
Han Sen mengeluarkan seribu Kristal Sumber dan menggunakannya untuk berkultivasi. Seperti lubang tanpa dasar, semua energi itu diserap oleh Pohon didalam semesta kecilnya dan dalam waktu beberapa menit semuanya sudah berubah menjadi abu.
Namun efeknya sungguh membuat Han Sen terkejut, tubuh Immortal yang bahkan tidak dapat tergerak dengan Pil Roh Tingkat Heaven sekarang terasa jauh lebih segar.
Setelah beberapa hari seorang wanita muda kembali kepada Han Sen. Gadis itu bernama Cai Die dan dia membawa sebuah Inti Beast yang berada di Tingkat Immortal Bumi.
"Senior... tolong terima rasa terimakasihku karena membebaskanku dari penjara. Namaku adalah Cai Die dan bisakah aku tahu siapa nama Senior ?" Tanya Cai Die sambil mengulurkan Inti Beast itu.
Han Sen mengambil Inti Beast itu dan berkata, "Han Sen... aku tidak melihat penjara apapun disini selain Pelayan wanita lainya. Sepertinya masih banyak hal yang tidak aku tahu, lalu apa maksud dan tujuanmu kembali kemari. Jangan katakan bahwa kau ingin membalas kebaikanku, aku tidak akan mempercayai omong kosong seperti itu !"
Cai Die tidak menyangka kalau Han Sen ini akan memiliki pikiran yang sangat tajam. Padahal dia sudah sangat berhati-hati dalam bertindak, namun Han Sen dapat menebak kalau maksudnya tidak hanya untuk sekedar membalas kebaikan.
"Biarkan aku bergabung bersama dengan Senior Han Sen dalam menjelajah labirin. Aku cukup mengenal tempat ini dengan baik, bahkan jika pembagiannya 8 banding 2 saya tidak akan menolaknya sama sekali." Kata Cai Die dengan jujur.
"Berikan sebuah aku alasan mengapa aku harus menerimamu bergabung. Jika kau bermaksud untuk menggodaku atau menjual tubuhmu maka lupakan saja." Kata Han Sen dengan santai.
Cai Die mungkin memang sangat cantik dan memiliki kemampuan. Namun jika dibandingkan dengan kelima Istrinya Cai Die masih bukan apa-apa dan hanya unggul dalam kekuatan saja.
"Saya ingin segera keluar dari tempat ini namun kurang dalam kekuatan. Aku sudah menandai tempat dimana banyak sekali Kristal Sumber, namun sayangnya terdapat Beast kuat yang menjaganya. Ada seseorang yang ingin aku selamatkan diluar sana, jika saya tidak segera keluar dan bebas dari tempat ini maka perjuangan saya akan berakhir dengan sia-sia." Kata Cai Die dengan jujur.
Han Sen berpikir sebentar dan sepertinya tidak masalah untuk menerima Cai Die. Bagaimanapun juga dia membutuhkan pemandu yang tahu benar tata letak tempat ini, jadi dia tidak perlu repot-repot bertanya kepada orang lain.
"Terimakasih Senior." Cai Die tidak mengharapkan apapun dan berlindung dipunggung orang yang kuat seperti Han Sen adalah pilihan terbaik yang bisa dia ambil sekarang.
"Kita akan berangkat empat hari dari sekarang... tapi sebelum itu tolong jawab pertanyaanku ini baik-baik. Apakah kau orang asli yang lahir di Alam Immortal ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Benar sekali... saya dijebak oleh musuh dan berakhir menjadi Budak disini. Walaupun kita diminta mengumpulkan dua ratus ribu namun kesulitannya sangat luar biasa mengingat persaingan yang intens." Jawab Cai Die dengan jujur.
"Hehehe... kemarilah dan duduk disampingku, karena kau orang asli tempat ini maka ada banyak hal yang ingin aku tanyakan. Kau seharusnya memiliki banyak waktu luang." Han Sen sedikit bersemangat.
Cai Die sama sekali tidak keberatan dan dia menjawab semua pertanyaan Han Sen, kebanyakan apa yang Han Sen ingin ketahui adalah pengetahuan umum.
Setelah seharian penuh mengobrol banyak hal yang sudah Han Sen dapatkan. Sekarang dia paham mengapa orang-orang Tanah Suci ini menginginkan pertambangan, Kristal Sumber merupakan mata uang yang berguna selain menukar Pil Roh.
Namun apa yang paling mengejutkan Han Sen adalah banyaknya Alam Rahasia yang belum dijelajahi. Master Domain memang dapat menciptakan Domain miliknya sendiri sesuai pengaturannya, namun jika seseorang berhasil menaklukan Alam Rahasia ini maka dia akan menjadi pemilik tempat itu.
Prinsipnya mungkin seperti Tuan Dunia itu sendiri dan tidak sedikit Immortal yang menginginkannya. Tentunya tingkat kesulitannya juga bukan hal yang mudah, jadi hanya sedikit orang yang melakukan hal semacam ini mengingat mereka harus mengandalkan dirinya sendiri.
Adapun Pil Roh dan Artifak Immortal yang luar biasa hebat. Mendengar semua hal hebat ini dan membayangkannya saja membuat darah Han Sen mendidih karena semangat petualangan. Setelah keluar dari sini Han Sen akan mencoba yang terbaik untuk mencari sumber daya terlebih dahulu untuk menerobos Tingkat Immortal Emas, setelah itu dia akan bersaing untuk mendapatkan salah satu Alam Rahasia untuk dia tinggali dimasa depan.