Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 322 - Sedikit Pelajaran


Didalam kamar yang besar pertempuran sengit sudah terjadi selama sebulan. Aroma kamar sudah berubah dengan bau keringat yang tercampur.


Yao Wu, Qing Lian dan Chai Ying sudah tidak mampu mengatasi Han Sen. Liu Shuang dan Yun Zhi masih berbaring didalam pelukan Han Sen dan tidak bisa lepas dari cengkramannya.


"Stamina kalian masih buruk seperti biasanya !" Kata Han Sen dengan sedikit mengejek.


"Kau yang tidak wajar." Jawab Qing Lian sambil berbaring dikaki Han Sen.


Yun Zhi tersenyum dan berkata, "Yah... sekarang kau memiliki tujuh orang Istri, sudah sepantasnya Suami memiliki stamina yang lebih untuk mengatasinya."


Han Sen tertawa dan berkata, "Hahaha... lupakan saja hal yang tidak perlu, apa yang harus kalian lakukan adalah berlatih membentuk Inti Immortal kalian. Ini tidak akan memakan waktu yang lama dan jika aku membuang waktu terlalu banyak aku bisa saja memancing keberadaan yang mengerikan kemari."


"Kau dulu tidak pernah khawatir melawan musuh yang kuat sekalipun, kenapa sekarang kau menjadi lebih lunak ?" Tanya Qing Lian dengan penasaran.


"Itu karena aku memang mampu dan memiliki peluang menang. Jika kekuatanku yang sekarang bisa menghancurkan Alam ini maka dia bisa menghancurkan seluruh Alam Bawah, maksimal dua tahun tapi yang aku inginkan adalah setahun."


Han Sen melanjutkan, "Setelah ini aku akan mengirim kalian berlima ke Istana Ruang, sisanya kalian bisa berlatih disana. Terutama untuk Qing Lian dan Liu Shuang, aku menyimpan Api Suci untuk kalian disana. Pastikan untuk memurnikan Api Suci itu untuk diri kalian !"


"Baik." Liu Shuang mencium Han Sen dan setuju dengan keputusannya.


Setelah melakukan beberapa pengaturan akhirnya Han Sen mengirim mereka semua, dia membuat Array lintas ruang dan nantinya dia dapat kembali langsung ke Wilayah Kesombongan Surgawi.


Long Zhu dan Zhong Qing merasakan tekanan yang luar biasa dari sosok Han Sen, setelah beberapa waktu berbicara dengan mereka semua Han Sen menetapkan pilihan.


Dirinya akan membawa 50 orang pergi ke Alam Immortal bersama dengannya, tentunya 50 orang itu harus berada di Tahap Akhir Alam Heaven.


Sisanya dia memilih beberapa master array dan Alkemis untuk dibawa. Tatanan ini seharusnya layak untuk fondasi masa depan wilayahnya, walaupun mereka harus belajar ulang tapi setidaknya ini adalah keuntungan untuk jangka waktu yang panjang.


Han Sen duduk dengan santai disinggasana miliknya, Han Chai dan Han Liu masuk kedalam dan menyapanya.


"Ayah !" Han Yun berteriak dengan riang dan duduk didalam pangkuan Han Sen.


Diantara semua Anaknya Han Yun adalah yang paling riang, Han Sen secara pribadi tidak membenci sifatnya dan bahkan dia memiliki nilai lebih karena sifatnya ini.


"Melompat dua tahap sekaligus dan menerobos Alam Heaven. Kalian memang sangat berbakat !" Kata Han Sen dengan penuh pujian.


"Ini semua berkat Pil Roh yang Ayah berikan, jika berbicara soal bakat maka Kakak Han Jing dan Han Qing jauh melebihi kami. Mereka masih berusaha menerobos Tahap Menengah Alam Heaven." Kata Han Liu dengan jujur.


"Jika kau ingin berterimakasih maka berterimakasihlah kepada Ibumu yang ada disana karena memberikan Pil Roh ini." Kata Han Sen dengan senyum yang cerah.


"Baik." Jawab mereka bertiga dengan santai.


"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan pencapaian kedua Kakak kalian. Struktur tubuh orang itu berbeda-beda, Han Qing memiliki darah Phoenix dari Ibunya dan sejak awal kecepatan latihannya tidak bisa diimbangi oleh manusia biasa. Tapi memangnya kenapa... Ayahmu dulu ada seorang manusia tanpa latar belakang, mencari sumber daya sendiri dan menantang mereka yang berada diatasnya." Kata Han Sen dengan jujur.


"Bagaimana cara Ayah melakukan itu semua... Ibu selalu bercerita bahwa Ayah adalah Pria yang tidak ada duanya dalam hal apapun ?" Tanya Han Chai dengan penasaran.


"Jika berbicara soal kekuatan itu memang hal yang penting, namun apa yang memadai dari Ayahmu adalah pengalaman, tekad dan yang paling penting kau harus mengenal dirimu sendiri terlebih dahulu serta menetapkan tujuanmu." Han Sen sedikit memberikan pelajaran.


Han Jing masuk kedalam dan memberi hormat, "Lalu apa yang menjadi tujuan Ayah ?"


"Sejajar dengan surga." Han Sen berkata dengan tegas, "Ayahmu ini sudah melalui banyak pengalaman hidup, tidak terhitung jumlahnya aku hampir mati dibunuh oleh seseorang dan merasakan berbagai hal yang membuatku putus asa. Sejajar dengan surga bukan berati aku ingin mengendalikan seluruh dunia dibawah genggamanku, Ayahmu hanya ingin memastikan bahwa aturannya tidak bisa ditentang oleh siapapun itu dan namanya akan menggema diseperti surga yang tinggi."