
Setelah beberapa hari Inti Immortal didalam semesta kecil ditubuh Han Sen berubah menjadi Pohon yang cukup besar. Bintang Elemen lainya juga terlahir dan terhubung dengan Akar Pohon.
Persepsi Han Sen menjadi sangat luas dan dia dapat melihat gerakan disetiap sudut Alam Mistik yang sangat luas. Petir yang menyambar Han Sen sama sekali tidak bisa mengenainya karena Aliran ruang dan waktu yang sangat kacau.
Setelah mendapatkan pesan dari Chai Ying Gu Feiyan beserta semua bawahannya juga datang untuk melihat. Bahkan Raja Iblis Bei Mo juga tidak ingin melewatkan kesempatan ini, Long Zhu dan Zhong Qing sudah tidak terkejut kalau Han Sen akan melakukan hal ini.
Aura Han Sen meledak dengan gila dan Qi Alam menyembur dari tubuhnya. Rambutnya perlahan berubah menjadi putih dan raungan Naga Surgawi menggema, kali ini bahkan Long Zhu dapat memastikan bahwa Han Sen sudah melampaui dirinya yang dulu.
Tekanan ini sudah melebihi mereka para Binatang Suci, kekuatan dunia juga berkumpul disekitarnya dan sorot matanya memancarkan kehancuran yang tak berujung.
Han Sen tersenyum dan berdiri menatap langit, "Ayolah... terakhir kali aku mati ditanganmu dan sekarang Kesombongan Surgawi ini sudah kembali. Penguasa ini akan menjadi seorang Immortal, jadi jangan mengecewakanku dengan Malapetaka yang lemah !"
Semua orang membuka mulutnya lebar-lebar dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan dari mulut Han Sen. Menantang Surga sendiri adalah yang tabu, namun Han Sen lebih suka menyulut kemarahan Surga dan tidak menginginkan kemudahan sedikitpun.
Entah itu rasa percaya diri akan kekuatannya atau memang arogansinya yang sudah berlebihan tetap saja itu merupakan sesuatu yang berbahaya mengingat dia berurusan dengan Malapetaka Surga.
Ratusan ribu Petir Surgawi menyambar diatas langit dengan gemuruh yang mengerikan, satu persatu Petir Surgawi mulai menyatu menjadi sebuah Burung Petir yang sangat besar. Han Sen tersenyum dan dia merasa sangat puas karena Surga memberikan hadiah ini kepadanya.
Burung Petir itu berputar-putar diatas langit dan memancarkan tekanan yang mengerikan, semua orang yang melihat hal ini hanya bisa menelan ludah mereka dengan perasaan yang pahit.
Momentum mengerikan ini siapa yang mampu untuk menahannya, bahkan mereka yang dikenal memiliki fisik yang tangguh seperti Binatang Suci akan berubah menjadi abu jika menerima serangan ini secara langsung.
Han Sen memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang, Qi Alam yang sudah berubah menjadi lebih kuat dituangkan semua kedalam kepalan tangannya dan Jiwa Naga Surgawi dan Jiwa Pedang sudah siap sepenuhnya.
Burung Petir itu menukik kebawah dengan kecepatan yang luar biasa seolah dia ingin menyambar mangsanya. Auranya sangat ganas dan semua orang terbang menjauh karena tidak ingin ikut terseret kedalamnya.
"Bentuk sempurna dari Teknik Naga Surgawi... Tinju Naga Pemusnah." Han Sen meninju kearah Burung Petir.
Jiwa Naga Surgawi yang luar biasa besar meraung dan Qi Alam yang sangat kuat menyembur. Tinju Han Sen menciptakan momentum yang jauh lebih hebat seperti Naga yang sedang marah.
*Boom.*
Benturan dari dua kekuatan ini berlangsung cukup lama, daya hancurnya sudah dapat menciptakan badai Aura yang ganas dan semua orang harus menjaga jarak aman untuk membuat pelindung Qi.
Han Sen terus mendorong Qi Alam miliknya dan kekuatan dunia yang sangat kuat mendorongnya sampai habis. Energinya benar-benar meluap dan seluruh penjuru Alam Mistik berguncang karena merasakan semangat Han Sen.
Ledakan ini menciptakan gema yang luar biasa dan awan berbentuk cincin emas mulai menyebar. Han Sen merasakan dirinya sudah menerobos menjadi seorang Immortal, adapun tingkatannya itu masih menjadi sebuah misteri karena kurang pengetahuannya.
Han Sen memasang anting yang sengaja dia buat dan menggunakan kekuatan dunia untuk menekan Auranya. Bagaimanapun juga Alam Mistik akan menolak keberadaannya, walaupun ini tidak akan bertahan selamanya namun setidaknya Han Sen memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan Keluarganya.
"Perasaan ini... jadi seperti ini menjadi seorang Immortal dan Penguasa Alam. Sekarang aku bisa merasakan jalur untuk menuju Alam Immortal dan mengejar Beladiri yang lebih tinggi." Han Sen tersenyum puas dan tertawa dengan gila.
Tawanya bahkan menggema diseluruh Alam Mistik dan kelima Istri Han Sen merasa sangat senang dan pergi kesana. Semua kekuatan yang berkumpul hanya bisa terkejut dibuatnya, ini akan tercatat dalam sejarah dimana Kesombongan Surgawi Han Sen adalah orang pertama yang berhasil menjadi Immortal.