Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 294 - Pertimbangan


Han Sen mengambil Cincin Ruang Huo dan menerjang kearah Nian Suo dengan penuh niat membunuh. Tinjunya yang dilapisi Api Petir hitam menghancurkan semua batasan yang dibuat Nian Suo.


Nian Suo terlihat sangat panik dan tidak tahu lagi harus melakukan apa. Sekarang Huo sudah mati dan melawan Han Sen tidak mungkin dapat dia menangkan.


"Sekarang mau lari kemana kau ?" Han Sen menendang perutnya dan membuat Nian Suo terlempar menabrak penghalang.


"Cough... jika kau berani membunuhku maka Keluargaku tidak akan tinggal diam, dimasa depan kau ataupun ****** itu akan mati !" Nian Suo sedikit mengancam Han Sen namun hatinya dipenuhi dengan ketakutan.


Han Sen mencengkram lehernya dan berkata, "Mengancamku... jangan menguji keberanian Kesombongan Surgawi. Kita lihat... aku akan membunuhmu disini dan apa yang bisa Keluarga tercintamu itu lakukan kepadaku !"


"Jika aku jadi kau maka aku tidak akan melakukannya !" Sebuah suara yang disertai Aura membunuh tiba-tiba terdengar.


Han Sen memalingkan pandangannya dan dibelakang Lu Siyu dan Lu Che berdiri seorang Pria Tua yang mengusap janggutnya. Orang itu adalah Nian Wuji yang tidak lain adalah Kepala Keluarga Nian yang sekarang dan Kakek dari Nian Suo.


Kultivasinya berada di Tahap Awal Tingkat Immortal Emas, hanya dengan melihat sorot matanya Han Sen dapat merasakan kengerian dari kekuatannya.


Walaupun mereka hanya memiliki jarak satu tingkatan namun kesenjangan ini bukan sesuatu yang dapat Han Sen lampaui untuk saat ini. Terlebih Lu Siyu dan Lu Che tepat berada didepan Nian Wuji, jika dia mau hanya dengan sedikit gerakan nyawa mereka akan berakhir.


"Anak muda yang ambisius dan arogan... tapi sejak dulu mereka yang jenius memang layak dengan sikap itu. Aku tidak bermaksud mengganggu aturan arena, tapi kau tahu bukan konsekuensi karena membunuhnya ?" Kata Nian Wuji dengan dingin.


"Baik... untuk sekarang aku akan mendengarkan perkataan Tuan. Namun jika aku melepaskannya jaminan apa yang bisa Tuan berikan agar dia tidak menciptakan masalah dikemudian hari ?" Han Sen mencengkram sedikit lebih kuat dan memaksa Nian Wuji untuk membuat keputusan yang benar.


"Aku bisa bersumpah dengan nyawaku... selama aku masih hidup kedua Saudara ini tidak akan menerima gangguan. Jikapun ada yang melanggar dia akan mati ditanganku, apakah itu sudah cukup ?" Tanya Nian Wuji dengan santai.


"Ya." Han Sen melepaskan Nian Suo dan mengakhirinya disini.


Nian Wuji segera masuk kedalam dan membawa Nian Suo pergi, dari pada mereka harus menanggung malu didepan publik lebih baik untuk segera pergi. Setelah kembali Nian Suo tidak akan lepas dari hukuman Keluarga karena membuat malu.


"Hah... semuanya berakhir baik berkat Kakak Ipar, dimasa depan Nian Suo tidak akan mengganggu kita lagi !" Kata Lu Che dengan santai.


"Maka kalian bisa hidup dengan damai." Han Sen berkata dengan santai.


Nian Wuji mungkin tidak akan mengganggu mereka berdua namun tidak untuk dirinya. Sebagai Keluarga yang berpengaruh Nian Wuji tidak akan melepaskan dirinya begitu saja, perjanjian itu dibuat hanya dengan melibatkan mereka dan tidak termasuk dirinya.


Sampainya mereka di Toko Lu Che pergi untuk mengurus pengiriman Bahan Obat, Lu Siyu membuatkan teh spiritual untuk Han Sen memulihkan Sumber Qi miliknya.


"Terimakasih Tuan Han Sen karena membantu masalah kami !" Kata Lu Siyu dengan tulus.


"Santai saja... ngomong-ngomong berapa banyak Ahli Tingkat Immortal Emas di Keluarga Nian ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Hanya satu... Beliau adalah Nian Wuji dan orang yang Anda lihat sebelumnya. Tuan Han Sen tidak bermaksud untuk mencari masalah lagi dengan mereka bukan ?" Tanya Lu Siyu dengan khawatir.


"Mereka yang nantinya akan datang sendiri kepadaku. Tapi tenang saja... selama aku berada didalam Kota seharusnya mereka tidak akan mencari masalah, sepertinya aku harus menetap disini untuk beberapa waktu untuk menerobos Tahap Akhir sebelum pergi." Kata Han Sen dengan jujur.


"Anda berniat untuk pergi ?" Lu Siyu terlihat cukup sedih.


Sangat jarang bagi mereka untuk akrab dengan orang lain, terlebih Han Sen ini cukup menyenangkan dan mereka sama-sama menyukai Alkimia.


Han Sen tersenyum dan berkata, "Ya... tapi tidak dalam waktu yang dekat. Jangan memasang raut wajah seperti itu atau jangan-jangan kau sudah mulai jatuh hati padaku ?"


"Si... Siapa yang menyukaimu !" Kata Lu Siyu dengan gugup.


"Tenang saja... dimasa depan ketika aku menjadi seorang yang kuat penawaranku masih berlaku, bakat Alkemis dirimu sangat hebat. Jika kau tidak keberatan suatu hari aku akan merekrutmu !" Han Sen tersenyum dengan puas dan tidak berbohong.