Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 342 - Heaven Eater


Pusaran hitam muncul dibawah kaki Shen Fei dan kumpulan tangan seperti mayat keluar menariknya kedalam. Qi Kematian yang sangat kuat membungkusnya dan Shen Fei mendesak Qi miliknya bersamaan dengan kekuatan Domain.


"Zhuge Yan... pengecut yang hanya berani bersembunyi, apakah kau tidak berani keluar dan berhadapan langsung denganku ?" Teriak Shen Fei dengan keras.


Zhuge Yan muncul dan ekspresinya terlihat tidak senang, "Sebaliknya kau adalah pengecut sebenarnya. Beraninya kalian ingin membunuhku... sekarang tidak ada Duan Jian disini dan apa yang bisa kau lakukan. Kau ingin pertarungan sampai mati bukan maka aku akan meladenimu sekarang, Han Sen... dia mangsaku dan biarkan aku berurusan dengannya sendiri !"


"Aku keberatan... aku menginginkan hidupnya tanpa bantuan dari siapapun. Lebih baik Senior menjadi penonton dipinggir saja !" Kata Han Sen dengan santai.


"Ingatlah pada waktu itu aku yang menyelamatkan hidup kalian berdua. Aku dan orang tua ini memiliki permusuhan sejak lama, biarkan kami menentukan siapa yang hidup atau mati diantara kami." Kata Zhuge Yan dengan dingin.


Han Sen mengepalkan tinjunya dan tidak bisa ambil bagian. Han Sen memiliki hutang budi yang harus dia bayar, jadi dia harus merelakan ini dan memberikan kesempatan kepada Zhuge Yan untuk menyelesaikan kebenciannya.


"Tidak perlu berebut... jika kalian berpikir tidak adanya Duan Jian disini mudah untuk membunuhku maka kalian salah besar. Majulah kalian berdua, aku jauh dari kata mampu untuk berurusan dengan kalian berdua sekaligus." Shen Fei mendesak Qi miliknya dan membentuk segel.


Domain Penyihir berguncang dan sebuah Peti mati tiba-tiba muncul didepan Shen Fei, kekuatan Domain diserap masuk kedalam Peti mati itu dan Aura yang sangat kuat meledak dengan gila.


*Bang.*


Peti mati itu hancur berkeping-keping dan sosok Pria yang gagah dengan Aura yang sangat gila menunjukan wajahnya. Zhuge Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut dan mereka yang menonton di Istana Ruang ekspresi mereka berubah.


"Master Domain Heaven Eater.... Dao Wen." Xiao Lin berteriak dengan keras, "Han Sen... keluarkan kami, kau tidak akan mampu menghadapinya sendirian. Orang ini adalah Master Domain dimasa lalu dan salah satu yang paling mengerikan, Divine Dao yang dia gunakan dapat memakan berbagai macam kekuatan spiritual dan mustahil menghadapinya sendiri !"


Han Sen mendengar hal ini namun dia sama sekali tidak tertarik, sebaliknya semakin kuat lawannya maka itu semakin bagus. Divine Dao yang dapat memakan kekuatan Spiritual, bagi Han Sen ini semua sangat layak untuk pertarungan.


"Senior... kau bisa melawan Shen Fei dengan tenang dan serahkan mayat hidup ini kepadaku !" Kata Han Sen dengan penuh niat bertarung.


"Memangnya seberapa kuat mayat hidup." Han Sen menghilang dan dalam sekejap dia sudah berada didepan Dao Wen.


*Bang.*


Tinju Han Sen yang keras menghantam wajah Dao Wen dengan keras. Dao Wen terpental kebawah dan energi spiritual Han Sen diserap olehnya.


Han Sen tidak menyangka kalau dirinya yang hanya menggunakan kekuatan fisik saja masih bisa diserap olehnya. Divine Dao Pemakan ini aktif ketika mereka saling bersentuhan ataupun ketika lawannya menembakan Qi mereka.


"Luar biasa... Divine Dao ini hampir tidak memiliki celah sama sekali. Pantas saja butuh empat orang Master Domain untuk membunuhnya, jika orang ini masih hidup takutnya tidak ada satupun orang yang dapat menghentikan momentumnya kecuali aku." Kata Han Sen dengan senyum yang lebar.


"Dari mana kepercayaan dirimu itu... bunuh dia !" Teriak Shen Fei dengan keras.


Zhuge Yan diselimuti Aura hitam dan memegang Tombaknya. Shen Fei yang melihat hal ini tidak bisa mengabaikannya, keduanya bertarung dan dentuman yang disertai gelombang kejut yang kuat menciptakan daya hancur yang mengerikan dari benturan kedua serangan mereka.


Dao Wen melesat kearah Han Sen dan tangannya berniat meraih lehernya. Han Sen melompat dan menghindarinya namun kekuatan spiritual ditubuhnya kembali diserap, bahkan tanpa bersentuhan dan hanya dengan sedikit jarak Dao Wen dapat membuat gerakannya.


Bola Hitam terbentuk ditangan Dao Wen dan Han Sen mengeluarkan Pedangnya. Mereka berdua saling menyerang dan benturan dari kekuatan mereka membuat tanah berguncang dan menunjukan retakan yang besar.


Han Sen menjaga jarak dan memadatkan kekuatan ruang. Tebasan Pedang yang terbentuk dari kekuatan Ruang melesat kearah Dao Wen, namun dengan santai Dao Wen mengangkat tangannya dan tebasan Pedang itu diserap olehnya.


"Gila... bahkan Hukum Ruang dapat dia serap, sepertinya aku terlalu meremehkan orang ini. Untungnya dia tidak lebih dari patung yang bergerak dengan perintah." Kata Han Sen yang terlihat waspada.