Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 129 - Kemarahan


Yao Wu menangis dengan sangat keras dan Han Sen semakin mendidih karena amarah. Namun dia berusaha menahannya dengan baik dan untuk sekarang dia sudah merasa lega karena Yao Wu baik-baik saja.


"Aku sudah tahu situasinya dan maaf karena tidak adanya diriku kau mengalami hari yang berat !" Kata Han Sen sambil mengusap punggung Yao Wu.


"Ini bukan salahmu." Yao Wu tidak tahu harus berkata apa dan sejujurnya dia sangat bersyukur bahwa Han Sen tidak ada.


Lagi pula lawan terlalu kuat dan satu hal yang dia sangat benci adalah keberadaan Wu Tian. Jika saja waktu itu dia tidak menghalangi Han Sen untuk membunuhnya, maka hasilnya mungkin tidak akan seburuk ini.


Wudie bangun dari tempat tidurnya dan memegang dadanya, "Tuan Han Sen... Raja, Sie, Xuan dan Pangeran kedua sudah mati. Penghianat itu memiliki dukungan orang kuat yang berada di Tahap Akhir Alam Divine Sea yang entah dari mana."


"Diam saja dan serahkan semuanya kepadaku... didunia ini tidak ada yang diijinkan untuk macam-macam dengan wanitaku. Diam disini dan aku akan mengurusnya, Yun Zhi... temani mereka semua." Han Sen memberikan Yao Wu kedalam penjagaan Yun Zhi.


"Saudari tenanglah... percayalah kepada Han Sen dan dia akan menepati perkataannya." Yun Zhi menatap Han Sen dan berkata, "Karena kau sudah memutuskannya maka mustahil untuk menghentikanmu. Satu hal yang aku harapkan darimu... jika kau memang tidak mampu maka kembalilah, ingat hidupmu yang sekarang bukan hanya milikmu sendiri. Masih ada kami yang menunggumu !"


Han Sen mengusap wajah Yun Zhi dan Yao Wu, dia berjalan keluar dan melihat banyak orang disekitarnya. Namun dia sama sekali tidak menghiraukan mereka dan terbang keatas langit dengan kecepatan yang luar biasa.


....


Disisi lain di Istana Raja yang baru Wu Tian sedang menikmati hidupnya dengan berpesta, para penari terlihat sedang menari dengan lantunan musik yang indah dan sekarang dia benar-benar menikmati hidupnya.


Seorang Pria yang duduk dan dijamu oleh para Pelayan dengan hormat saat ini sedang meminum arak. Pria itu bernama Kong Sheng yang tidak lain adalah Ahli dari Kekaisaran Pedang yang sudah menyelinap ke Kerajaan Xianjiang.


Namun masalah kali ini sangat menyebalkan baginya, sudah dua tahun Han Sen menghilang dan keberadaannya sama sekali tidak diketahui. Namun untuk beberapa hal dia bisa menggunakan nama dari Raja bodoh ini untuk berlindung, jadi dia hanya perlu menunggu Han Sen muncul dengan aman.


"Tuan Kong Sheng bisa bersantai... Raja ini sangat menghargai bantuan Tuan. Jika ada sesuatu yang Tuan inginkan maka katakan saja, Raja ini bersedia melakukannya !" Kata Wu Tian sambil merangkul pelayan disampingnya.


"Tidak perlu... selama Raja senang maka itu sudah cukup untukku." Kong Sheng tersenyum dan merasa jijik.


Seorang Anak yang tega membunuh Ayah dan Saudaranya sendiri dengan kejam tidak layak dipercaya. Kong Sheng tidak lebih menganggap Wu Tian sebagai orang tolol yang sangat serakah.


"Bajingan Wu Tian... keluar dan cuci lehermu dengan benar. Aku datang kemari untuk mengambil hidupmu !" Teriakan Han Sen menggema dengan keras dan Aura membunuh yang kuat terasa.


Wu Tian menelan ludahnya dan benar-benar ketakutan sekarang. Kong Sheng mengerutkan keningnya dan segera berdiri untuk bertemu dengan sosok yang membuat keributan.


"Tuan Kong Sheng... tolong bantu aku menghadapi Han Sen. Pria ini benar-benar kuat dan jika Anda bisa melakukannya maka aku akan memberikan hadiah !" Kata Wu Tian yang terlihat gemetar ketakutan.


Kong Sheng segera keluar dan melihat Han Sen yang berdiri diatas langit. Segera dia terbang untuk menyapanya dan mata Han Sen terlihat dingin seperti binatang buas yang kelaparan.


"Salam untuk Tuan Han Sen... aku adalah Kong Shen yang merupakan utusan dari Kekaisaran Pedang. Dewa Pedang Tian Yan sangat menghargai keterampilan Anda didalam Alkimia, bergabunglah bersama dengan kami..." Sebelum Kong Sheng dapat menyelesaikan perkataannya Han Sen dengan cepat mencibirnya.


"Semut Dunia Fana berani berkata bahwa dia bisa memberikan kejayaan kepadaku. Kekaisaran Pedang yang kau anggap hebat itu tidak lebih dari sekedar omong kosong bagiku. Setelah semua ini selesai maka aku jamin bahwa diriku akan datang kesana, kita akan melihat apakah kalian dapat menanggung akibat dari menggangguku." Kata Han Sen dengan jijik.