
Aroma yang sangat wangi tercium oleh Han Sen dan samar dia melihat Ming Yue mendekat kearahnya. Ming Yue mulai menggodanya dan Han Sen masih tetap tenang, sosok Ming Yue memang sangat menggoda namun Han Sen tidak akan terjebak didalam trik murahan.
Pupil mata Han Sen bersinar dan kekuatan jiwanya sedikit menyembur. Semua gambaran itu perlahan mulai pudar dan Ming Yue masih berada didepan pintu sambil memasang ekspresi terkejut.
"Teknik Paviliun Sendai memang luar biasa... aku benar-benar sangat kagum." Kata Han Sen dengan sudut mulutnya yang terangkat.
Ming Yue menggelengkan kepalanya dan mengakui bahwa apa yang dikatakan Neneknya ini sangat benar. Han Sen benar-benar memiliki kemampuan nyata, walaupun Kultivasinya masih berada di Tahap Menengah Alam Dao Fusion namun kekuatan jiwanya sudah setara dengan Kultivator Alam Heaven.
"Tolong maafkan saya karena kurang ajar... Ming Yue ini hanya mencoba untuk akrab dengan Tuan Han Sen !" Kata Ming Yue yang bersandar didinding.
Han Sen berdiri dan perlahan melangkah kearah Ming Yue, tanpa sadar Ming Yue merasa gugup dan mencoba untuk tetap tenang. Han Sen semakin dekat dan memojokkan Ming Yue, jarak mereka sangat dekat dan Han Sen menahannya didinding.
"Datang kemari tengah malam dengan pakaian yang berani. Menggodaku dan beralasan yang tidak jelas, aku bukan orang bodoh yang tidak paham dengan maksudmu seolah kau sudah siap untuk menyerahkan dirimu sendiri !" Han Sen berbisik ditelinga Ming Yue.
"Tuan Han bisa melakukan apapun yang Tuan inginkan. Aku jamin bahwa diriku masih sangat bersih dan tidak pernah disentuh oleh Pria manapun." Ming Yue mencoba untuk berani.
"Sayangnya aku tidak butuh Istri tambahan... aku sudah memiliki empat dan itu sudah lebih dari cukup untukku." Han Sen menepuk pundak Ming Yue dan kembali kekasurnya.
Ming Yue menjadi sangat suram dan tidak senang dengan perkataan Han Sen. Memang banyak Pria hebat yang memiliki banyak wanita dan dia tahu benar akan hal itu, namun sejak dulu Ming Yue selalu dipuja oleh banyak Pria dan baru kali ini ada seseorang yang dengan terang-terangan menolaknya setelah dia melakukan hal memalukan semacam ini.
Jika ini dirinya yang dulu maka Han Sen tidak akan menolaknya. Paviliun Sendai memang memiliki pengaruh yang besar dan sebagai dukungan dimasa depan itu memang layak, tapi Han Sen tidak akan menginginkan hal itu jadi dia tidak akan mau melakukannya.
Han Sen kembali fokus untuk berlatih dan setelah beberapa hari semuanya sudah disiapkan dengan sangat rapi. Pil Roh Kondensasi Heaven membuat kegemparan besar bagi semua orang, jadi banyak kekuatan dari berbagai Ras yang berkumpul disatu tempat.
Pelelangan yang diadakan cukup besar dan pada akhirnya Pil Roh itu terjual dengan harga yang fantastis senilai 100 Juta Kristal Divine. Han Sen juga menyelesaikan kesepakatan dengan Nyonya Guo dan semua apa yang dia minta akhirnya sudah terpenuhi.
"Tuan Han... setelah ini apa yang ingin Anda lakukan ?" Tanya Nyonya Guo dengan penasaran.
"Wilayah Laut Hitam memiliki acara yang menarik jadi aku juga ingin ambil bagian didalamnya." Jawab Han Sen dengan jujur.
"Perebutan Sumber Prinsip itu sama sekali tidak mudah. Semua Ras mengambil bagian didalamnya dan dapat dipastikan kalau akan terjadi perang skala kecil didalam sana, apakah perlu saya merekomendasikan Tuan Han Sen bergabung dengan Pasukan tertentu ?" Tanya Nyonya Guo dengan santai.
"Tidak perlu... aku sedikit mendapatkan informasi bahwa Ras Manusia sudah membuat janji dimana Sumber Prinsip itu akan diberikan kepada Putra dari Tuan Wilayah sebelumnya yaitu Dong Zie. Aku tidak ingin menyumbang tenaga untuk orang yang tidak penting sama sekali dan terbiasa berjalan sendiri." Han Sen berkata dengan tegas.
"Memang apa masalahnya... dengan bakat Kultivasi yang berada di Tahap Akhir Alam Dao Fusion dia cukup layak. Lagi pula Tuan sebelumnya mengorbankan nyawanya dan meminta hal terakhir ini !" Kata Nyonya Guo dengan jujur.
"Seseorang yang menganggap sebuah pengorbanan sebagai bentuk perjanjian bisnis dia tidak layak disebut. Bagiku dia tidak layak untuk disebut sebagai seorang jenius, dia sejak awal memiliki kondisi yang baik dimana dapat berlatih dengan tenang. Mereka yang berdiri diatas mayat dan darah orang lain hingga namanya menggema mencapai surga itu baru layak disebut sebagai Jenius yang sebenarnya."
Han Sen melanjutkan, "Bahkan seorang idiot sekalipun jika memiliki lingkungan Kultivasi yang mendukung pasti akan mencapai hal besar nantinya. Lupakan saja apa yang barusan aku katakan, dia tidak akan pernah mendapatkan apa yang dia inginkan. Prinsip Dunia memilih sendiri Tuan yang layak dan bukan sesuatu yang dapat diwariskan oleh orang lain hanya karena faktor keturunan."