
"Tentu... ini akan sangat menyenangkan karena memiliki rekan yang sama-sama tertarik dalam Alkimia." Lu Siyu tidak menolak Han Sen dan setuju.
Han Sen mengangguk dan merasa sangat puas dengan sikap Lu Siyu, mereka berdua pergi keruang pertemuan dan Lu Che benar-benar dilupakan oleh mereka berdua.
Han Sen membaca beberapa Buku mengenai tanaman obat dan Pil Roh, disana dia mendapatkan banyak pengetahuan dan melihat langsung pemurnian Lu Siyu memberikannya wawasan lebih.
Mereka berdua memurnikan Pil Roh Tingkat Heaven bersama-sama, dari perkataan Lu Siyu bukan hanya tempatnya yang mendapatkan pesanan seperti ini. Tuan Kota menginginkan sepuluh ribu Pil Roh Tingkat Heaven mengingat Medan Perang Kuno akan dibuka tiga tahun dari sekarang.
Hanya mereka yang berada di Immortal Emas atau dibawahnya saja yang dapat masuk, dulu Medan Perang Kuno adalah tempat pertarungan dari Master Domain. Divine Dao disana jauh lebih kuat dan siapa yang tidak menginginkan Divine Dao dari seorang Master Domain.
Tuan Kota berniat meningkatkan kemampuan orang-orangnya untuk persiapan pergi kesana, hal ini merupakan sesuatu yang biasa mengingat tidak sedikit orang yang berebut kesempatan disana.
Han Sen juga tidak berniat melewatkan hal seperti ini. Walaupun dia memiliki tiga Divine Dao yang kuat tetapi rasa penasarannya harus segera dipuaskan, siapa yang tahu kalau mungkin saja dia akan menjadi salah satu orang yang dapat memahami Divine Dao dari seorang Master Domain.
Setelah tiga hari berturut-turut memurnikan Pil Roh, Han Sen sudah mencapai batasnya dan terlihat cukup lelah. Lu Siyu juga mengakhirinya dan terlihat sangat senang, kemampuan Han Sen jauh lebih baik dari Alkemis sebelumnya dan dengan kecepatan ini dua minggu seharusnya sudah cukup.
"Nona Lu Siyu memang memiliki bakat alami... jika aku sudah memiliki tempat yang nyaman untuk membangun kekuatan pasti aku sekarang sudah merekrut Nona !" Kata Han Sen dengan jujur.
"Tuan Han Sen juga tidak terlalu buruk." Lu Siyu juga mengakui keterampilan Han Sen.
Mereka berdua mengobrol sebentar dan lonceng dipintu masuk berbunyi, Lu Siyu bergegas keluar untuk menyambut pelanggan. Namun orang-orang yang masuk adalah sesuatu yang tidak dia harapkan sekarang.
"Apakah Tuan Ning Suo ingin membeli Pil Roh ?" Tanya Lu Siyu dengan sopan.
"Hehehe... tidak bisakah aku melihatmu saja, bagaimana dengan proposalku. Apakah kau sudah memikirkannya baik-baik ?" Ning Suo duduk dikursi dengan santai.
*Krak.*
Ning Suo memukul meja hingga hancur dan berkata, "****** sialan... kau pikir siapa dirimu, menikah dan menjadi wanita Tuan Muda ini seharusnya sudah menjadi kebanggaan terbesar untukmu. Jika kau terus saja menolak maka aku akan menggunakan kekerasan untuk memaksamu !"
Ning Suo terlihat sangat marah dan matanya dipenuhi dengan nafsu. Dua Penjaga dibelakangnya berada di Tahap Awal Alam Immortal Bumi dan Lu Siyu terlihat sangat ketakutan.
Aura membunuh meledak dengan gila dan Han Sen perlahan berjalan keluar, jika dia tidak mengambil tindakan maka Lu Siyu akan mendapat penghinaan dan lebih baik baginya untuk menolongnya.
"Tiga ekor anjing yang menindas seorang Gadis yang tidak berdaya. Maju selangkah lagi aku akan mengirim kalian pergi ke neraka, tidak peduli apakah kau memiliki latar belakang yang kuat atau tidak. Jika kalian mengabaikan peringatanku maka kalian dipersilahkan untuk mencobanya sendiri !" Kata Han Sen dengan dingin.
Ning Suo dan kedua Penjaga dibelakangnya tanpa sadar mundur beberapa langkah, Niat membunuh Han Sen sangatlah intens dan mereka tahu kalau sekarang dihadapannya adalah Kultivator Tahap Menengah Alam Immortal Bumi.
"Siapa kau dan kenapa kau mengganggu urusan kami, apakah kau tidak tahu siapa aku ?" Tanya Ning Suo dengan dingin.
"Aku Han Sen... siapa kau aku sama sekali tidak peduli." Han Sen merangkul Lu Siyu dan mengusap tangannya, "Lu Siyu adalah Istriku... apakah kau tidak tahu malu karena mendambakan wanita milik orang lain. Sekarang pergilah... pergi saja ke Rumah Bordil jika kau sudah tidak tahan !"
Lu Siyu terlihat sangat malu dan tidak tahu harus berbuat apa, namun jika Nian Suo mundur karena kebohongan ini maka dirinya pasti akan sangat bersyukur.
Sebaliknya Nian Suo terlihat sangat marah dan berkata, "Bagus... kalian berdua pasangan yang tercela, namamu Han Sen bukan... aku akan mengingat ini baik-baik."
Nian Suo melambaikan tangannya dan segera pergi dari sana, dia akan membalas penghinaan ini dan pada saatnya dia tetap akan merebut Lu Siyu untuk dirinya sendiri.