
Setelah tiga hari lebih terbang Han Sen merasa lega karena wanita itu tidak mengejarnya, disebuah Bintang dia merasakan pancaran Aura yang aneh.
Disana banyak sekali Kultivator yang berkumpul dan terlihat sebuah cawan dengan api yang menyala. Sekilas Han Sen dapat mengenal jenis api ini yang tidak lain adalah Api Suci, panasnya terasa sangat intens dan kemungkinan besar akan terjadi pertarungan disini.
Han Sen turun kebawah dan ikut mengamatinya, kesadaran ilahi miliknya menyebar dan dia terkejut melihat keberadaan Lu Che yang ada dibarisan.
Niat membunuh Han Sen sedikit bocor dan tentunya disana ada orang yang benar-benar ingin dia bunuh yang tidak lain adalah Nian Wuji. Untungnya dia masih menyamar dengan sempurna, sepertinya dia harus memanfaatkan situasi yang sempurna ini untuk membunuhnya.
Api Suci mungkin adalah barang langka yang terlahir dari esensi spritual langit dan bumi, Han Sen mungkin tidak akan menolaknya namun dia cukup sadar dengan batas kemampuannya.
Terdapat ratusan Kultivator disini dan kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh. Tanpa reputasi atau latar belakang yang kuat, Kultivator yang mendapatkan Api Suci itu akan menjadi incaran yang lain dan Han Sen tidak akan sanggup menahan gelombang itu dengan kekuatannya yang sekarang.
Mereka yang kuat mungkin lebih tertarik dengan Api Suci, namun Han Sen memiliki peluang untuk mengambil Cawan itu. Bukti bawah Cawan itu tidak hancur dan dapat menahan panasnya Api Suci setidaknya itu adalah harta yang berharga.
Gelombang panas yang kuat menyembur dengan gila dam memaksa semua orang mundur, Api Suci terpecah menjadi lima bagian dan melesat keatas langit. Kelima Api Suci itu berpencar kesegala arah dan para Kultivator kuat lainya segera mengejarnya.
Han Sen berlari kearah Cawan itu dan berniat untuk memasukannya kedalam Cincin Ruang miliknya. Namun gelombang Qi yang sangat dahsyat melesat kearahnya dan mendorongnya kembali.
"Cawan ini akan menjadi milik Sekte Jade Moon."
"Omong kosong dengan Sekte Anjingmu... kita tentukan siapa yang kuat."
Beberapa orang juga memiliki pemikiran yang sama dan tidak mengincar Api Suci itu, Han Sen tersenyum dan mengeluarkan Pedangnya.
"Mari bersenang-senang !" Han Sen memutar Pedangnya dan Qi Pedang yang kuat mengamuk seperti badai.
Gelombang Qi yang sangat ganas terus menerus berbenturan. Han Sen membunuh semua orang yang menghadang jalannya dan tanpa ragu mengambil Cincin Ruang mereka.
Ning Hu menghadang jalan Han Sen dan mengeluarkan sebuah Perisai. Ujung Pedang Han Sen ditahan olehnya dan suara retakan Pedang terdengar ditelinga Han Sen, Perisai Ning Hu adalah Artifak Tingkat Immortal Emas dan Pedang Han Sen sama sekali tidak bisa menandingi kekerasannya.
"Terimakasih Tuan Kota." Kata Nian Wuji dengan perasaan yang lega.
Ning Hu menatap Han Sen dan berkata, "Kita tidak memiliki konflik... kami akan mundur dari tempat ini dan Saudara bisa melanjutkan perebutan Cawan itu !"
Ning Hu tidak berani mengambil resiko lebih dalam pertarungan yang tidak dapat dia menangkan. Disini masih banyak orang yang lebih kuat darinya, adapun dia bisa melawan Pria misterius didepannya. Jika dia kehabisan tenaga lebih awal maka Pasukannya akan menderita.
"Aku tidak akan mempermalukanmu... kau bisa pergi membawa mereka semua kecuali dia !" Han Sen menunjuk Nian Wuji dengan penuh niat membunuh, "Jika kau bersikeras melindunginya kau tidak akan bisa menanggung amarah dariku !"
Ning Hu menatap Nian Wuji dan berkata, "Bajingan... sebenarnya masalah apa yang sudah kau ciptakan !"
"Aku tidak tahu." Nian Wuji berkata dengan panik.
Namun Han Sen sudah berada tepat didepannya dan tinjunya yang keras menghantam dada Nian Wuji hingga membuatnya terpental. Ning Hu tidak tahu bagaimana harus mengambil tindakan, dia takut bahwa Pria misterius ini berasal dari kekuatan besar.
Dirinya adalah Tuan dari Kota kecil dan tidak mungkin dia bisa menahan amarah dari kekuatan besar seperti Sekte. Kedua tangan Han Sen berubah menjadi cakar Naga yang kuat dan dia menerjang kearah Nian Wuji.
Nian Wuji menahan cakar naga itu dengan Tombaknya dan dentuman yang kuat dari benturan serangan ini menyebar. Sekarang dia dapat mengenali kemampuan Pria ini yang tidak lain adalah Han Sen.
"Bajingan kecil... jadi itu kau ?" Nian Wuji mengayunkan Tombaknya dan Han Sen menangkapnya dengan santai.
"Hehehe... baru menyadarinya sekarang, terimakasih berkatmu yang mengirim kelima sampah itu aku dapat menerobos Tingkat Immortal Emas. Kau yang sekarang bukan lagi lawan untukku !" Kata Han Sen dengan percaya diri.
Mata Han Sen memancarkan cahaya yang terang dan gelombang kekuatan jiwa yang padat menyembur. Nian Wuji merasakan tekanan yang berat dan Laut Kesadaran Ilahi miliknya diserang langsung oleh kekuatan jiwa Han Sen.