
Beberapa hari sudah berlalu dan akhirnya Qing Lian selesai dan membawa Liu Shuang keluar, keadaanya masih tidak sadarkan diri dan hal ini mungkin akan memakan waktu yang lama.
Han Sen pergi kearah mereka dan mengambil Liu Shuang, "Bagaimana keadaannya ?"
"Tenang saja... dia sudah baik-baik saja. Sepertinya Gagak Neraka hampir sepenuhnya mengekstrak jiwanya. Akan butuh waktu sampai dia bangun, walaupun dia masih berada di Alam Virtual namun kekuatan jiwanya akan melonjak hingga setara dengan Ahli Tahap Menengah Alam Dao Fusion." Kata Qing Lian dengan jujur.
"Tidak ada yang lebih aku harapkan dari hal itu, aku tidak akan memiliki wajah untuk dipertontonkan jika membiarkan Istriku mati." Kata Han Sen sambil mengusap wajah Liu Shuang dengan lembut.
"Jika itu aku apakah kau akan melakukan hal yang sama ?" Tanya Qing Lian dengan dingin.
"Memangnya masih ada yang sanggup melukaimu. Tapi aku dapat memastikan kalau jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu maka aku adalah orang pertama yang akan datang saat itu juga." Kata Han Sen dengan jujur.
"Pembohong... ayo kita kembali ke Istana Sembilan Surga terlebih dahulu !" Qing Lian berubah menjadi Burung Phoenix dan meminta Han Sen naik ke punggungnya.
Segera mereka berangkat dan dengan kecepatan yang luar biasa. Istana Phoenix Sembilan Surga memiliki penghalang yang sangat kuat, untuk masuk mereka harus memiliki ijin dari Qing Lian dan Han Sen dulu juga pernah kesana beberapa kali.
Setelah melewati Penghalang apa yang didepan Han Sen sekarang adalah Pohon Besar yang memiliki sembilan cabang. Pohon itu merupakan Istana Sembilan Surga dan pancaran energi kehidupan dari beberapa sumber prinsip sangat terasa ditempat itu.
Beberapa Pelayan dari Ras Monster menyambut mereka. Qing Lian meminta Pelayannya untuk mengurus Liu Shuang dan merawatnya, dia pergi bersama dengan Han Sen dan berkeliling sebentar sambil melihat Hutan dibawah.
Han Sen duduk dengan nyaman dan berkata, "Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu... aku menemukan Mayat Kura-Kura Hitam di Dunia Bawah, apakah ada pertarungan yang hebat diantara kalian Binatang Suci ?"
Qing Lian duduk disamping Han Sen dan bersandar dibahunya, "Kau sangat tahu bahwa mustahil bagi kami bertarung satu sama lain. Tapi setelah kematianmu banyak hal yang berubah, contohnya tiba-tiba saja muncul orang dari Jaman Kuno dan mereka menyebut dirinya sebagai Klan Emosi."
"Aku dengar dari beberapa Ras Monster pertarungan itu berakhir cukup hebat. Pak Tua itu berhasil menyeret dua diantara mereka mati yaitu Kerakusan dan Kemalasan. Aku sendiri tidak melihat kemampuan mereka, tapi jika itu diriku maka mereka semua akan mati !" Kata Qing Lian dengan penuh kebanggaan.
"Jangan bertindak bodoh yang pada akhirnya menyusahkanku. Kekuatan mereka masih belum diketahui sama sekali, jika mereka bisa membunuh Kura-Kura Hitam maka itu artinya mereka memang memiliki kemampuan hebat." Kata Han Sen dengan kesal.
"Kau pikir aku ini lemah... Apiku dapat membakar apapun." Kata Qing Lian dengan keras kepala.
"Hei... aturan mengatakan kalau Istri harus mematuhi perintah Suaminya. Mulai sekarang kau harus mendengarkanku dan tidak boleh membantah !" Kata Han Sen dengan kesal.
"Baik... tapi kau sekarang lebih lemah dariku, jadi serahkan saja urusan bertarung kepadaku !" Kata Qing Lian dengan sedikit menghina.
Han Sen merasa sangat terprovokasi dan bangkit membawa Qing Lian dengan paksa, "Kalian berempat bahkan tidak berani melawanku secara langsung dulu, sekarang kau cukup berani untuk berbicara. Mari kita tentukan apakah kau cukup kuat untuk mengatasiku !"
Han Sen membawanya pergi dengan paksa dan masuk kedalam kamar. Han Sen menutup pintu dan dia merobek pakaian Qing Lian, dia tidak akan memberi ampun dan akan bercinta dengannya.
Setelah semua ini selesai maka Han Sen akan pergi untuk melakukan balas dendam. Juga dia harus melihat Yao Wu dan Yun Zhi, bagaimanapun juga tempat ini sangat nyaman dan mereka bisa menetap disini.
Qing Lian sudah berada disini untuk waktu yang lama dan sebagai Phoenix yang berkuasa diatas segalanya dia pasti memiliki banyak Sumber Daya Kultivasi. Setidaknya dengan perlindungannya mereka semua dapat berkultivasi dengan tenang.
Belum lagi Han Sen memiliki hutang yang harus ditagih di Keluarga Tang, dia tidak akan melewatkannya begitu saja dan dirinya yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk berurusan dengan seluruh Ras Manusia.