
Yao Wu melompat kedalam pelukan Han Sen dan tidak tahu harus berkata apa. Ingatan yang ditunjukan Han Sen tidak mungkin salah dan sejak awal pertemuan mereka Yao Wu sudah merasa aneh seolah Han Sen memang tidak asing baginya.
Namun apa yang dia lihat dalam ingatan itu dirinya yang dimasa lalu memilih untuk bunuh diri dengan mati ditangan Han Xuan. Entah apa alasannya Yao Wu sama sekali tidak tahu, namun dia sangat yakin bahwa hal itu membuat luka untuk Han Xuan dan membuatnya menderita.
"Kenapa kau memiliki ingatan kehidupan lama sedangkan aku tidak. Aku juga ingin mengingat semua kenangan itu !" Kata Yao Wu dengan sedih.
"Jiwa Naga Surgawi yang menyimpan ingatannya, setelah bangkit maka aku mulai menyadari semuanya. Adapun bertemu denganmu itu adalah takdir, namun aku tidak kecewa sama sekali karena gagal menerobos Alam Immortal. Bertemu denganmu jauh lebih penting dari segalanya dan untuk pertama kalinya aku sangat berterimakasih kepada Surga. Apa yang perlu kau pahami sekarang adalah masa sekarang dimana hanya ada nama Han Sen dan Yao Wu." Kata Han Sen dengan tegas.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan kembali ingatan itu bisakah kau menceritakannya semuanya, aku tidak ingin melupakan apa yang sudah pernah kita lalui !" Kata Yao Wu dengan sedih.
"Ini akan menjadi cerita yang panjang." Han Sen membawa Yao Wu berjalan keluar dan kembali kekamar untuk mengobrol dengan nyaman.
Han Sen mulai menceritakan awal mula perjalanannya mendaki Alam Mistik. Saat dia masih muda Han Sen sudah menjadi Pria yang tak kenal rasa takut dan bisa dibilang bahwa dirinya adalah masalah.
Berjalan kemanapun dia mau dan bertarung kamanapun dia pergi. Debutnya sangat luar biasa dan ketika dia sudah mencapai Alam Heaven Han Sen langsung memasuki daftar surgawi, pada saat itulah dia bertemu Yao Wu atau Shui Jing di Dunia Langit dan Bumi.
Pada saat itu Han Xuan hanya mampu mengagumi keindahan dari sosok yang disebut dengan Dewi Bulan. Han Xuan sama sekali tidak kekurangan wanita, dia tidak akan mengejar Shui Jing seperti yang dilakukan Pria lainya.
Dirinya terbiasa untuk memakan makanan yang sudah disiapkan diatas meja. Namun siapa yang menyangka bahwa setelah penjelajahan dengan kesulitan yang luar biasa memaksa mereka untuk saling bekerjasama, sejak itulah perasaan mereka mulai terbentuk dan hubungan mereka mulai tumbuh.
Walaupun hubungan mereka diketahui oleh banyak orang namun sebagai peringkat pertama daftar surgawi dan penguasa Alam Mistik Han Xuan sama sekali tidak memikirkannya dan menghargai keputusan Shui Jing yang tetap tinggal di Sekte Bulan.
Namun beberapa kekuatan berusaha memanfaatkan hal ini namun Han Xuan masih tetap teguh dengan prinsipnya. Setelah hari kematian Shui Jing yang lebih mati bunuh diri ditangannya sejak saat itulah Han Xuan mulai mengasingkan diri.
Yao Wu mendengar semua cerita ini dan tidak bisa menahan air matanya, "Kau melewati tahun-tahun yang berat. Aku memang tidak memiliki ingatan itu namun jika aku diposisi harus memilih salah satu dari kita yang mati maka pada saat itu juga aku akan membunuh diriku sendiri."
"Aku dikenal sebagai kesombongan surgawi, jenius tak terkalahkan dan orang terkuat. Semua itu hanya sebuah omong kosong... aku sudah kalah ditanganmu sejak saat itu." Kata Han Sen sambil memeluk Yao Wu dengan erat.
"Kebenaran ini... apakah kau juga bermaksud untuk memberitahu mereka bertiga ?" Tanya Yao Wu dengan pelan.
"Tidak... kita terlahir kembali dengan tujuan yang baru. Apa yang menjadi masa lalu biarlah menjadi kenangan, sekarang kita bukan musuh dan kau adalah Istriku." Han Sen sejak awal sudah memutuskan untuk membuka lembaran baru.
Yao Wu menghapus air matanya dan tersenyum, dia setuju dengan perkataan Han Sen dan mulai bersedia memulai lembaran baru sebagai Istrinya.
Perlahan Han Sen mengusap bibir Yao Wu dan menciumnya. Han Sen mendorongnya untuk berbaring ditempat tidur dan memberikan Pil Roh untuk Yao Wu, energi Yin dan Yang meluap dan mereka bercinta dengan liar.
Apapun yang terjadi Han Sen yang sekarang tidak akan membiarkan kejadian dimasa lalu terulang kembali. Han Sen akan melindungi mereka dengan kekuatannya sendiri, entah perubahan apa yang akan terjadi kepadanya nanti Han Sen sama sekali tidak peduli asalkan dia dapat memastikan bahwa mereka berempat akan selalu disisinya.