
Han Sen mengangguk namun dia tidak benar-benar akan berusaha pergi ke Gua, setidaknya tempat ini sangat cocok baginya untuk mengamuk.
Perbedaan kekuatan bukanlah sesuatu yang akan membuatnya gentar. Bagaimana mungkin dia disebut sebagai Kesombongan Surgawi jiga dia takut dengan melawan musuh yang kuat, walaupun dia tidak bisa menang namun Han Sen akan memberikan sebuah ingatan yang bagus.
Danau dibawah merupakan Kolam perubahan Beast dan energi alam disini sangat berlimpah, Han Sen menarik nafasnya dan Aura berkumpul membentuk sebuah pusaran diatas kepalanya.
"Masih ingin melawan !" Kata Ular Naga Mistik dengan jijik.
"Hanya seekor cacing berani bertingkah didepanku, jika aku tidak jatuh seperti ini dan memiliki kekuatanku yang dulu maka membunuh cacing sepertimu hanya seperti menginjak sebuah kotoran." Kata Han Sen dengan Niat membunuh yang sangat kuat.
*Groar.*
Jiwa Naga Surgawi meraung dan Ular Naga Mistik dapat merasakan tekanan yang luar biasa, dia tidak bisa menahan keterkejutannya dan sosok Naga Hitam yang perkasa terlihat dibelakang Han Sen.
Penindasan dari Jiwa Naga Surgawi sangatlah kuat dan Aura Han Sen terus melonjak. Tubuh Ular Naga Mistik membengkak dan menjadi dua meter, tubuhnya diselimuti dengan sisik dan Petir Ungu meledak-ledak disekitarnya.
Sekarang dia tidak memiliki pilihan lain untuk tidak serius, Semut didepannya memiliki Jiwa Naga yang sangat menakutkan. Jika itu Naga Bumi maka semua itu masih tidak layak disebutkan didepan matanya, namun tekanan yang dia rasakan bahkan dapat menandingi Binatang Suci dan jika terus seperti ini garis darahnya akan ditekan secara maksimal.
Ular Naga Mistik melesat kearah Han Sen dan mengayunkan cakarnya yang tajam, Han Sen berubah menjadi bayangan hitam dan berhasil menghindarinya dan berdiri dibelakang Ular Naga Mistik.
Energi yang kuat berkumpul diantara kedua tangannya dan lima elemen bercampur menjadi satu. Han Sen menembak Ular Naga Mistik dan gelombang Qi lima elemen tepat mengenai punggungnya.
*Boom.*
Ledakan besar disertai dengan badai lima elemen memberikan daya hancur yang besar. Ular Naga Mistik dipaksa mundur sampai keluar dari Danau dan berguling, Han Sen mengambil Pedangnya dan mengejar Ular Naga Mistik.
Ular Naga Mistik meraung dengan keras dan Petir menyembur dari mulutnya. Petir itu berpencar menjadi empat bagian dan mengejar kearah Han Sen.
Han Sen mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang melesat langsung kearah Ular Naga Mistik, Petir yang kuat menyambar Han Sen dan Qi Pedang itu menggores dada Ular Naga Mistik.
Ular Naga Mistik menyemburkan Petir dengan marah dan perlahan Petir itu berubah menjadi dua ekor Naga yang berputar-putar menuju Han Sen.
*Boom.*
Han Sen tidak dapat menghindarinya dengan kondisinya dan terkena serangan telak, ledakan Petir menggema diatas langit dan Han Sen berada dipusatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa seolah tubuhnya sedang tercabik-cabik.
"Argh." Han Sen berteriak sangat keras dan kekuatan jiwanya melonjak.
Petir disekitarnya hancur dengan gelombang jiwa Naga Surgawi dan tangan kanan Han Sen berubah menjadi cakar Naga.
"Cacing sialan.... aku tidak akan lari darimu... entah berapa banyak harga yang harus aku bayar, aku pastikan akan mengambil hidupmu !" Han Sen berteriak sangat keras dan membentuk Segel.
Auranya diatas langit meledak-ledak dan kekuatan jiwanya juga memancarkan tekanan yang mengerikan. Energi Alam ditarik masuk kedalam tubuhnya dan tanpa sadar Han Sen dapat membentuk Cincin Semesta kedua.
"Jari Dewa Kematian." Aura membunuh Han Sen meledak keatas langit.
Sebuah Jari raksasa dengan kuku yang tajam berwarna hitam terbentuk. Mata Han Sen berubah menjadi merah dan darah mengalir keluar, namun Aura membunuh yang sangat kuat memenuhi tempat itu dan memberikan tekanan yang kuat.
Untuk sekarang Han Sen hanya bisa memanisfentasikan satu jari, jika ini berada di Puncak kekuatannya maka dia akan mengambil wujud dari Dewa Kematian yang sebenarnya.
Jari itu perlahan turun kearah Ular Naga Mistik dan menekannya. Rasa takut akan kematian dan ketidakberdayaan didepan Jari Dewa Kematian membuat Ular Naga Mistik sangat frustasi.
Jari Dewa Kematian menekannya hingga hancur dan Ular Naga Mistik mati menjadi genangan darah. Han Sen perlahan merasakan sakit yang luar biasa dan darah terus keluar, kesadarannya mulai pudar dan perlahan dia jatuh ketanah dengan kondisi yang tidak sadarkan diri.
"Sepertinya aku kedatangan tamu yang sangat menarik !"
Tubuh Han Sen mulai bercahaya dan perlahan melayang kearah Gua, dia sengaja dibawa oleh eksistensi itu dan masuk kedalam Gua.