Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 93 - Berangkat


Han Sen tersenyum dan berkata, "Sekarang Chai Ying sudah bisa membentuk Qi Pedang dan menggunakannya dengan bebas. Namun itu masih tahap biasa... teruslah mengasah indra milikmu dan mencapai Hati Pedang dimana hati dan jiwamu bersatu dengan Pedang."


"Hati Pedang.... aku akan melakukan yang terbaik." Kata Chai Ying dengan sungguh-sungguh.


Han Sen mengusap kepalanya dan merasa sangat senang dengan kegigihan Chai Ying. Liu Shuang juga berusaha dengan keras, dengan bantuan Keluarga Liu dia dengan mudah mendapatkan Api Beast yang kuat dimana dia dapat memperkuat Api Burung Vermilion.


Waktu terus berjalan dan Han Sen hanya menghabiskan waktunya untuk menemani mereka berdua. Salah seorang Tetua dari Sekte Langit Iblis datang dan memberikan semua pesanan Ha Sen.


Hong Wen sama sekali tidak mengecewakannya dan didalam Cincin Ruang terdapat Batu setinggi 2 meter dengan Petir Emas yang menyelimutinya. Han Sen segera melakukan pelatihan tertutup dan membiarkan mereka berdua untuk berlatih.


Jiwa Naga Surgawi keluar dan menelan semua Petir Emas. Didalam Laut Kesadaran Ilahi Han Sen Buku Emas mulai berdengung dan sebuah Aura yang kuat menyembur.


Rambut Han Sen perlahan berubah menjadi putih dan pupil matanya memancarkan cahaya emas yang terang. Petir Emas menyelimuti tubuhnya dan berbeda dari sebelumnya, sekarang Petir Emas itu terlihat ganas dan memiliki daya hancur yang besar.


Aura Alam disekitarnya diserap kedalam tubuh Han Sen, kedelapan Cincin Semesta mulai berdengung dan energi yang luar biasa melonjak dengan drastis. Jiwa Naga Surgawi memutari Cincin Semesta dan perubahan terjadi padanya, Naga Hitam dengan corak emas terlihat sangat luar biasa dan Han Sen sangat terkejut melihatnya.


"Sekarang aku mengerti... Petir Emas ini adalah Elemen Khusus dan sebenarnya sangat kuat. Jika ini disatukan dengan Jiwa Naga Surgawi dan dengan bantuan Energi Alam dari Buku Emas Rahasia Alam maka Petir Emas ini dapat menampilkan kekuatan yang sebenarnya. Kali ini aku mendapatkan keuntungan yang bagus !" Kata Han Sen dengan penuh semangat.


Han Sen segera fokus dalam menyempurnakan Petir Emas dan masuk dalam kondisi meditasi, waktu berlalu dengan cepat dan hanya tinggal 3 minggu menjelang Turnamen besar.


Semua orang sudah menunggu Han Sen dan khawatir. Jika mereka menundanya lebih lama lagi mungkin mereka semua akan terlambat, setidaknya butuh waktu seminggu perjalanan untuk sampai kesana.


*Boom.*


Ledakan terdengar dari ruangan Han Sen dan perlahan dia keluar. Tong Fang dan Kapten Zie memberi hormat kepadanya dan Han Sen sepenuhnya sudah selesai.


Tong Fang dan Kapten Zie mengangguk dan menyanggupinya. Han Sen berjalan keluar menemui mereka dan mengenakan set pakaian yang baru, melihat Han Sen mereka semua merasa lega dan sepertinya mereka akan segera berangkat.


"Maaf... aku sedikit mengalami masalah... tapi sekarang semuanya sudah selesai dan kita akan berangkat !" Kata Han Sen dengan tegas.


"Baik." Semua orang berteriak dengan penuh semangat.


Qing Yong mengeluarkan sebuah Artifak berbentuk Kapal, Raja Wu Dao secara pribadi meminjamkannya dan mengangkut mereka semua akan jauh lebih mudah. Bahan bakarnya adalah batu roh dan Artifak ini sangat nyaman digunakan sekaligus menghemat tenaga.


Semua orang melompat kedalam dan segera mereka berangkat bersama. Qing Yong mengambil alih kemudi dan semua orang kembali untuk berlatih, ekspresi yang gugup terlihat diwajah mereka dan Han Sen sama sekali tidak peduli.


"Qing Yong ikut denganku... ada sesuatu hal yang harus kita bicarakan !" Kata Han Sen dengan santai.


"Kebetulan sekali... aku juga ingin meminta sesuatu dari Ketua." Qing Yong bergegas pergi keruangan Han Sen dan disana Chai Ying membuatkan mereka teh.


"Apa yang ingin kau bicarakan ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Begini... aku harap Ketua memberikanku ijin untuk melawan Luo Feng. Aku ingin sekali memukul wajah pengkhianat itu !" Kata Qing Yong dengan sungguh-sungguh.


"Kau bukan lawannya... apakah kau masih yakin untuk melawannya. Aku tidak bermaksud untuk meremehkanmu... tapi aku tidak suka menghibur seseorang ketika ini adalah pertarungan yang dapat membuat mereka mati. Kau bukan lawannya tapi jika kau masih tetap ingin dan siap untuk mati maka aku tidak akan bisa menolakmu." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.


Qing Yong tahu bahwa perkataan Han Sen mungkin cukup kasar, namun dia sangat perhatian kepadanya. Qing Yong memang bukan lawan Luo Feng namun dia sangat percaya diri bahwa dirinya yang sekarang dapat menghadapinya.


"Ketua dapat yakin... hidup dan mati bukanlah sesuatu yang spesial. Apapun yang terjadi aku sudah siap dalam segala hal." Kata Qing Yong dengan tegas.