
Sie dan Xuan tersenyum dengan penuh rasa bersemangat. Perkataan Han Sen mungkin sangat arogan namun dia masih paham bahwa kekuatan miliknya yang sekarang akan menjadi masalah besar jika dia membuat keributan.
Luo Yun mengerutkan keningnya dan berkata, "Apakah kau pikir dirimu itu sosok yang luar biasa sampai bisa melawan kami Keluarga kelas satu ?"
"Huh... sebatas Kerajaan kecil... bahkan jika aku diberikan tahta Raja di Kerajaan ini maka aku akan menolaknya. Aku tidak memiliki dendam pada Kerajaan ataupun Keluargamu itu... aku juga tidak peduli apakah Anda akan bekerjasama dengannya atau tidak aku tidak akan peduli." Kata Han Sen dengan dingin.
Fan Hai menggebrak meja dan berkata, "Bajingan kecil... aku sudah muak dengan mulut kotormu itu. Kau ingin bertarung sampai mati bukan maka aku akan melakukannya... kedua Keluarga akan bertarung diarena sesuai hukum Kerajaan, apakah kau memiliki keberanian ?"
Liang Yu tidak tahan lagi dan berteriak, "Orang tua licik... kau sebut itu pertarungan dua Keluarga, kau memiliki 8 Tetua yang berada di Tahap Akhir Alam Nascent Soul dan Keluarga Han hanya berisi dia sendiri. Apakah kau sebut itu sebuah pertarungan dua Keluarga ?"
"Liang Yu... lebih baik kau tidak ikut campur, Anak ini sudah sangat sombong dan memandang rendah Keluarga kelas satu. Apa yang dia ucapkan harus dia pertanggung jawabkan !" Kata Luo Yun dengan senyum yang puas.
Liang Yu mulai menyesali keputusannya untuk membawa Han Sen kemari. Keberanian Han Sen terlalu berlebihan sekarang dan mengundang kemarahan dari banyak orang.
Han Sen menyentuh bahu Liang Yu dan mengedipkan matanya, "Hal ini tidak ada hubungannya dengan Tuan Liang Yu. Kau ingin bertarung bukan maka kita akan melakukannya, aturannya aku serahkan kepadamu dan untuk pemenang mendapatkan semuanya dari yang kalah."
Fan Hai tersenyum dan berkata, "Kita akan bertarung di Arena hidup dan mati. Semua Tetua Keluarga Han akan melawan 8 Tetua dari Keluarga Fan termasuk diriku. Bagaimana menurutmu ?"
"Cih... sangat tidak menyenangkan sekali." Kata Han Sen sambil mengutuk.
"Kenapa... apakah kau takut ?" Fan Hai tersenyum dengan mengejek.
Semua orang membuka mulutnya lebar-lebar dan bahkan ada yang tersedak mendengar perkataan Han Sen. Mereka tidak pernah melihat orang searogan dirinya, kepercayaan dirinya terlalu luar biasa dan mungkin ini akan menyakitinya.
"Jika kau sangat ingin mati maka kita lakukan sesuai dengan keinginanmu. Kita sudah sepakat dan dua hari lagi aku akan menunggumu diarena, aku bersumpah akan membunuhmu dan menggantung kepalamu didepan pintu gerbang Kota Api sebagai orang bodoh yang tidak tahu diri." Teriak Fan Hai dengan penuh kemarahan.
Han Sen tersenyum puas dan ikan sudah memakan umpan. Dirinya tidak sabar menunggu dua hari kedepan, dari pada dia harus membuat kerusuhan di Kota Api maka akan jauh lebih baik seperti ini.
Seorang Pria dengan jubah emas memasuki Istana, semua orang dikejutkan dengan sosoknya dan Pria itu adalah Raja Wu Dao. Wajahnya terlihat sangat pucat namun semua orang segera berlutut memberi hormat, Han Sen sendiri hanya mengepalkan tinjunya dan tidak bersedia untuk berlutut.
Wu Dao menatap kearah Han Sen dan berjalan menuju singgasananya, "Kalian semua tidak perlu terlalu sopan. Kalian merupakan fondasi besar bagi Kerajaan ini dan aku berterimakasih berkat kalian Kerajaan menjadi makmur."
Semua orang berdiri dan mereka tahu kalau Raja tidak akan sesederhana ini. Walaupun dia tidak lebih dari sekedar Raja yang lumpuh dan menunggu kematian, tapi pemikirannya sangat tajam dan sulit untuk diprediksi.
"Aku mengumpulkan kalian disini untuk melihat generasi baru yang layak masuk kedalam Kolam Revitalis. Akademi Kerajaan sudah melahirkan banyak bakat yang bagus dan entah itu kaum Bangsawan atau Rakyat biasa selama mereka memiliki kemampuan aku mengijinkannya. Belum lagi kompetisi lima Sekte dan 20 Kerajaan di Benua ini akan segera dilakukan."
Wu Dao melanjutkan, "Setidaknya aku menginginkan hasil yang bagus. Karena itulah aku akan menyerahkan pelatihan kepada orang-orang yang terpilih nanti mendapatkan pelatihan terbaik. Penjaga Sie dan Xuan akan melatih mereka secara pribadi, apakah kalian mengerti !"
Semua orang mengangguk dan paham dengan apa maksud dari Raja Wu Dao. Kemungkinan besar dia mengharapkan peningkatan peringkat di Kerajaan mengingat banyak bakat hebat yang belum bergabung dengan salah satu Sekte besar.