Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 134 - Gertakan


Die Long harus dipaksa mengakui bahwa apa yang dikatakan Chen Mu adalah kebenaran yang sebenarnya. Mereka berdua mungkin bisa mengatasi Ahli Alam Virtual mereka, namun semua orang yang ada dibelakang akan dibantai habis.


"Sekumpulan orang tua berkumpul ditempat ini dan membicarakanku. Sekarang aku ada disini dan kenapa kau tidak mencoba membunuhku secara langsung dengan tanganmu sendiri !" Suara Han Sen tiba-tiba menggema diatas langit dan sosoknya berdiri dengan sorot mata yang tajam.


Chen Mu dan Die Long sangat terkejut dibuatnya, bukannya lari atau bersembunyi Han Sen datang langsung kedalam mulut singa. Itu artinya pertempuran yang sebenarnya bisa saja pecah dan ini akan menjadi situasi yang sulit.


"Siapa kau ?" Tanya Bai Lie dengan dingin.


"Kau baru saja membicarakanku dan kau tidak mengenaliku. Aku adalah Han Sen... aku adalah orang yang menjadi target kalian, kau sudah memancing amarahku... Kekaisaran Pedang aku akan menagih hutang ini nanti. Minggir dari jalanku dan pertarungan akan berhenti disini !" Kata Han Sen dengan tegas.


"Hanya Alam Divine Sea Tahap Awal sudah sangat sombong. Aku ingin tahu apakah kekuatanmu itu sesuai dengan arogansi yang kau tunjukan !" Teriak Bai Lie dengan penuh kemarahan.


"Maka kau akan mendapatkannya !" Han Sen melesat kebawah dan dengan kecepatan yang luar biasa dia sudah berada didepan Bai Lie.


Tangan kanannya berubah menjadi cakar naga dan Petir emas yang ganas menyelimutinya. Bai Lie yang dalam posisi tidak siap dan terkejut menerima serangan Han Sen, cakar naga menciptakan ledakan Petir Emas yang sangat kuat.


*Boom.*


Bai Lie terlempar kebelakang dan darah menyembur dari mulutnya. Armor yang dia gunakan hancur berkeping-keping dan tubuhnya menabrak tebing-tebing hingga membuatnya menjerit.


Selain Petir Emas dan kekerasan dari Cakar Naga, Han Sen menggunakan Energi Alam dalam jumlah yang besar dalam serangannya. Bahkan jika Bai Lie seorang Ahli di Alam Virtual maka dia masih akan menderita dibawah tangan Han Sen.


Semua orang yang melihat hal ini merasa sangat terkejut. Kekuatan Han Sen benar-benar sangat mengerikan, nama kesombongan surgawi dan jenius tak tertandingi itu bukan hanya sebuah omong kosong.


Chen Mu setuju dan tidak tahu apa yang sebenarnya Han Sen pikirkan. Kedua belah pihak sudah siap melakukan pertempuran dan Bai Lie keluar dari puing-puing.


Aura membunuhnya meledak dengan gila dan kemarahannya hanya tertuju kepada Han Sen seorang. Sekarang dia benar-benar malu karena sudah dilukai oleh Han Sen yang lebih lemah darinya, sekalipun dia menurunkan kewaspadaan tidak seharusnya dia menderita seperti inI.


Han Sen mengeluarkan Plat Array dan menuangkan Qi dalam jumlah yang besar, sebuah Array terbentuk diatas langit dan ratusan ribu Qi Pedang mulai memadat.


"Kau tidak sekuat itu sampah... bergerak maka aku akan membuat hujan Qi Pedang ini jatuh kepada kalian. Walaupun tidak bisa membunuhmu tapi kerugian yang kalian dapatkan akan sangat banyak, sekarang pilihlah... lanjutkan pertarungan sampai akhir atau membiarkanku lewat !" Kata Han Sen dengan sedikit mengancam.


Ratusan ribu Qi Pedang diatas langit terlihat sangat menakutkan. Bai Lie dan Ahli Alam Virtual lainya mungkin bisa selamat, namun jika hujan Qi Pedang ini jatuh maka pasukan mereka mungkin akan menderita kerugian yang sangat besar.


"Tidak beranikah kau bertarung denganku !" Teriak Bai Lie dengan marah.


"Untuk sekarang kau sama sekali tidak penting bagiku. Dimasa depan kita akan bertarung sampai mati... jika dalam tiga tarikan nafas kalian tidak membuat keputusan, aku akan langsung bertarung sekarang juga !" Kata Han Sen dengan sedikit mengancam.


"Argh... lewatlah... Pastikan dirimu kembali hidup-hidup, jika aku tidak membunuhmu dengan tanganku sendiri selamanya aku akan menjadi orang yang tidak berguna." Bai Lie meminta semua orang tidak mengejar Han Sen dan membiarkannya lewat.


Lagi pula tujuan mereka hanya menahan kedua Leluhur ditempat ini. Han Sen mengangguk kearah Chen Mo dan segera pergi melewati mereka semua dengan aman.


Jika dilihat dari situasinya maka Han Sen tidak ingin membuang banyak waktu dengan melakukan pertempuran panjang. Sebelum dia membawa Chai Ying dan Liu Shuang kembali dengan selamat, maka Han Sen lebih memilih menghindari pertarungan yang sulit.


Didepannya saat ini adalah lautan yang sangat luas. Han Sen segera pergi dan menuju Benua Misterius, semua persiapannya seharusnya sudah lebih dari cukup. Sekarang apa yang dia harapkan adalah tidak terjadi sesuatu yang buruk ketika dia sampai di Benua Misterius.