Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 89 - Seratus Pedang


Gelombang Aura yang ganas menyebar dari atas langit dan sosok Han Sen sedang berdiri diudara, kali ini dia sudah selesai membentuk Cincin Semesta kedelapannya dan mengakhiri latihannya terlebih dahulu.


Semua batu roh ditangannya sudah habis dan energi alam yang tipis tidak akan mampu membentuk kembali Cincin Semesta yang terakhir. Sekarang Turnamen akan diadakan dua bulan lagi dan sepertinya dirinya harus puas dengan keadaannya yang sekarang.


Han Sen turun dan mendarat didepan Chai Ying, "Kau sudah berkembang cukup pesat... sekarang kau hanya perlu menemukan jalan Niat Pedangmu sendiri dan mengkultivasikannya."


"Semua berkat Tuan... Chai Ying ini sangat berterimakasih." Chai Ying memberi hormat dan mengeluarkan Pedangnya, "Maaf karena kurang ajar... tapi apakah saya bisa mendapatkan jawabannya sekarang ?"


"Dulu dan sekarang itu berbeda... sekarang kau terlihat cukup baik. Tapi kita akan mengubah aturannya, jika kau bisa melukaiku atau beradu Pedang denganku sampai seratus kali maka aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi harus kau ingat... aku tidak akan pernah memberikanmu kemudahan !" Kata Han Sen dengan tegas.


Semua orang sangat penasaran dan ini adalah kesempatan langka untuk melihat kemampuan Han Sen. Lagi pula Chai Ying berada langsung dibawah bimbingannya dan kemungkinan kekuatan yang mereka tampilkan sudah berada dilevel tinggi Seni Pedang.


"Saya tidak akan meminta kemudahan." Kata Chai Ying dalam posisi yang siap.


Han Sen mengeluarkan Pedangnya dan melesat kearah Chai Ying. Ayunan Pedang yang sangat kuat saling berbenturan dan Qi Pedang saling bertabrakan.


Tanah yang menjadi pijakan mereka menunjukan retakan dan Chai Ying merasa kalau kekuatannya masih tidak sebanding dengan Han Sen. Perlahan Chai Ying terdorong mundur namun Han Sen tidak akan memberikannya ruang sama sekali untuk menarik nafas.


*Klang... Klang... Klang...*


Pedang mereka terus menerus saling beradu dan Qi Pedang disekitar mereka terlihat sangat ganas, Han Sen tersenyum puas dan sudah lama dia tidak merasa sangat bersemangat seperti ini.


Tubuh Khusu Pedang Dao memang sesuai dengan ekspetasinya. Han Sen juga berharap mendapatkan terobosan dalam Niat Pedangnya dan ini adalah latihan yang benar-benar menyenangkan.


Puluhan gerakan sudah digunakan dan Chai Ying bertahan sampai akhir. Gerakan Han Sen sama sekali tidak memiliki celah dan terus berubah-ubah seolah tidak memiliki bentuk.


Qi Pedangnya juga sangat ganas dan tidak ada keraguan sedikitpun dalam gerakannya. Chai Ying sedikit mendapatkan luka gores ditubuhnya akibat benturan Qi Pedang mereka.


Semua orang menjaga jarak aman dan tidak memiliki keberanian untuk mendekat, Qi Pedang mereka berdua sangat ganas seolah bisa memotong apapun yang ada disekitarnya.


"Hebat sekali... ini adalah gerakan terakhirku dan aku sarankan untukmu agar mengeluarkan semuanya !" Kata Han Sen sambil mengangkat Pedangnya.


Auranya meledak dan semua orang dapat merasakan kengerian dari Aura Han Sen. Pedang ditangannya mulai berdengung dan Qi Pedang yang sangat kuat menyelimutinya.


Chai Ying juga melakukan hal yang sama dan menuangkan semua Qi miliknya kedalam Pedang, jika dia tidak mengeluarkan semuanya maka dirinya akan mati. Han Sen sama sekali tidak memberikan kemudahan untuknya dan hal ini sudah berada dilevel yang tinggi.


Han Sen mengayunkan Pedangnya dan Chai Ying juga melakukan hal yang sama. Qi Pedang saling bertabrakan dan gelombang Aura menyebar hingga menciptakan badai, pohon disekitar mereka terpotong menjadi dua bagian.


Chai Ying berlutut ditanah dan sudah kehabisan tenaga untuk melawan. Pedang ditangan Han Sen bergetar dengan hebat dan tangannya sedikit mati rasa. Pedang Chai Ying hancur berkeping-keping dan dia sudah puas dengan semua kemajuannya saat ini.


Han Sen menyimpan kembali Pedangnya dan berjalan kearah Chai Ying. Han Sen menyentuh kepalanya dan energi alam yang sangat kuat mengisi kembali Sumber Qi miliknya, bahkan luka ditubuhnya perlahan menutup dan semuanya kembali menjadi normal.


Han Sen mengeluarkan sebuah Pedang yang merupakan Artifak Tingkat Divine Sea dengan kualitas tinggi, "Selamat karena sudah berhasil menahan seratus gerakanku... Pedang ini adalah buatanku sendiri. Semoga kau menyukainya !"


"Apa yang Tuan berikan akan menjadi sesuatu yang berharga untukku." Kata Chai Ying dengan senyum yang cerah.


Han Sen berdiri dan berkata, "Dua bulan lagi Turnamen akan dimulai.... kalian semua berhenti berlarian kesana kemari. Satu bulan ini aku ingin kalian kembali dan melatih niat membunuh kalian, setelah satu bulan kita semua akan berangkat ke Sekte Awan !"


"Baik Ketua." Semua orang berteriak dan mematuhi perkataan Han Sen.


Liu Shuang menghampiri mereka dan mengucapkan selamat kepada Chai Ying, Han Sen menyuruh mereka semua kembali terlebih dahulu dan dia akan tetap disana untuk sementara waktu.