Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 244 - Mutiara Kemampuan


Ukuran Han Sen mulai mengecil dan dia kembali kewujud setengah Naga miliknya. Walaupun kondisinya terlihat babak belur namun niat bertarungnya tidak surut sama sekali.


Han Sen melesat kearah Tang Yang dan menciptakan gelombang udara yang merobek ruang. Cakar Naga yang kuat mencengkram wajah Tang Yang dan Han Sen melemparnya kebawah dengan ledakan Qi Alam yang kuat.


Tang Yang tidak bisa melawan dan tubuhnya menabrak tanah hingga menciptakan guncangan, kekuatan jiwa Han Sen menyebar dan membentuk Domain Naga. Jiwa Naga Surgawi berputar-putar diatas langit dan tekanan jiwa yang mengerikan membuat ruang hampa disekitarnya terbuka.


Segera Tang Yang bangkit dan merasakan penindasan yang luar biasa dari Jiwa Naga Surgawi. Dengan kecepatannya dia melawan balik Han Sen, pukulan demi pukulan saling beradu diatas langit dan menciptakan dentuman yang hebat.


"Argh." Tang Yang tidak bisa menahan rasa sakit dari pukulan Han Sen seolah tinjunya sedang memukul besi keras yang tidak bisa dia hancurkan.


Arus pertarungan yang awalnya berpihak kepada Tang Yang sekarang berbalik. Han Sen mungkin tidak secepat dirinya namun setelah kekuatan jiwanya meningkat maka indranya juga menjadi lebih tajam, terlebih Domain Naga miliknya membuat Tang Yang merasa tertekan dan ini sudah seperti dia sedang bertatapan langsung dengan Binatang Suci.


"Aku tidak mungkin kalah dari Bocah sepertimu !" Tang Yang mengumpulkan Api Petir dan meninju kedepan.


Jiwa Kucing Iblis Petaka bergabung dengan Api Petir yang ganas dan melesat kearah Han Sen dengan kecepatan cahaya. Ekor Jiwa Naga Surgawi berayun dan menghancurkan Jiwa Kucing Iblis Petaka hanya dengan satu kali hempasan.


Tang Yang memuntahkan darah segar dari mulutnya dan disekililingnya butiran es mulai berjatuhan. Han Sen meremas tinjunya dan dalam sekejap tubuh Tang Yang membeku menjadi bongkahan es, Han Sen meninju kedepan dan Qi Alam menyembur disertai dengan Petir Emas yang kuat.


*Boom.*


Tang Yang terkena serangan telak dan mendapatkan luka yang cukup parah. Namun dia masih bangkit dan mengeluarkan sebuah mutiara yang tidak lain adalah kartu as miliknya.


Han Sen tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut, "Mutiara Kemampuan !"


"Hah... ada yang salah dengan otakmu. Jika Penguasa ini ingin membunuh seseorang maka tidak akan ada yang dapat menghentikannya, setelah kau mengincarku waktu itu hanya akan berakhir jika salah satu dari kita mati." Han Sen berkata dengan dingin.


Sejujurnya dia dapat menebak bahwa kemampuan yang tersimpan pasti adalah serangan dari Harimau Langit. Tidak seperti sebelumnya yang setengah-setengah, kali ini jangankan ada peluang untuk selamat. Menahannya saja itu sudah berarti kematian dengan kemampuannya yang sekarang, namun kebencian harus diselesaikan dan Han Sen memiliki banyak kartu yang bisa dia mainkan.


"Keras kepala... karena kau sangat ingin mati dari pada mengakhiri ini maka matilah !" Mutiara itu dilempar keatas langit dan gelombang Aura yang sangat dahsyat membuat langit bergemuruh.


Udara menjadi terasa sangat dingin dengan niat membunuh yang sangat besar. Sosok Harimau Langit terlihat diatas langit dan berputar-putar dengan Petir yang menyelimuti tubuhnya, tekanan ini membuat semua orang yang ada di Wilayah itu merasa sangat tersiksa dan Han Sen sedikit gelisah.


Han Sen mengeluarkan Manik Dunia dan dengan cepat mengeluarkan Qing Lian. Melihat keatas langit Qing Lian merasakan hal yang familiar dan dia menatap Han Sen dengan curiga.


"Ada apa... bukankah kau mengatakan kalau tidak butuh bantuan dariku !" Kata Qing Lian dengan kesal.


"Ayolah Istriku... aku tidak bermaksud menarik kembali perkataanku, tapi kau lihat sendiri mereka memiliki Mutiara Kemampuan yang berisi serangan terkuat dari Harimau Langit. Apakah kau ingin cepat-cepat menjadi seorang Janda ?" Han Sen berkata dengan kesal dan sekaligus malu.


"Baik-baik... kenapa kau sangat gelisah karena kucing ini. Padahal dulu kau sangat sering mencuri Arak Spiritual Lebah Emas miliknya, aku bisa membantumu tapi kau harus mengabulkan satu permintaanku !" Kata Qing Lian dengan santai.


"Tidak hanya satu... kau Istriku dan sekalipun itu nyawaku aku akan memberikannya. Apapun yang kau inginkan selama aku mampu maka aku tidak akan pernah menolaknya." Han Sen berkata dengan jujur.


Qing Lian merasa sangat senang mendengar perkataan itu. Sekarang dia hanya perlu fokus untuk menghancurkannya, walaupun sedikit merepotkan tetapi seharusnya dia mampu melakukannya.