Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 285 - Datang Sendiri


Han Sen memiliki sisa enam puluh ribu Kristal Sumber dan dia menyerap setengahnya dengan kecepatan yang luar biasa. Cai Die bahkan terkejut dengan kecepatan Han Sen menyerap energi spiritual itu, bahkan butuh waktu beberapa hari sampai dirinya benar-benar selesai.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk kembali, untuk sekarang Han Sen tidak akan buru-buru menyerahkan Kristal Sumber. Han Sen baru datang kemari dan belum ada waktu seminggu, jika dia menyerahkannya secepat itu takutnya dia akan menarik perhatian.


Kultivator adalah makhluk yang serakah dan dia harus tetap berhati-hati. Bekerja dibawah orang lain bukanlah gayanya sama sekali, apalagi menjadi seorang penjaga rendahan ditempat terpencil seperti ini.


Han Sen duduk dengan santai dan menutup Gua dengan penghalang, "Kau terlihat sedang buru-buru pergi dari tempat ini, apakah ada sesuatu yang mendesak ?"


"Ini hanya masalah Internal Senior... aku berasal dari Sekte Blue Wind. Aku memang bukan jenius terbaik disana namun aku ditangkap karena mengetahui informasi dari salah seorang Tetua dan berakhir seperti ini. Setidaknya aku harus segera kembali dan melaporkan masalah ini, jika tidak akan terjadi Perang internal disana." Jawab Cai Die dengan jujur.


"Penjaga akan datang dua minggu sekali untuk memeriksa, pada saat itu kau harus segera pergi dan menyelesaikan kewajiban baikmu !" Kata Han Sen yang tersenyum santai.


Cai Die tersipu dan berkata, "Lalu apa yang akan Senior rencanakan dimasa depan, jika tidak masalah aku bisa merekomendasikan untuk bergabung dengan Sekte jika Senior mau ?"


"Aku berencana untuk tinggal disini selama setengah tahun. Aku baru saja naik dari Alam bawah dan takutnya jika keluar dengan cepat aku akan dipaksa bergabung dengan tempat ini, Pria yang melawan takdir itu adalah aku. Ketika aku naik kemari maka aku sudah menetapkan pilihanku untuk membangun fondasiku sendiri tanpa campur tangan pihak lain, bergabung dengan Sekte atau kekuatan lainya aku sama sekali tidak menginginkannya." Kata Han Sen dengan santai.


Cai Die mengangguk dan menghargai keputusan Han Sen, dia sudah melihat banyak Jenius hebat seperti Han Sen dan pola pikir seperti ini adalah hal yang wajar. Namun Cai Die yakin kalau suatu saat Han Sen pasti akan sadar betapa sulitnya hidup tanpa tempat naungan dari salah satu kekuatan.


Namun Cai Die yakin bahwa dengan kekuatan dan keterampilan Han Sen, tidak ada satupun Sekte yang akan menolaknya. Bagaimanapun juga Han Sen naik ke Alam Immortal yang menunjukan bakatnya adalah yang terbaik di Alam Bawah, jika dia bisa menerobos Tingkat Immortal Emas maka itu akan menarik banyak perhatian akan potensinya.


"Jika Senior berubah pikiran pastikan Senior Han Sen datang mencariku disana. Kebaikan Senior tidak akan pernah aku lupakan, aku yakin Sekte Blue Wind tidak akan menolak Senior !" Kata Cai Die sambil memberikan Token Sekte.


"Ya." Han Sen menyimpannya dan mungkin suatu saat hal ini akan berguna, "Untuk sekarang lebih baik kau tetap disini, takutnya kau akan dirampok lagi dan kesempatanmu untuk keluar dari sini akan terbuang."


Han Sen menyuling kembali Pedang ungu miliknya dan memperkuatnya dengan sisik Kelabang Baja yang kuat. Cai Die hanya memperhatikannya dari samping dan berlatih, setiap kali dia melihat Api Hitam milik Han Sen dia memancarkan Aura yang sangat menakutkan.


Selang dua hari Han Sen sudah menyelesaikannya sepenuhnya. Pedangnya menjadi lebih kuat dan memiliki kualitas sempurna. Setelah dia melakukan beberapa pertarungan Han Sen sadar bahwa dirinya membutuhkan Artifak yang benar-benar kuat.


Dimasa depan tidak menutup kemungkinan dia akan bertemu dengan musuh diatasnya, karena Han Sen tidak bisa menembus pertahanannya dengan kekuatannya sekarang maka satu-satunya jalan adalah menggunakan Artifak yang kuat.


Han Sen juga membuat sebuah Tombak dengan bahan yang tersisa, "Ambillah ini untukmu !"


Cai Die menerima Tombak itu dan walaupun ukiran inskripsinya agak lama namun Tombak ini jauh lebih baik dari miliknya yang sekarang.


Cai Die menatap wajah Han Sen dan dia sedikit memerah, dia memberanikan dirinya dan mendorong Han Sen untuk berbaring.


"Ha... apa yang kau lakukan ?" Tanya Han Sen yang terkejut.


Cai Die terlihat sangat malu dan berkata, "Aku... aku melakukannya karena aku ingin."


"Hah... karena kau yang datang sendiri maka jangan meminta pertanggung jawaban." Han Sen mencium bibirnya dan memainkan lidahnya.


Perlahan dia melepaskan pakaian mereka dan mengumbar nafsunya. Erangan terus keluar dari mulut Cai Die dan ini adalah kali pertama dia melakukan hal semacam ini, yang lebih memalukan lagi orang yang terang-terangan menggoda terlebih dahulu adalah dirinya.