Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 162 - Budak


Guan Lao mendesak Auranya dengan kuat dan Jiwa Buaya Darah terlihat dibelakangnya. Segera dia melakukan transformasi dan Armor merah darah yang keras terpasang ditubuhnya.


*Groar.*


Didalam kepala Guan Lao dia merasakan raungan Naga yang sangat mengerikan. Melihat sorot mata Han Sen yang dingin membuatnya sedikit gemetar ketakutan tanpa sadar.


"Aku sudah mengatakan sebelumnya kalau disini bukan tempat bagi kita untuk bertarung !" Han Sen mengangkat satu jarinya dan Qi Alam menyembur hingga menghantam dada Guan Lao.


Guan Lao merasakan kekuatan penghancur yang luar biasa dari serangan Han Sen. Guan Lao terpental sangat jauh dan diseret oleh Qi Alam hingga keluar dari Ibukota Kekaisaran.


Han Sen dengan kecepatan yang luar biasa segera menyusulnya, tinjunya yang ganas menghantam langsung kedada Guan Lao hingga membuatnya memuntahkan darah.


*Boom.*


Guan Lao terpental hingga menabrak tanah dengan keras. Armor ditubuhnya benar-benar hancur berkeping-keping dan dia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk membalas Han Sen.


Semua Kultivator merapat ke Benteng dan mereka ingin melihat langsung pertarungan langka antara Ahli Alam Virtual. Guan Lao berdiri dan membentuk segel ditangannya, dia menggunakan Teknik Serangan kekuatan Jiwa Buaya Darah dan Jiwa itu melesat langsung kearah Han Sen dan ingin menerkamnya.


Tiba-tiba dalam jarak 3 meter dari Han Sen Jiwa Buaya Darah itu berhenti seolah membeku. Perasaan seperti ini dapat dirasakan langsung oleh Guan Lao dan dia melihat bayangan Jiwa Naga Surgawi secara langsung.


"Hanya seekor Buaya kecil kau berani menampilkannya didepan Kaisar ini. Kau bahkan tidak sebanding dengan Tian Yan dan kau berani menantangku !" Han Sen turun kebawah dan menginjak dada Guan Lao dengan keras.


Darah menyembur dari mulutnya dan beberapa tulang rusuk Guan Lao patah. Han Sen menahan tubuh Guan Lao dengan kakinya dan berniat mengambil hidupnya.


Semua orang yang melihat hal ini benar-benar takjub dengan kekuatan Han Sen, dia melawan Ahli Alam Virtual lainya seolah seperti melawan seorang Anak kecil. Guan Lao sekarang tahu bahwa Tian Yan mati bukan karena kecurangan, lawannya kali ini diluar kata normal dan bahkan Guan Lao tidak yakin apakah ada orang yang mampu berurusan dengan Han Sen.


Han Sen menekannya dengan kuat dan berkata, "Sekarang katakan padaku bagaimana kau ingin mati ?"


Sekarang dia tidak peduli dengan reputasinya lagi, dia sudah terjebak sekarang dan lari adalah hal yang mustahil baginya. Nyawanya hanya satu dan dia tidak bisa bertaruh dengan kehidupannya.


"Mengampunimu itu hal yang mudah... tapi jika seseorang meminta sesuatu kepadaku maka dia harus memberikan bayaran yang besar. 300 tahun kau akan menjadi Budak yang hanya akan bekerja untukku, apakah kau bersedia melakukannya ?" Tanya Han Sen dengan dingin.


"Budak !" Guan Lao terlihat sangat enggan dan tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.


Dirinya adalah Ahli Alam Virtual Tahap Menengah yang dihormati kemanapun dia pergi. Sekarang Han Sen memintanya sebagai Budak yang statusnya saja bisa dianggap tidak lebih sebagai orang buangan.


"Dalam tiga tarikan nafas jika kau masih tidak menjawabnya maka aku akan langsung membunuhmu." Han Sen sedikit menekannya dan tidak ingin membuang waktu.


Jika ini kasus lain mungkin Han Sen tidak akan pernah mengampuni musuhnya. Namun basis Kultivasi Guan Lao sangat tinggi dan sekarang dia kekurangan orang kuat yang dapat menggantikannya nanti, jadi Han Sen ingin memanfaatkan Guan Lao demi dirinya sendiri.


"Baik... Baik... saya bersedia menjadi Budak, aku harap Kaisar dapat berjanji akan membebaskanku setelah 300 tahun." Kata Guan Lao yang terlihat tidak berdaya.


"Aku tidak perlu berjanji apapun tapi yakinlah bahwa dimasa depan kau mungkin akan terbiasa menjadi seorang Budak dan tidak ingin pergi dari sisiku." Han Sen menyentuh dahi Guan Lao dan meletakkan cap jiwanya didalam Laut Kesadaran Ilahinya.


Guan Lao hanya bisa tersenyum pasrah dengan hal ini, namun setidaknya hidupnya masih terselamatkan. Jika dia tahu kalau Han Sen akan sekuat ini maka dia tidak akan mau datang untuk menantangnya.


Han Sen memberikan Botol yang berisi Pil Roh Tingkat Virtual, "Kekuatanmu terlalu lemah untuk seorang Budak. Teroboslah Tahap Akhir Alam Virtual, jika kau tidak bisa melakukannya maka aku akan menghajarmu nanti !"


Guan Lao sangat terkejut dan berkata, "Kaisar... bukankah ini terlalu berharga untuk diberikan kepada seorang Budak sepertiku ?"


"Aku yang membuatnya dan ubah sudut pandangmu. Apa yang kau anggap berharga adalah sampah untukku, aku ini bukan seorang pengasuh dan hidupmu itu setidaknya harus berguna untuk membantuku mengatasi permasalahan yang terjadi dimasa depan." Kata Han Sen dengan tegas dan dia segera pergi kembali ke Istana.