Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 257 - Memulai Lebih Awal


Jian Fan mendesak Qi miliknya dan berniat melarikan diri. Namun dengan kecepatan yang luar biasa Han Sen menerjang kearahnya dan menginjak tubuhnya.


Darah menyembur dari mulut Jian Fan dan dia merasa kalau beberapa tulang rusuknya patah, dia tidak bisa melepaskan diri dan semakin dia berusaha maka Han Sen akan menahannya lebih kuat.


"Sejak kapan sampah sepertimu berani menilai keberanian diriku. Tenang saja... Aku akan membawa Klan Emosi atau apalah itu ke neraka untuk bertemu denganmu !" Han Sen berkata dengan dingin.


"Tidak tolong jangan bunuh... Hugh..." Tubuh Jian Fan perlahan membengkak dan Qi ditubuhnya mengamuk tanpa sebab.


Han Sen yang melihat Jian Fan yang akan meledakan diri mendesak Qi Alam, kegelapan membungkus tubuhnya dan Han Sen menyerap vitalitas serta jiwanya.


"Ternyata benar dugaanku... ada segel jiwa didalam tubuhnya. Sepertinya ini akan menjadi hal yang rumit, Ren Qiu tidak ingin ada orang yang membangkang dan dia menggunakan Tanda Jiwa untuk memastikan kesetiaan mereka." Han Sen menghela nafas dengan panjang.


Setelah Han Sen membunuh Jian Fan maka posisinya sudah diketahui oleh pihak musuh, jadi kemungkinan besar mereka semua akan datang kesini untuk berurusan dengannya dan tempat ini akan hancur total akibat pertempurannya nanti.


Su Chen, Fang Zhe dan Guan Lao memberi salam kepada Han Sen. Mereka merasa bersyukur karena selamat dari krisis ini, tentunya jika Han Sen tidak datang maka sesuatu yang buruk pasti akan terjadi nantinya.


"Abaikan formalitas... setelah aku membunuhnya dalang dibalik semua ini akan datang membawa kekuatan penuhnya. Kemasi barang kalian dan pergilah ke Istana Phoenix sembilan Surga, setelah sampai disana katakan pada Istriku Phoenix agar memberikan kalian tempat tinggal sementara !" Kata Han Sen dengan santai.


"Terimakasih atas kebaikan Tuan." Su Chen mengepalkan tinjunya dan berterimakasih dengan tulus.


"Lalu apa rencana Tuan ?" Tanya Guan Lao dengan penasaran.


"Tidak ada... datang maka artinya mereka memang meminta untuk mati. Sejak kapan seekor naga membutuhkan rencana untuk membunuh beberapa ekor semut." Han Sen menjawabnya dengan penuh kepercayaan diri.


Fang Zhe mengangguk dan berkata, "Kau harus berhati-hati... aku tidak tahu apa tujuan mereka tapi semua orang di Wilayah ini dibawa dengan paksa oleh mereka. Kau mungkin kuat tapi meremehkan musuh bukanlah tindakan yang bijak !"


Arogansi tanpa kekuatan dan kepintaran dalam cara berpikir adalah kebodohan yang tidak lebih dari omong kosong. Han Sen tidak akan pernah meraih pencapaiannya yang sekarang jika dia menganggap remeh semua hal, setidaknya apa yang menjadi keyakinannya akan dia pegang sampai saat ini.


Su Chen memberikan instruksi dan mengemasi apa yang perlu dia bawa. Belum lama dia mengambil alih Sekte Langit Biru dan sekarang sudah ada badai yang mungkin akan melibatkan seluruh penjuru Alam Mistik.


Setelah beberapa hari akhirnya semuanya sudah berhasil mengungsi. Han Sen mengayunkan tangannya dan menghancurkan Array Teleportasi yang ada ditempat itu.


Hal ini dia lakukan untuk mencegah sesuatu yang tidak dia inginkan seperti memanfaat jumlah untuk menyusul mereka. Qing Lian mungkin dapat mengatasinya namun Han Sen tidak ingin membuatnya kesusahan dalam menghadapi beberapa sampah.


Untuk sekarang Han Sen sudah memastikan bahwa tidak ada kehidupan sedikitpun diwilayah ini. Hanya beberapa Beast lemah yang masih berkeliaran, jadi pada saatnya Han Sen akan mengamuk disini tanpa menahan diri.


Sebuah Kapal kecil berhenti diluar Wilayah dan sosok Pria melompat dari Kapal itu. Pria itu bernama Xun Ao dan dia terbang kearah Han Sen dengan niat membunuh yang sangat kuat.


"Hahaha... Akhirnya aku mendapatkan lawan yang menyenangkan. Aku sungguh sangat senang !" Tawa Xun Ao menggema dengan keras.


Han Sen duduk diatas pilar besi yang dia buat dan menatapnya dengan tajam, "Hanya satu orang... sepertinya kau hanya mengantar dirimu untuk mati."


"Hahaha... aku harap ucapanmu sesuai dengan kemampuanmu." Xun Ao menjentikkan jarinya dan sebuah Tombak yang terbuat Qi yang aneh melesat kearah Han Sen.


Han Sen mengangkat ujung jarinya dan Qi Alam berkumpul menjadi sebuah Bola kecil, ketika ujung Tombak itu menyentuhnya ledakan yang besar menghancurkan Tombak itu hingga berkeping-keping.


Melihat ekspresi Xun Ao yang penuh kepuasan membuat Han Sen mengerti satu hal. Pria ini sama dengan Sang Ketakutan, dia mengkultivasikan Emosi Bahagia dan merubah dirinya sendiri sampai seperti ini.