Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 219 - Bentrokan


Kong Ming sedikit terkejut dengan kemampuan hebat yang ditunjukan Han Sen, "Hebat... dapat menahan serangan acak dari Raja ini kau bisa bangga !"


"Jangan bicara omong kosong yang tidak perlu sama sekali. Menyebut dirinya seorang Raja tapi kondisimu bahkan sangat menyedihkan, jika kau tidak memiliki kendali atas Prinsip Dunia apakah kau pikir kau layak menjadi lawanku pecundang." Kata Han Sen dengan jijik.


"Keberanian itu aku sangat menyukainya... mari kita lihat apakah kau masih berani ketika langsung berhadapan dengan kekuatan absolut Raja ini !" Kong Ming mendesak Demon Qi miliknya dan meludahkan esensi darahnya.


Gumpalan darah itu menjadi sebuah Pedang dan dia tersenyum dengan penuh percaya diri. Han Sen menelan ludahnya dan mulai berpikir keras, walaupun baru menerobos dan basis Kultivasi Kong Ming belum stabil namun perbedaan mereka sangat besar.


Dirinya harus memikirkan cara efektif untuk bertarung jika tidak orang yang menderita kerugian besar adalah dirinya. Sekarang Han Sen memiliki dua pilihan dalam pertaruhan, pertama dia menggunakan Pedang Kekacauan dan mengeluarkan kemampuan penuhnya.


Namun efek sampingnya dia tidak akan bisa menggunakan kekuatannya lagi setelah itu dan jika gagal maka dia akan mati. Sisanya Han Sen memiliki lima butir Pil Roh peningkatan yang memungkinkannya untuk meningkatkan kekuatan, namun efek sampingnya terlalu buruk dan jika dia tidak melepaskan semuanya tepat waktu tubuhnya akan meledak karena kelebihan muatan.


Han Sen tersenyum dan tidak menyangka kalau dirinya akan menikmati situasi seperti ini, dimana seseorang semakin terdesak maka disitulah orang itu akan melampaui batasannya sendiri dan melakukan terobosan besar.


Han Sen memadatkan Pedang lima elemen dan mendesak Qi Alam. Mereka berdua mengayunkannya secara bersamaan namun dan kedua Pedang saling bertabrakan, dentemun dari kedua Pedang ini membuat tanah dibawah mereka hancur.


Tubuh Han Sen terpental kebelakang dan Kong Ming terus mengejarnya. Kong Ming memutar tubuhnya dan Pedang darah miliknya dilapisi Aura yang sangat aneh, kekuatan dunia berkumpul di Pedangnya dan dia berniat memotong Han Sen.


*Klang.*


Han Sen menahannya dengan badan Pedang miliknya dan tubuhnya terdorong kebawah hingga membentur tanah dengan keras. Han Sen bangkit dengan cepat dan mendesak Qi Alam dalam jumlah yang besar, tinjunya yang kuat menyemburkan Qi Alam yang sangat ganas dan menerjang langsung kearah Kong Ming.


Dinding Qi yang terbentuk dari kekuatan dunia menghadang tinju Han Sen dan hancur berkeping-keping.


"Jenis Qi yang aneh... bahkan dapat menandingi Qi yang terbentuk dari kekuatan dunia, harus aku akui bahwa kau adalah orang yang hebat. Tapi ketakutan yang kau ciptakan pasti terasa sangat nikmat !" Kata Kong Ming dengan penuh percaya diri.


"Menyerah saja... dalam hidupku aku tidak pernah takut untuk menghadapi orang-orang sepertimu, bahkan jika kau menyiksaku dan memasukan jutaan pedang kedalam tubuhku aku tidak akan gentar." Han Sen melebarkan kedua tangannya dan berkata dengan tegas.


Kekuatan dunia itu berubah menjadi sebuah kubah hitam yang memenjarakannya dan Han Sen berusaha keras mendesak Qi miliknya. Namun sebuah suara tiba-tiba terdengar ditelinganya.


"Han Xuan..."


Han Sen menoleh dan suasana ditempat itu berbeda, dia berada dihalaman Istananya yang dulu dan wanita yang memanggilnya adalah Shui Jing yang tidak lain adalah Yao Wu dikehidupan sebelumnya.


Shui Jing perlahan mendekat dan masuk kedalam pelukan Han Sen, dia tahu bahwa semua ini salah namun Han Sen tetap diam. Darah mulai mengalir dan membasahi pakaiannya dan lubang didada Shui Jing terlihat sangat jelas.


"Kenapa kau membunuhku !" Suara Shui Jing terdengar ditelinga Han Sen.


Yao Wu, Liu Shuang, Chai Ying dan Yun Zhi juga mengelilingi Han Sen dan mengutuknya.


"Pria yang hanya mementingkan dirinya sendiri sama sekali tidak layak untuk mendapatkan cinta dari seorang wanita." Kata Yao Wu dengan senyum yang merendahkan.


"Menjijikan sekali." Kata Liu Shuang dengan ekspresi yang terlihat jijik.


"Apakah kau juga akan membunuh kami setelah puas dengan segalanya." Kata Chai Ying dengan dingin.


"Aku sangat malu menganggap bajingan sepertimu adalah Pria yang layak." Yun Zhi mencibir Han Sen dengan jijik.


Disisi luar Kong Ming yang membuat ilusi terlihat sangat puas. Dirinya memang tidak bisa melihat kedalam ilusi yang terbentuk dari rasa takut yang dimiliki Han Sen, tapi dia yakin kalau didalam sana Han Sen benar-benar sangat menderita.


"Kita lihat sampai berapa lama orang sepertimu akan bertahan dalam Ilusi ketakutan milikku, aku tidak sabar melihat ekspresi putus asa yang kau tunjukan nantinya !" Kong Ming tertawa dengan puas dan tidak sabar dengan hasilnya.