Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 347 - Han Sen Vs Duan Jian


Vitalitas ditubuh Duan Jian berkurang sangat banyak, pukulan Han Sen dilapisi dengan Hukum Waktu dan itu cukup membuat luka untuk Duan Jian.


Mata Duan Jian memerah dan kulitnya berubah menjadi hitam, dua tanduk Iblis tumbuh dan dia berbalik memegang kepala Han Sen. Melihat hal ini Han Sen sangat terkejut, walaupun dia sudah diperingatkan oleh Xiao Lin tentang Duan Jian yang memiliki hubungan dengan Klan Iblis namun Han Sen masih terkejut dengan wujudnya.


*Bang.*


Lutut Duan Jian menghantam keras perut Han Sen dan membuatnya terpental keatas langit, Duan Jian masih melesat dengan cepat dan ketika Han Sen sudah mulai mestabilkan diri Duan Jian sudah tepat berada didepannya.


Diantara kedua tangannya Qi yang ganas menyembur dan tepat mengenai Han Sen dari jarak yang sangat dekat. Han Sen terpental sangat jauh dan memuntahkan darah, dia merasakan sensasi tubuhnya mulai terkorosi oleh kekuatan aneh ini dan Qi Alam mulai memperbaiki lukanya.


"Cih... ini merepotkan !" Han Sen menyerap Qi Alam dalam jumlah yang besar dan Domain didalam tubuhnya berguncang.


Kedua tangannya berubah menjadi cakar naga dan diselimuti Api Petir Hitam. Han Sen meraung dengan ganas dan Duan Jian terbang dengan kecepatan yang luar biasa.


Benturan Aura mereka menciptakan gelombang panas yang luar biasa kuat, Han Sen mulai mampu mengimbangi kekuatan Duan Jian dan mereka bertarung dengan sangat ganas.


"Bocah sialan... dari mana semua kekuatan milikmu itu berasal !" Duan Jian terus mendesak Han Sen dan membawanya ke Domain Matahari.


Pasukan yang bertarung dengan cepat berhenti dan melihat kengerian pertarungan mereka. Sosok Duan Jian sudah seperti Malaikat kematian yang mengerikan, kekuatannya terus tumbuh dan pukulan demi pukulan terus mereka berdua lakukan.


Han Sen menjaga jarak dari Duan Jian dan mengusap darah disudut mulutnya, "Kau itu Manusia dan semua itu sudah jelas, jangan bilang kau mengekstrak kekuatan Iblis dan jenis apa itu hingga wujudmu berubah menjijikan seperti itu !"


"Leluhur dari semua Iblis yang disebuah Dewa Iblis." Jawab Duan Jian dengan santai.


Han Sen tidak terlalu peduli dan tidak tahu apapun tentang Dewa Iblis. Namun dia dapat mengasumsikan sesuatu bahwa ini akan menjadi pertarungan yang sulit, Hukum Ruang dan Waktu yang menyegel kekuatan Domain Duan Jian berhasil dipatahkan.


Han Sen berlari dengan kecepatan yang luar biasa dan hanya dalam satu kedipan mata dia sudah berada tepat didepan Duan Jian. Namun pergerakan ini sudah dibaca oleh Duan Jian dan mereka bersiap untuk menyerang secara bersamaan.


*Boom.*


Tinju mereka saling berbenturan dan Domain Matahari berguncang. Tanah yang menjadi pijakan mereka hancur dan gelombang kejut yang luar biasa menyapu area itu sampai bersih.


Semua Pasukan dari kedua belah pihak berhenti bertarung dan menghindari untuk berdekatan dengan mereka berdua. Zhao Ling sudah tidak tahan melihat pertarungan mereka dan berniat untuk membantu Han Sen, namun Zhao Jin menghentikannya dan pertarungan ini sudah bukan sesuatu yang bisa mereka masuk dan keluar sesuka hatinya.


Bahkan Xiao Lin dan Zhuge Yan tidak berani gegabah untuk mengambil tindakan membantu Han Sen. Saat ini hasilnya mungkin akan ditentukan oleh mereka, sekalipun Han Sen kalah dia harus melemahkan Duan Jian hingga titik dimana Duan Jian kehilangan semua tenaganya.


Api Petir Hitam membentuk Cakar Naga yang sangat besar. Duan Jian memadatkan sebuah Bola Merah dan gelombang panas yang kuat menghancurkan Cakar Naga Han Sen, Duan Jian tersenyum dan menembak lurus tepat kearah Han Sen.


Bola itu membesar seukuran Matahari dan menyeret Han Sen keatas langit. Han Sen merasakan sensasi panas yang gila dan dia menahan rasa sakitnya, Auranya meledak dan tinjunya menghancurkan matahari buatan itu dalam sekali serang.


Han Sen turun kebawah dan kehilangan pijakannya, dia berlutut dan berusaha untuk berdiri. Namun Duan Jian tidak berniat untuk berhenti sampai disana, dia melompat keatas langit dan menekan Han Sen dengan tinjunya yang menciptakan gelombang Qi yang kuat.


*Boom... Boom... Boom...*


Han Sen hanya bisa bertahan sambil memasang pelindung Qi, namun tinju itu terus dilakukan secara bertubi-tubi hingga memaksa Han Sen untuk ditekan kedalam Domain Matahari.


Lubang yang besar dan dalam perlahan mulai terbentuk akibat pukulan kuat Duan Jian, Han Sen terus memompa Qi miliknya dan menggunakan Hukum Waktu untuk mengurangi sedikit rasa sakit dari efek pukulan ini.


"Menyerahlah dan segeralah mati.... ketika aku masuk kedalam bentuk ini maka tidak ada seorangpun yang dapat menjadi lawanku. Bertahan hanya akan menambah waktu dari penderitaanmu saja !" Kata Duan Jian dengan niat membunuh yang meledak-ledak.