
Bai Limo berpikir kalau Han Sen adalah orang yang dimaksudkan dalam ramalan itu. Han Sen sudah melalui jalur dimana mendapatkan kelahiran kembali, jika bukan karena Divine Dao waktu mustahil untuk melakukan ini.
Kemungkinan pertemuan mereka ini adalah sebuah takdir dimana Bai Limo akan melihat sosok yang luar biasa pada diri Han Sen. Entah dia akan menjadi penyelamat atau penghancur itu sudah bukan lagi urusannya, dia hanya sebatas Jiwa orang yang sudah mati dan tidak lama lagi akan menghilang.
"Apakah maksud Anda adalah aku... sejujurnya aku tidak peduli dengan semua itu." Han Sen tidak terlalu memperdulikan semua itu.
Han Sen tidak pernah menginginkan kekuasaan ataupun mengatur sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Han Sen hanya mengikuti kata hatinya dan suka dengan hal yang baru, baginya dia sangat ingin menjadi Immortal dan melihat pengalaman baru yang bisa dia ambil nantinya.
"Sederhana namun lurus... ketika kau berada di Alam Divine Sea maka pergilah ketempat yang ditunjukan oleh Buku itu. Aku mengambilnya dari seseorang dan Buku Rahasia Alam itu adalah sebuah kunci untuk membuka Dunia besar, teteskan darahmu diatasnya dan Buku Emas Rahasia Alam akan menyatu dengan Laut Kesadaran Ilahimu." Kata Bai Limo dengan jujur.
Han Sen mengangguk dan segera keluar dari dalam Kolam Perubahan Beast, dia menggigit ujung jarinya dan meneteskan darahnya keatas Buku Emas.
Perlahan Buku Emas itu bersinar sangat terang dan berubah menjadi segumpal cahaya yang melesat masuk kedalam dahi Han Sen. Didalam Laut Kesadaran Ilahi terlihat Buku Emas itu berada dipusatnya dan Han Sen dapat merasakan sensasi hangat.
Kerusakan yang dia terima ketika bertarung melawan Ular Naga Mistik perlahan mulai diperbaiki. Bukan hanya itu saja kekuatan jiwanya juga perlahan meningkat dan Han Sen merasa kalau Kultivasinya melonjak.
"Sepertinya waktu kita tidak banyak !" Bai Limo merasakan kalau dia akan menghilang dan jiwanya perlahan mulai redup.
Han Sen mengepalkan tinjunya dan berkata, "Aku berterimakasih atas kebaikan Senior !"
"Jangan dipikirkan... ketika kau ingin pergi ke Domain Immortal pastikan satu hal jika kau memang ingin membalas kebaikanku." Kata Bai Limo dengan tegas.
"Senior tidak perlu sungkan... selama aku mampu maka aku akan melakukan yang terbaik untuk membalas kebaikan Senior !" Kata Han Sen dengan jujur.
"Senior dapat yakin... ketika aku memiliki kemampuan yang cukup maka aku akan membuat perhitungan dengannya atas dendam." Kata Han Sen dengan tegas.
"Kalau begitu berjuanglah... jika kau ingin keluar dari tempat ini maka gunakan saja Buku Emas itu, kau hanya perlu memikirkannya dan secara otomatis kau akan keluar. Tapi aku sarankan kau tetap tinggal dan melatih dirimu untuk sementara waktu, ambil semua manfaatnya dan selamat tinggal." Jiwa Bai Limo perlahan menghilang dan Han Sen memejamkan matanya.
Han Sen sangat berterimakasih kepadanya dan sesuai dengan perkataan Bai Limo, Han Sen akan berlatih ditempat ini dan memahami betul kekuatan sejati dari Divine Dao Alam.
....
Disisi lain di Kota Api semua orang merasa sangat senang karena Beast yang berada didalam Lembah Kematian sudah mulai tenang. Kapten Zie melaporkan semuanya kepada Yao Wu dan dia cukup gelisah mengingat tidak ada kabar dari Han Sen.
Namun Han Sen memintanya agar tidak membiarkan satu orangpun yang masuk, jadi pilihan terbaik adalah untuk mengikuti perintahnya dan selama masalah sudah terselesaikan maka dia bisa melanjutkan kegiatan yang lainya.
Chai Ying juga sudah selesai dalam acara masuk ke Kolam Revitalis. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menerobos ke Alam Nascent Soul dan namanya kini tercatat sebagai salah satu Jenius muda yang memiliki potensi.
Terlebih sejak pertarungan arena melawan Keluarga Fan, banyak Pria yang berasal dari Keluarga terpandang yang mendekatinya.
Chai Ying sendiri tidak menghiraukan mereka semua, baginya Tuannya adalah yang nomer satu dihatinya. Tidak ada orang yang baik ataupun memiliki ketulusan seperti Tuannya, jadi siapapun orangnya Chai Ying tidak akan menaruh perhatian kepada mereka.
Liu Shuang sendiri tidak ikut namun dia berkumpul bersama Chai Ying disana. Walaupun dia tidak berpartisipasi namun diam-diam basis Kultivasinya berada di Tahap Menengah Nascent Soul.
Chai Ying terkadang membagi Pil Roh kepada Liu Shuang dan mereka berlatih bersama. Alasannya sangat jelas karena Liu Shuang berteman baik dengan Tuannya dan sebisa mungkin Chai Ying juga ingin memiliki teman wanita yang dapat dia percaya.