
Lu Siyu terlihat sangat cemas dan berkata, "Tuan Han Sen harus segera meninggalkan tempat ini, Nian Suo pasti akan merencanakan niat buruknya nanti kepada Tuan !"
"Tenanglah... jika aku pergi apa yang akan terjadi kepadamu nanti. Sepertinya Nian Suo ini berasal dari Keluarga yang berpengaruh, kenapa kau menolaknya ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Keluarga Nian memiliki kepala Keluarga yang berada di Tahap Awal Immortal Emas, pengaruhnya cukup sulit untuk dilawan sedangkan Tuan Kota hanya berada di Tahap Menengah Tingkat Immortal Emas. Alasan mengapa aku menolak karena aku memang tidak menyukainya, dia sudah memiliki tujuh Istri yang cantik dan terkadang melecehkan beberapa orang. Sifatnya yang buruk dan kurang ajar membuat semua orang mengenalnya sebagai orang jahat." Jawab Lu Siyu dengan jujur.
Han Sen mengerutkan keningnya dan tersenyum canggung, "Jadi menurutmu Pria yang memiliki banyak wanita itu adalah orang yang buruk ?"
Lu Siyu sadar dan dengan panik menggelengkan kepalanya, "Tidak berani... selama mereka mau dan tidak dipaksa maka tidak ada masalah."
Han Sen sangatlah hebat dalam segi kekuatan atau keterampilannya dalam Alkimia, mengingat dia berasal dari Dunia bawah itu berarti dia adalah orang terkuat disana.
Pastinya dia memiliki banyak wanita yang mengaguminya, namun untungnya sifat mereka berbeda. Setelah beberapa hari berinteraksi dengan Han Sen dirinya dapat memastikan bahwa Han Sen bukanlah orang yang buruk.
Keesokan paginya Han Sen melanjutkan pemurniannya seperti biasa. Lu Che baru saja kembali dan mencari Han Sen, dia terlihat sangat panik dan membawa kabar yang buruk.
"Saudara Han Sen... aku membawa kabar yang tidak menyenangkan untukmu, Nian Suo menantangmu dalam pertarungan Arena !" Kata Lu Che sambil terengah-engah.
"Apa katamu ?" Tanya Lu Siyu dengan ekspresi yang terkejut.
"Nian Suo menantang dalam pertarungan arena, dia menyewa tiga Kultivator Tahap Menengah Tingkat Immortal Bumi untuk berurusan dengan Saudara Han Sen. Sepertinya dia benar-benar ingin membunuh Saudara Han Sen !" Kata Lu Che dengan jujur.
"Tuan Han Sen... lebih baik Anda jangan menanggapinya. Segeralah pergi dari Kota ini, saya akan menyiapkan Kereta untuk pelarian." Kata Lu Siyu dengan cemas.
Han Sen tersenyum dan berkata, "Karena dia sudah melakukan ini bagaimana mungkin aku akan menolaknya. Karena dia sangat menginginkan Istriku maka dia harus melangkahi mayatku."
"Tolong jangan bercanda... ini menyangkut nyawamu sendiri." Lu Siyu terlihat sangat malu mendengar candaan Han Sen.
Lu Che sangat terkejut dan berkata, "Kakak... apakah aku sekarang harus memanggil Saudara Han Sen sebagai Kakak Ipar !"
Han Sen berdiri dan berkata, "Antar aku kesana sekarang !"
Lu Che mengangguk dan mereka pergi bersama-sama, disepanjang perjalanan Lu Siyu terus memaksa Han Sen untuk mengurungkan niatnya. Namun Han Sen sama sekali tidak memperdulikannya, dia ingin bertarung dan mendapatkan keuntungan.
Selama lawannya bukan Kultivator Immortal Emas maka Han Sen yakin dapat memenangkannya dengan mudah. Setelah beberapa waktu akhirnya mereka sampai di Arena Pertarungan, disana sudah banyak orang dan Nian Suo duduk ditribun penonton.
Ditengah Arena masih ada beberapa orang yang bertarung. Tanpa pikir panjang Han Sen melompat masuk kedalam, Aura membunuhnya meledak dan mengehempaskan kedua petarung itu sampai keluar arena.
Semua penonton bersorak untuk Han Sen dan melihat Kultivator Tahap Menengah Tingkat Immortal Bumi yang masuk kedalam sepertinya akan ada pertunjukan besar.
"Namaku Han Sen... aku datang kemari untuk memenuhi tantangan dari Tuan Muda Nian Suo, jangan berbasa-basi lagi... datangalah kemari dan mati !" Kata Han Sen dengan dingin.
Semua orang bersorak dan ini adalah pertunjukan besar. Nian Suo cukup terkenal dan sekarang ada seseorang yang benar-benar menginginkan hidupnya.
Lu Che dan Lu Siyu sangat terkejut dengan pernyataan Han Sen, sekarang dapat dipastikan bahwa pertarungan ini hanya akan ada salah satu dari mereka yang hidup.
"Kalian berdua bunuh dia !" Nian Suo meminta dua orang Kultivator yang setara dengan Han Sen masuk.
Mereka berdua masuk kedalam Arena dan mengepung Han Sen dari arah yang berlawanan, mereka mengeluarkan Pedang dan Kipas yang tidak lain adalah Artifak Tingkat Bumi.
"Berani menyinggung Tuan Muda Nian Suo... sepertinya hidupmu akan berakhir disini !"
"Hehehe... jangan salahkan kami karena bertindak dengan kejam."
Han Sen menghela nafas dan berkata, "Kalian disini untuk mengobrol atau bertarung, cepatlah mulai... aku akan mengirim kalian berdua pergi ke Neraka."
Han Sen memadatakan Qi Pedang lima elemen dan bersiap untuk bertarung, niat membunuhnya meledak dan dia akan membunuh mereka semua demi harta yang ada didalam Cincin Ruang.