tidak memiliki ingatan sebagai Shui Jing, tapi tetap saja dia adalah Shui Jing yang baru yang saat ini dikenal sebagai Yao Wu dan tentunya dia mewarisi kehendak Shui Jing yang menganggap dirinya sebagai belahan jiwanya.


Han Xuan dan Shui Jing hanya berada dimasa lalu, sekarang adalah kisah dari Kesombongan Surgawi Han Sen dan Dewi Bulan Yao Wu yang membuka lembaran baru.


Perlahan Yao Wu membuka matanya dan melihat wajah Han Sen dari dekat membuatnya sangat malu. Dengan panik dia segera bangun dan merapikan pakaiannya yang berantakan.


"Apa yang terjadi... kenapa aku tiba-tiba pingsan setelah Roda Bulan muncul ?" Tanya Yao Wu dengan malu.


"Entahlah siapa yang tahu." Kata Han Sen dengan santai.


Dirinya berpikir kalau gambaran ingatan masa lalu itu hanya tertuju kepadanya, Yao Wu mungkin tidak sadarkan diri dan tidak melihat apapun.


"Sudahlah... ngomong-ngomong apa yang sudah kau lakukan kepada Ayahku dan niatmu ingin bertemu denganku ?" Tanya Yao Wu dengan penasaran.


"Serius kau tidak tahu... apakah Raja tidak memberitahunya sama sekali. Singkatnya aku memiliki metode untuk menyembuhkan Raja, tapi aku memiliki beberapa syarat untuk melakukannya !" Kata Han Sen dengan santai.


Yao Wu merasa kalau Han Sen lebih ceria dari sebelumnya dan entah mengapa membuatnya senang.


"Syarat apa... tolong sembuhkan Ayahku... dia sudah menderita beberapa bulan dan Alkemis Kerajaan mengatakan bahwa dia tidak akan hidup lebih dari setahun. Jika kau benar-benar bisa melakukannya maka aku bersedia melakukan apapun yang kau minta, apapun itu aku tidak akan menolaknya." Kata Yao Wu dengan sungguh-sungguh.


"Kau sendiri yang mengatakannya jadi jangan pernah menariknya kembali." Han Sen mendekat dan berbisik ditelinga Yao Wu, "Sebenarnya apa yang aku minta adalah dirimu."


Han Sen tersenyum dan berkata, "Sudah aku duga... Putri ketiga yang dikenal sangat cantik pasti tidak akan mau. Apalah diriku yang hanya sebatas Keluarga kelas dua, bahkan jika Putri ketiga ingin menyangkal janjinya maka tidak akan ada orang yang berani mengkritiknya sama sekali."


"Siapa yang akan menyangkalnya... janji adalah janji dan aku akan menepatinya setelah kau menyembuhkan Ayahku. Tapi kita baru saja kenal dan aku belum benar-benar mengenal dirimu, kita butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain." Kata Yao Wu yang terlihat malu.


Han Sen menggelengkan kepalanya dan merasa bernostalgia. Sudah sangat lama dia tidak menggoda seorang Gadis, sejujurnya dia merasa sedikit geli dengan hal semacam ini dan entah mengapa dia sangat menikmatinya.


Begitu pula dengan Yao Wu yang perasaannya sedang terombang-ambing, dia tidak tahu harus merasa sedih atau senang. Namun intinya dia sangat nyaman berbicara dengan Han Sen seolah dia sudah sangat akrab dengannya.


"Hm... sebelumnya kau memiliki konflik dengan Keluarga Fan, memangnya masalah apa yang kau miliki dengan mereka sampai kau menerima tantangan itu ?" Tanya Yao Wu dengan penasaran.


"Dulunya Keluargaku berdiri di Kota Api... tapi Keluarga Fan takut dengan perkembangan Keluarga Han dan mengambil Seni Beladiri mereka. Singkat saja... semua anggota Keluarga Han dibantai dalam satu malam dan hanya aku yang tersisa saat berumur sepuluh tahun, kebencian sejak awal harus diselesaikan. Bahkan setelah aku meninggalkan Kota Kayu Keluarga Fan mengirim dua orang Kultivator Alam Nascent Soul untuk membunuhku, namun sayangnya mereka memilih orang yang salah dan berakhir mati ditanganku." Han Sen menceritakan semuanya dengan jujur.


Yao Wu mengusap wajah Han Sen dan merasa kasihan, "Malang sekali nasibmu... masih kecil sudah sendirian. Tapi aku tidak menyangka kau akan sekuat itu sampai bisa membunuh Kultivator Alam Nascent Soul !"


Han Sen dengan kesal menurunkan tangan Yao Wu dan berkata, "Seorang Pria tidak akan mengemis rasa simpati ataupun mengemis untuk mendapatkan keuntungan. Aku lebih suka memperjuangkan sesuatu sekalipun harus melakukan hal jahat. Harga diri seorang Pria harus dijaga, jika tidak bagaimana kau akan mempertanggung jawabkannya nanti. Karena itulah aku tidak pernah menundukkan kepalaku kecuali hanya untuk orang tuaku."


"Perkataan yang bagus... tapi apakah kau yakin bisa menang ?" Tanya Yao Wu dengan khawatir.


"Selama itu tingkatan yang sama maka aku akan menang dengan mudah. Kau bisa datang dan melihatnya nanti di Arena, lihatlah seberapa kuat Pria yang dimasa depan akan menjadi Suamimu !" Kata Han Sen dengan sedikit menggoda.