Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 194 - Kekejaman


Semua orang yang menyaksikan ini hanya bisa menelan ludah mereka karena terkejut. Han Sen tidak langsung membunuh Hei Huan dan memilih untuk membunuhnya secara perlahan.


Rintihan Hei Huan perlahan menghilang dan setelah beberapa jam tubuhnya sepenuhnya berubah menjadi abu. Api Hitam membakar tubuh dan jiwanya sampai benar-benar hilang, setelah pertarungan ini selesai semua orang yang menonton dari kejauhan segera menjauh.


Aksi yang ditunjukan Han Sen sudah membekas dengan jelas dikepala mereka. Monster yang mengerikan tanpa belas kasihan, tidak ada satupun dari mereka yang akan berani mengusiknya.


Lu Ye sedikit gemetar ketakutan dan untungnya dia memilih sisi Han Sen. Jika tidak maka nasibnya mungkin akan berakhir sama seperti Hei Huan.


"Selamat atas kemenangannya Tuan !" Lu Ye memberi hormat dan mengucapkan selamat.


Yao Wu dan Yun Zhi berlari kearah Han Sen dan memeriksa keadaanya. Untungnya Han Sen tidak mendapatkan luka serius dan hanya beberapa goresan yang mudah untuk disembuhkan.


"Kelompok kalian sudah berdiri untuk waktu yang lama bukan, seharusnya banyak harta yang sudah kalian timbun. Tunjukan tempatnya padaku ?" Kata Han Sen dengan dingin.


"Budak ini akan mematuhi perintah Tuan... semua sumber daya berada di Gua Elang. Saya akan menunjukan jalannya kepada Tuan !" Mereka berempat pergi bersama-sama dan Lu Ye memimpin jalan.


Setelah beberapa waktu akhirnya mereka sampai ditempat itu. Sampainya disana Han Sen terkejut melihat puluhan orang yang diikat dipohon, kondisi mereka terlihat berantakan dan tiba-tiba Yao Wu melesat kearah mereka.


Han Sen memperhatikannya dengan cermat dan dia tidak menyangka kalau diantara salah satu dari orang malang itu adalah Wudie. Yao Wu memotong rantai itu dan menangis melihat kondisi Wudie.


"Ratu... didalam masih ada salah seorang Tetua dari Sekte Embun Beku !" Wudie menunjuk kearah Gua dan terlihat sangat lemas.


"Diamlah dan makan ini... Yao Wu memberikan Wudie Pil Roh dan membantunya untuk pulih." Yao Wu merawat Wudie dan membantunya memurnikan Pil Roh.


Yun Zhi ingin pergi memeriksa kedalam namun Han Sen memegang tangannya, "Kita pergi bersama-sama... Tuan Su Chen tunggu ditempat ini. Aku akan mengurus masalah Keluargaku terlebih dahulu !"


Bahkan diantara dari mereka sudah mati dan aromanya sungguh tidak enak. Tubuh mereka kurus kering dan jiwa mereka sudah rusak hingga mental mereka tidak stabil.


"Tetua !" Yun Zhi berlutut dan menangis melihat salah seorang Tetua Sekte Embun Beku yang berada didalam Penjara.


Kondisinya terlihat berantakan dan sudah tidak tertolong. Masa hidupnya sudah berkurang sangat banyak dan Tetua itu sudah sepenuhnya rusak, bahkan Pil Roh berharga sekalipun tidak akan dapat menolongnya.


Lu Ye menjelaskan semuanya kepada Han Sen tentang Teknik Kultivasi yang dipraktekkan oleh Hai Huan. Singkatnya Teknik Kultivasi yang dipraktekkan oleh Hei Huan sangatlah tercela, dia menghisap masa hidup dan merusak jiwa orang itu lewat hubungan badan untuk merebut semua energi spiritual targetnya sampai mengering.


Han Sen memeluk Yun Zhi dan berkata, "Maaf... aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menolongnya. Semua ini adalah salahku... kau bebas mengutuk atau memukulku !"


"Kau sudah melakukan yang terbaik dan bagaimana aku bisa melakukannya." Yun Zhi tidak berniat menyalahkan Han Sen dan dia hanya benci karena kemalangan ini.


"Jika aku tahu hal ini lebih cepat maka aku tidak akan memberikan bajingan itu kematian yang mudah. Setidaknya aku akan membakar Jiwanya selama ribuan tahun untuk memuaskan kebencianku." Han Sen terlihat sangat marah.


"Pelakunya sudah mati dan aku yakin Tetua sudah sangat puas." Kata Yun Zhi dengan sedih.


"Kau tidak mungkin bisa melakukannya dan sebagai Suamimu maka aku akan menggantikan tempatmu untuk mengakhiri penderitaannya." Han Sen menutup mata Yun Zhi dan dia menjentikkan Api Hitam.


Penjara itu dibakar dengan Api Hitam yang sangat ganas dan dalam sekejap semuanya berubah menjadi abu. Yun Zhi tidak bisa seperti ini terus dan larut dalam kesedihan, sekarang dia sadar mengapa Han Sen selalu mengingatkan mereka tentang bahayanya orang-orang di Alam Mistik.


Mereka semua kejam dan tidak manusiawi, bahkan mereka tidak akan segan menggunakan orang lain seperti ini demi keuntungan mereka.


Terlebih masih banyak yang belum ditemukan oleh mereka. Entah seperti apa keadaan atau kondisi yang mereka hadapi sekarang Yun Zhi hanya bisa berharap agar mereka semua baik-baik saja.