
Wudie dengan hormat berkata, "Apakah perlu saya mengirim undangan kepada semua Kerajaan untuk penobatan Yang Mulia. Saya pikir kelima Sekte dan Serikat Alkemis akan sangat senang jika mengetahui Yang Mulia masih hidup !"
"Kau sangat tahu diriku bahwa formalitas seperti itu tidak menyenangkan. Kita pikirkan nanti saja dan pastikan hal ini tidak diketahui siapapun terlebih dahulu, aku masih memiliki tugas lain yang harus aku selesaikan. Aku ingin kau mengirim orang ke Kota Api dan Sekte Embun Beku untuk memanggil wanitaku... katakan saja bahwa aku sudah kembali dan merindukan mereka !" Han Sen memberikan perintahnya.
"Wajar jika Yang Mulia memiliki kekhawatiran tersendiri karena pergi untuk waktu yang lama, saya akan mengirim orang untuk segera melakukan perintah Yang Mulia." Kata Wudie dengan hormat.
"Ya... aku akan pergi ke Kediaman Keluarga Liu sebentar untuk menjemput Liu Shuang." Han Sen melambaikan tangannya dan segera pergi.
Wudie menyuruh Pan Song untuk mengurus sisanya, dia akan tetap berjaga disini dan berniat untuk berlatih. Dengan sifat keras dan tegas Han Sen dia sangat yakin bahwa Han Sen akan memulai pertarungan dengan Dewa Pedang Tian Yan.
Terlebih insiden yang terjadi 11 tahun yang lalu juga melibatkan mereka. Setidaknya Wudie ingin ikut bertarung dan mengacaukan mereka bersama dengan Han Sen, untuk sekarang dia membutuhkan kekuatan dan sayangnya tempat latihan itu hanya dikhususkan untuk wanita-wanita Han Sen.
Dalam waktu yang singkat Han Sen sampai didepan pintu gerbang Kediaman Keluarga Liu, para Penjaga menghalangi jalannya dan terlihat sangat waspada.
"Siapa Tuan dan apa yang Tuan butuhkan ditempat Kediaman Keluarga Liu ?"
"Katakan kepada Tuan Liu Bufan bahwa menantu laki-lakinya datang untuk membawa Calon Iatrinya Liu Shuang." Han Sen sedikit menggoda mereka dan menggunakan sedikit Auranya.
Kedua Penjaga itu tersentak dan mereka tahu kalau Pria didepannya sekarang adalah orang yang kuat. Beberapa orang anggota Keluarga Liu segera keluar dan salah satu dari mereka adalah Liu Bufan, ketika dia melihat Han Sen dia benar-benar sangat terkejut seolah melihat hantu.
Liu Bufan mendekati Han Sen dan memegang pundaknya, "Apakah ini benar-benar dirimu !"
"Syukurlah... aku mendengar hal yang tidak mengenakan tentangmu waktu itu. Aku sangat merasa bersalah kepada diriku sendiri karena tidak pergi bersama denganmu, tapi sebagai seorang Ayah aku sangat berterimakasih karena kau sudah menepati janji dan merawatnya dengan baik." Kata Liu Bufan yang penuh rasa bersalah.
Niu Fan mengatakan semuanya tentang keputusan Han Sen yang memilih tetap tinggal dan menahan Dewa Pedang seorang diri untuk memberikan kesempatan pada semua orang pergi. Bahkan Niu Fan juga mengatakan bahwa Han Sen dihajar habis-habisan, membayangkan hal itu saja Liu Bufan sudah merasa sangat bersalah.
"Yakinlah bahkan jika Anda tidak memintanya aku sendiri pasti akan pergi untuk menyelamatkannya tanpa diminta sekalipun. Aku mungkin bukan orang yang baik namun aku akan menghargai mereka yang memberikan cintanya kepadaku, bisakah aku bertemu dengannya ?" Han Sen meminta ijin untuk masuk kedalam.
Liu Bufan memberikan arah tempat Liu Shuang dan Han Sen segera pergi kesana. Semua orang bingung dan tidak mengenal siapa Han Sen, namun Liu Bufan segera menjelaskannya kepada mereka semua.
Sampainya Han Sen didepan Kediaman Liu Shuang dia melihatnya yang sedang berlatih dipinggir kolam. Sejujurnya Liu Shuang dapat merasakan kalau itu adalah Han Sen, namun entah mengapa dia cukup malu untuk membuka matanya.
Han Sen duduk dipinggir kolam dan menunggunya dengan sabar. Mungkin kejadian terakhir kali masih membuatnya marah dan jika Gadis Naif ini ingin memainkan sebuah permainan maka Han Sen tidak keberatan.
"Hah... sepertinya.Nona Liu tidak ingin melihat Pria ini. Kenapa Surga masih memberikan aku hidup seperti ini, seharusnya aku mati saja waktu itu ketika menahan Dewa Pedang !" Kata Han Sen sambil berdiri.
Liu Shuang dengan kaget membuka matanya dan meraih tangan Han Sen, "Jangan katakan itu Kakak Han... aku tidak bisa menerimanya. Aku hanya malu karena tidak bisa membantumu waktu itu, bahkan aku tidak bisa berbagi rasa sakit denganmu !"
Han Sen memeluk Liu Shuang dengan erat, "Bukankah Yao Wu sudah mengatakan ini... didunia ini tidak ada seorangpun yang bisa membunuhku. Bahkan jika aku mati maka aku akan mati didalam pelukan kalian, hanya itu saja yang perlu kalian percayai. Aku tidak akan membuat kalian berada didalam bahaya, bahkan jika aku harus menghancurkan dunia sekalipun maka aku pasti akan melakukannya."